
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Setelah makan siang, bryan membawa kedua gadis kecil bermain di belakang panggung dan dijaga ketat oleh pengawal.
Tatapan mata bernett berkali-kali menatap candice yang berada di meja sebelah, hari candice memakai gaun putih renda, temperamen putri kerajaan tersebar alami, tentu saja, bernett tidak tahan menatapnya lama.Acara pernikahan selesai pada sore hari, semua tamu undangan sudah pulang, hanya kerabat dekat yang masih tinggal. Mereka akan mengadakan makan malam bersama nanti.
Bernett menggendong putrinya yang tertidur ke hotel di sebelahnya untuk beristirahat ke kamar orang tuanya,kamar bryan juga berada disini dan kamarnya dengan candice di sisi lain.
"Biarkan kami mengurus anak-anak,kalian pergilah istirahat" kata hannah.
"Ya, jika ada masalah hubungi kami" bernett pergi dengan menggandeng tangan candice.
Candice baru saja meletakkan tasnya, pria di belakangnya langsung memeluk tubuhnya. Candice membalikkan badan dan tersenyum. "Apa yang kamu lakukan?"
"Aku merindukanmu" bernett langsung mencium bibirnya penuh perasaan.
Candice mencium bau bir."Kamu minum bir berapa banyak?"
"Hanya 3 gelas" bernett tidak tahan melihat bibir merahnya,ia mencium lagi.
"Huhhh" candice tidak menolaknya, ia terpesona dengan ketampanan wajahnya, orang ini seperti bir, semakin lama semakin memabukkan.
Nafas candice berantakan menghadapi pria buas di depannya, selain tenggelam dan menikmati gairah cinta, candice juga berusaha mengimbangi gerakannya.
Di dalam istana presiden
Begitu kembali daniel langsung menuju ke kamar keira Dan mengetuk pintu.
Keira melihat daniel sudah melepaskan jasnya, pria di depannya selalu memberikan kasih sayang dan kemanjaan padanya.
"Apakah kamu bersiap untuk tidur?" daniel berbaring di sebelahnya dan menyisir rambutnya dengan jarinya.
"Ya, aku sedikit mengantuk, mungkin ini pengaruh dari obat yang aku konsumsi"
"Kalau begitu, tidurlah dengan baik" daniel memberikan ciuman di keningnya.
Keira mengedipkan matanya."Apakah kamu ingin tidur sebentar?"
"Aku harus bekerja,aku akan menemani tidur nanti malam"
Pipi keira sedikit merah."Aku.. aku bukan mengajak kamu tidur bersama"
__ADS_1
Daniel membelai wajahnya."Apakah kamu tidak ingin aku temani tidur?"
"Aku menginginkannya" dengan adanya pelukan di malam hari, maka ia tidak takut dingin lagi dan mendapatkan perasaan yang tenang.
"Baiklah, tidurlah dulu, sebelum makan malam aku akan membangunkanmu"
"Ya,baik" keira menjadi patuh seperti anak kecil, ia menutup matanya.
Daniel juga tidak ingin mengganggunya lagi, ia berjalan ke lantai bawah, lalu thomas memberikan laporan padanya."Aku sudah menemukan sebuah tempat tinggal untuk nona keira,Ini adalah rumah seorang pejabat yang ingin menjual rumahnya, sistem keamanan di rumah itu juga di rancang dengan baik"
Daniel juga mengetahui dimana tempat itu dan merasa puas."Sangat bagus, bersihkan tempat itu dan tingkatkan sistem perlindungan , Kedepannya aku akan sering kesana"
Thomas juga mengerti maksudnya,sepertinya hubungan tuan muda dan nona keira berkembang pesat.
"Aku akan menyewa tempat di sebelahnya untuk membuat tim perlindungan khusus"
"Baik" daniel lalu membuka email pribadinya dan ada kabar mengenai drake.Orang-orang yang dibunuh keira adalah bawahannya. sekarang drake merasa sangat marah.
Drake masih bersembunyi di sebuah negara, ia menghancurkan berbagai benda dan memarahi bawahannya.
Ini berarti kebenciannya terhadap keira sudah meningkat.
Daniel juga bersumpah,jika orang-orang drake masuk ke dalam negeri, ia pasti menghancurkannya.
Karena sebelumnya sudah melakukan pelacakan melalui sistem, maka drake tahu, bahwa orang yang membunuh bawahannya adalah keira, putri angkatnya yang ia latih dengan tangannya sendiri sekarang menjadi senjata untuk melawannya.Drake sudah memanggil semua bawahannya yang tersisa sekitar 25 orang lebih, sekarang keuangan organisasi sedang sekarat,jika tidak bisa menyelesaikan misi kali ini dengan cepat, maka pemberi dana gelapnya akan menarik semua uang mereka.Dan jika itu terjadi semua kekuatannya akan hilang.
Oleh karena itu, drake ingin mengambil resiko dan keluar secara pribadi dan menargetkan daniel dan keira, ia percaya dengan kemampuannya sendiri.
Dan dengan keluarganya sebagai jaminan dan akan memancing keira pergi dengan sendiri mendekat padanya.
Saat daniel pergi ke lantai atas sudah melihat keira membuka matanya dan duduk di tepi ranjang."Aku sudah mendapatkan rumah untukmu,aku sudah meminta orang untuk merenovasinya dan mungkin bisa pindah setelah tiga hari"
Keira mengangguk dengan semangat."Baik"
Daniel memeluknya."Apakah kamu beneran takut tinggal disini?"
"Tidak tahu kenapa, aku merasa tidak terlalu nyaman, tidak bisakah aku pindah lebih cepat?"
Daniel menyentuh hidungnya."Berikan aku waktu sehari lagi, aku akan menggantikan beberapa perabotan"
"Baiklah" tidak memohon lagi.
"Aku akan mendorongmu untuk berjalan-jalan di taman,lalu pulang untuk makan malam" daniel memberikan jaket padanya dan membawa tubuhnya ke kursi roda.Keira tersentuh dengan pelayanan manis sang pria.
Ini adalah sebuah kehormatan besar, seorang presiden melayaninya dengan baik.
Daniel juga mengerti kebahagiaan keira, lalu bertanya."Kenapa kamu tersenyum?"
__ADS_1
"Bahagia" keira menjawab tanpa berfikir.
"Bersama denganku, apakah kamu merasa bahagia?" suasana hati daniel juga menjadi manis dan berbunga-bunga.
Keira mengangguk."Ya! aku sangat bahagia bersama denganmu"
"Kalau begitu kita harus hidup bersama"
Keira tersenyum."Aku merasa kita berdua sudah mengalami banyak hal, itu adalah ujian tuhan untuk kita,jika tidak, aku benar-benar tidak memiliki keberanian untuk hidup bersamamu"
Daniel berjongkok dan memegang tangannya.
"Kamu tenanglah, mulai sekarang, aku akan menjagamu"
"Ya" namun di dalam hatinnya keira merasa khawatir.
Daniel mendorongnya di taman, angin yang berhempus membuat otak keira sejuk dan segar, ia sudah seharian berada di dalam kamar dan merasa bosan.Di temani olehnya hatinya merasa senang dan tenang.
Sesudah makan malam mereka berdua duduk di ruang tamu, daniel membaca dokumen dan keira membaca buku dengan tenang dan diam.
Saat mengangkat kepala langsung bisa melihat wajah tampannya ,kehidupan seperti ini keira belum pernah merasakannya sebelumnya.
Pelayan membawa minuman teh dan kopi, daniel masih memiliki pekerjaan dan meminum kopi untuk menyegarkan fikirannya dan keira suka minum teh manis yang beraroma ringan.
Saat daniel meminum kopi, keira berkata.
"Apakah enak? berikan aku sedikit"
"Untuk apa kamu minum kopi?"
"Aku hanya ingin minum satu teguk" keira sebenarnya ingin mencoba minuman kesukaan daniel.
Daniel mendekatkan cangkir ke bibirnya, keira hanya minum sedikit dan mengerutkan alisnya.
"Yahhh! sangat pahit"
Daniel tersenyum."Kalau begitu, kamu jangan minum kopi lagi lain kali"
Kedua orang terus berada di ruang tamu hingga pukul sepuluh malam.Keira dapat melihat kelelahan di wajah daniel, lalu menasehatinya.
"Jangan melihat dokumen lagi, ayo pergi ke lantai atas untuk tidur"
"Ya, temani aku tidur" daniel merapikan dokumen.
"Aku akan menemanimu tidur" daniel membawa keira ke kamarnya.
"Apakah aku harus tidur disini malam ini?"
__ADS_1
"Ya,tidur di kamarku, apakah kamu merasa keberatan?"
"Tidak keberatan" sekarang kehidupan mereka sudah seperti pasangan suami istri. Keira sebenarnya masih sangat malu.