
Pengadilan sangat mementingkan masalah ini , meskipun yang di tuntut adalah wakil direktur lu corp, mereka tahu di belakang candice ada seseorang yang kuat dan di dampingi oleh dua pengacara terbaik gong's corp.
Selesai mendaftarkan gugatan candice merasa lega, sekarang zack lu tidak akan bisa kabur kemana- mana.Karena pengadilan sudah mendaftarkan nama zack ke agen perjalanan.
Candice menjemput anaknya pukul lima, akhir - akhir ini bryan murung saat di jemput.
"Daddy, belum kembali?apakah dia masih sibuk?" bryan berkata dengan sedih.
"Anak pintar, daddy akan segera kembali, bukankah kamu kemarin meneleponnya?"
"Tapi, aku ingin bertemu dengannya, aku merindukannya"
"Tenang saja, dia akan segera kembali" candice menggendong bryan dan mencium wajahnya untuk menenangkan.
Sampai di apartemen membuka pintu mereka berdua melihat seorang lelaki duduk di sofa ruang tamu sedang memegang dokumen.
"Daddy" sikecil berteriak ingin berlari ke arah bernett.
"Bryan, yang patuh, jangan mengganggu daddy sedang bekerja" candice tidak membiarkan anak ini duduk di pangkuannya seperti biasa.
Sikecil berjalan dan duduk di sampingnya dengan tenang.
Hati candice bergejolak, pria ini sudah turun dari ranjang.
Bernett mengulurkan tangannya mengelus kepala bryan dengan lembut.
"Daddy, kapan kamu kembali?" bryan bertanya dengan perasaan senang.
"Bryan, daddy membelikanmu mainan baru dan kamu bongkar sendiri"
Candice merasa lucu dan terharu, pria ini bisa membuat anaknya bahagia, bahkan sudah menyiapkan hadiah..
"Daddy, jangan pergi lagi lain kali" bryan berdiri memegang lehernya dan mencium wajahnya..
"Ya, tidak akan pergi lagi, aku akan menemani kalian dirumah" bernett menciumi anaknya, ia mengilang beberapa hari ini sudah merindukannya.
"Bryan, kamu bongkar dulu mainan di kamar, daddy ingin berbicara dulu dengan mommy"
Kata bernett lembut.
Sikecil tersenyum bahagia."Ya mommy dan daddy, kalian berdua baik- baik berkencan.Aku tidak akan keluar kamar dalam setengah jam, jangan khawatir aku melihat kalian bermesraan"
__ADS_1
Wajah candice memerah mendengar ucapan anaknya, ia malu dan sedikit menegur."Bocah kecil, dimana kamu belajar kata- kata ini?"
"Itu tandanya putra kita sangat pengertian" kata bernett
"Cepat dewasa bukannya hal baik" candice khawatir masalah ini.
Sikecil mendekap mainan dan berkedip ke arah bernett."Daddy,aku akan keluar dalam setengah jam dan jangan lupa membahas dengan mommy, kapan aku punya adik perempuan?" bryan ingin memiliki adik perempuan cantik.
Setelah bryan masuk ke kamarnya, candice tertawa mendengar kata- kata anaknya, Bernett bertanya pada candice."Apakah kasusnya sudah diajukan ke pengadilan?"
"Sudah kuajukan,zack tidak bisa keluar negeri dalam waktu dua bulan" selesai bicara candice mengerutkan keningnya."Bagaimana dia tahu kita menyelidikinya?"
"Ada banyak mata- mata di sekeliling zack, gerakan kita menyelidiki terlalu besar,dan andreas juga ikut berpartisipasi,dan dia menemukan itu juga bukan hal aneh"
"Apakah kamu tidak menyelidiki kecelakaan mobilmu?Apakah kamu sudah menemukan siapa pelakunya?" candice selalu teringat masalah ini.
Hati bernett menegang, apakah wanita ini curiga terhadap zack lu?
"Sudah di periksa itu adalah seorang pengusaha yang pernah aku sakiti,dan dia mencari seseorang untuk membalas dendam"
Bernett mengalihkan rasa curiga candice kepada zack lu.
Bernett tidak pernah takut menyinggung orang, tapi, untuk membuat wanita ini tenang menganggukan kepala."Oke, aku akan dengarkan kamu"
Candice memberi perintah."Aku akan memasak sekarang, kamu jangan berjalan kemana- mana"
Di pangkalan militer
Bernice sudah selesai mandi dan makan malam, ia bersantai di kamarnya. Siang tadi julie lepas landas tanpa menunggunya.
Namun bernice tidak merasa gelisah, ia sedang menunggu nickson memperlakukannya dengan baik beberapa hari ini.Sebagai wanita pemalu ia tidak berani datang ke hadapan nickson, ia hanya bisa menunggu nickson datang padanya.
Sekitar jam delapan malam pintu kamarnya diketuk, bernice tersenyum ini pasti nickson.
Ia membuka pintu dengan semangat.
"Sudah malam, apakah ada sesuatu?" bernice pura- pura bertanya, padahal hatinya berbunga - bunga.
"Apakah kamu ingin berjalan- jalan?"
"Baiklah" ini adalah yang di harapkan bernice.
__ADS_1
Berjalan di pangkalan di malam hari suasana hening dan tenang, seperti singa tidur, walaupun singa tertidur masih menakuti orang- orang di luar.
Pada saat ini, beberapa prajurit sengaja bersembunyi bila berpapasan dengan komandam mereka sedang berpacaran dan tidak berani mengganggu.
Mereka tidak menyangka, gadis polos seperti bernice bisa membuat ketua jatuh hati.
Jantung mereka berdua berdetak kencang, tangan besar nickson memegang tangan bernice sambil berjalan terus.
Saat suasana tenang dan hening bernice bertanya dengan malu- malu dengan menatap wajahnya."Kak nickson, apakah kamu benar- benar menyukaiku?"
"Ya"
"Ya apa?" bernice pura- pura bodoh.
"Aku mencintaimu"
"Apa yang kamu suka dariku?" bernice ingin tahu.
"Semuanya" nickson sendiri bingung untuk mengukapkan .
Bernice seperti ingin terbang, jawaban ini membuatnya puas, wajahnya memerah di sinari sinar rembulan malam.
Nickson menundukkan badannya mencium bibir bernice sambil memegang pingganggnya..
Kedua insan jatuh cinta berciuman dengan gairah dan perasaan cukup lama.
Setelah merasa puas nickson memegang tangan kecilnya."Ayo terus jalan"
Bernice mengangguk mengikuti langkah sang pria.
Ternyata mereka berjalan lebih dari tiga kilo, bernice sendiri tidak merasa takut berjalan jauh di samping nickson.
Saat perjalanan pulang nickson melihat wajah cantik bernice berkeringat dan kelelahan.
"Kalau kamu lelah , aku bisa menggendongmu"
Bernice memang sudah merasa lelah dari tadi, namun ia malu untuk meminta gendong. Saat ini ada tawaran dari sang pria bernice mengangguk..
Nickson berjongkok di depan bernice, sang wanita naik ke punggunggnya memegang leher nickson.Tangan besar nickson menopang pantatnya satu tangan agar tidak terjatuh.
Merasa nyaman dan kelelahan bernice tertidur di gendongan nickson, Sang pria merasakan kepala bernice menempel pada punggungnya merasa wanita ini ketiduran.
__ADS_1