
Setibanya anggie lu di perusahaan gong's corp, ia langsung turun dari mobil dan masuk ke kantor.
Bernett menyuruh bella menunggu anggie di lantai bawah,ketika anggie masuk bella mengenalinya.
Nona anggie,Ceo gong sudah menunggu anda" sapa bella
"Tolong, bawa aku menemui ceo gong" anggie malu- malu.
Bella mengerutkan kening, melihat anggie merias wajahnya begitu istimewa,apa yang dia lakukan.Apakah dia tidak tahu?Singa jantan marah sedang menunggunya.
Berani menyakiti candice,tentu ceo gong mencarinya untuk membuat perhitungan. Dia cukup lucu, dengan berpakaian sedikit **** seperti ini.
"Bukankah kamu masih punya satu teman? mengapa dia tidak terlihat?"
"Dia sudah pergi keluar negeri dan akan kembali dalam sebulan"
Bella tidak menyangka, teman satunya sudah pergi ke luar negeri.
"Maaf, kenapa tuan gong mencariku?"
"Aku tidak tahu, silahkan ikuti saya" mereka berjalan menuju lift ke lantai sepuluh.
Anggie merasa sangat berantusias, wajahnya memerah dan wajahnya bercahaya, bella ingin tertawa, padahal sebentar lagi akan di exsekusi.
"Ding" pintu lift terbuka.
Bella mengetuk pintu, membuka satu sisi pintu.
"Nona lu, silahkan masuk"
Anggie melangkah dengan elegan masuk ke dalam kantor, ia melihat sesosok pria sedang berdiri di sebelah jendela.
"Tuan gong, apa anda mencariku?"
Bernett tahu anggie sudah datang membalikkan tubuh mengahap arah anggie.
Anggie berharap melihat wajah tampan yang menawan, tapi dia malah di tatap mata hitam dan wajah sedingin es.Saat ini rasanya dari surga jatuh ke neraka.
Ia terlihat panik dan ketakutan." Tuan...Tuan... gong anda mencariku?"
"Apakah kamu dan temannmu kemarin menyakiti wanita bernama candice cheng?" suara begitu tidak bersahabat
"Apakah anda mengenal candice cheng?"
anggie sudah mulai panik.
Bernett mencibir dan mengakui." Dia adalah wanitaku"
"Apa?" anggie seperti di tampar tepat di wajahnya.
__ADS_1
Candice adalah wanita bernett, bagaimana wanita rongsok itu merayu bernett gong?
Tidak peduli betapa bodohnya anggie,akhirnya dia mengerti situasi saat ini.Bernett mencarinya karena candice.
Punggung anggie lu berkeringat, matanya memerah, ia ketakutan."Kemarin... bukan aku yang memukul duluan"
Saat ini sudah tidak kesombongan, hanya ingin mendapat pengampunan dan sedikit simpati.
Alis bernett berkerut, apa candice yang memukul duluan?
"Apa yang kamu katakan, sehingga dia memukulmu?"
"Begitu aku masuk ke ruangan lansung di pukul, aku bahkan belum sempat bicara"
Bernett tidak percaya kata- kata anggie, selama ini candice wanita yang cukup bisa menahan emosi." Ceritakan dengan detail, atau aku sendiri yang bertanya pada candice"
Di hadapan pria ini, anggie tidak berani menyembunyikan apapun, kharisma pria ini terlalu kuat.
"Aku hanya menghina candice dan saling perang mulut dengannya.Kemudian aku melihat bunga coklat di atas lemari,aku tidak tahu pria mana yang memberinya.Aku hanya tahu candice sangat perduli dengan bunga itu, makanya aku membuang ke lantai dan menginjaknya.Tiba- tiba candice seperti istri yang menggila."
"Bicara yang jujur" bernett marah.
"Aku sudah bicara jujur, bahkan temanku hidungnya patah di pukul candice" anggie lemah menundukkan kepala.
"Besok pagi,aku ingin kamu dan temanmu meminta maaf pada candice di kantornya, jika kalian tidak pergi tanggung resikonya." perintah bernett.
"Candice adalah wanitaku.Dan bunga yang kamu hancurkan dikirim olehku,aku masih berbaik hati menyuruhmu minta maaf saja.Jika kamu masih menolak, aku akan menghancurkan keluarga lu dan keluarga temanmu"
Wajah anggie tambah pucat." Iya, besok aku dan temanku akan meminta maaf pada candice cheng, kalau sudah selesai, aku pamit dulu"
Anggie keluar dari ruangan dengan gemetar dan ketakuatan dalam tubuhnya.Sementara bernett masih berdiri tersenyum penuh arti.
Apakah wanita itu sangat peduli dengan bunga yang dia kirim? sehingga dia memukul orang lain.
Seperti yang anggie katakan, candice seperti istri yang menggila.
"Ini jadi menarik"
Bernett duduk dan menelepon bella.
"Ceo gong, ada perintah apa?"
"Sebelum pulang kantor ,siapkan bunga seperti yang kamu pesan kemarin pagi"
"Siap" bella bergegas ke toko bunga.
Ternyata hanya karena seikat bunga, maka ia akan memberi bunga lagi..
Ketika anggie tiba di rumah, andreas yang duduk di ruang tamu bergegas menghampiri.
__ADS_1
"Anggie , ada apa?"
Anggie segera mengeluh dan berkata dengan kesal."Kakak, kenapa kamu tidak memberi tahuku bernett memanggilku untuk membuat perhitungan denganku dan dia memiliki hubungan dengan candice cheng."
"Bagaimana denganmu?" Andreas sangat memahami akan resiko berhadapan dengan bernett.
"Bagaimana aku bisa menjawab lagi?Tentu saja aku setuju, jika tidak minta maaf pada candice, bernett akan mengahancurkan keluarga lu."
Andreas lega."Tidak apa-apa, kamu minta maaflah pada candice"
Anggie measa heran."Kakak, apakah kamu masih ada perasaan pada candice?"
Wajah andreas murung."Ini adalah kesalahan yang kamu buat dan kamu harus minta maaf, apa kamu mau keluarga lu hancur?"
"Tapi dia menggertak kakak ipar"
Andreas merasa tak berdaya,adik perempuannya tidak tahu sedang di perdaya oleh debby shen.
Pada saat ini Sherry turun dari lantai atas.
"Anggie, mengapa kamu kembali dengan cepat? apa yang dikatakan bernett kepadamu?"
"Bu, jangan tanya lagi, aku sangat kesal" anggie berlari kamarnya dengan mata memerah.
Sherry merasa bingung menatap putranya."Ada apa dengannya?"
"Bu, jangan tanya lagi,anggie bertemu dengan bernett, bukan karena tertarik ke kepadanya, tapi untuk memberi anggie pelajaran"
"Mengapa?"sherry terkejut.
"Ibu mungkin tidak tahu , setelah candice kembali dari luar negeri, ia hidup bersama dengan bernett dan memiliki seorang anak." andreas menjelaskan.
Sherry terkejut."Apa?candice cheng melahirkan anak bernett gong? kapan itu terjadi?"
"Empat tahun lalu, kita mengatur candice tidur dengan lelaki dan pria yang tidur dengannya adalah bernett gong." Andreas sangat menyesali masalah ini.
"Kalau begitu, kamu tidak menghentikannya"
"Malam itu, entah mengapa bernett bisa masuk ke kamar candice dan kamera hotel sudah dimatikan untuk menghilangkan bukti, bagaimana aku tahu bernett gong masuk ke kamar." andreas kesal.
Sherry memikirkan sesuatu."Apakah istrimu bahwa candice dan bernett hidup bersama?"
"Dia...belum tahu" Andreas menyembunyikan kesalahan istrinya.
Sherry mengangguk." Tidak heran, ketika debby terakhir kali datang kesini menceritakan dia di ganggu oleh candice dan tidak mencegah anggie mencari candice"
Memikirkan hal ini, andreas merasa sangat kecewa dengan istrinya yang memperdaya adik dan ibunya sebagai.Sungguh wanita licik.
"Bu, kamu jaga anggie, aku akan kembali ke kantor dulu" kata andreas berpamitan
__ADS_1