
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Bernett menuntun candice mendekat kearah pendeta, semua tamu dapat melihat dua orang saling mencintai diatas panggung.
Harry juga mengerti cinta mereka berdua, veren juga terkagum dengan kecantikan pengantin wanita.
Harry tersenyum kecut, ia pernah hampir memberikan pernikahan yang kacau,ia menyesal telah melakukan tindakan sembarangan.
Ia melirik kearah veren yang begitu bahagia, wanita mana yang tidak iri melihat pernikahan yang megah dan romantis.
Bibir harry tersenyum selama veren mau menikah dengannya,ia akan memberikan pernikahan yang megah.
Pendeta selesai membacakan sumpah, lalu terdengar suara yang mantap."Aku bersedia" seluruh tamu undangan memberikan tepuk tangan yang meriah.
"Selanjutnya pengantin pria memakaikan cincin berlian ke jari pengantin wanita" kata pendeta.
Seorang wanita membawa kotak cincin, bernett mengambil cincin dengan hati-hati,lalu memakaikan di jari candice."Ini adalah desainmu"
Candice merasa tercengang."Desainku? apakah aku sebelumnya mendesain ini?"
"Tidak, namun aku meminta seseorang untuk merapikan hasil desaimu"
Saat cincin berlian masuk ke jari candice, mereka berdua saling terikat.
Pendeta tersenyum."Sekarang pengantin pria bisa mencium pengantin perempuan"
Bernett memegang kepalanya,lalu memberikan sebuah ciuman yang penuh dengan kasih sayang.
Tepuk tangan terdengar lebih meriah di bawah panggung.
Saat ini daniel sedang duduk di villa menonton siarang langsung pernikahan adiknya, ia memancarkan senyuman kebahagiaan,thomas yang berada di sebelahnya berkata."Tuan,saat kamu melaksanakan pernikahan nanti,itu akan menjadi perayaan nasional"
Candice menghadap ke arah belakang dan memegang buket bunga pernikahan,ada beberapa gadis muda di belakang candice untuk berebut mendapatkan bunga, tapi siapa sangka bunga jatuh ke tangan bella yan.
Candice membalikkan badannya dan melihat bella memegang buket bunga, ia merasa bahagia asisten yan mendapatkan bunga tersebut dan akan mendapatkan berkah pernikahan.
Candice pergi ke belakang panggung untuk mengganti gaun berwarna merah, setelah itu menemui kenalan untuk bersulang, dedrick dan istrinya juga menjamu untuk menunjukkan rasa sopan.
__ADS_1
Candice dan bernett berjalan ke meja harry dan melihat wanita di cantik di dekatnya.
Melihat penampilan kecil wanita di samping harry, candice tersenyum dan mengangkat gelas untuk bersulang."Harry, lama tidak bertemu"
Harry juga tersenyum."Semoga pernikahanmu bahagia" Veren yang berada disamping harry juga ikut berdiri,veren terkejut dengan kecantikan candice dilihat dari dekat dan menujukkan temperamen seorang bangsawan.
"Kamu adalah Nona Ye,halo,selamat datang di pesta pernikahanku" candice mengajaknya untuk bersulang.
Veren mengangkat gelasnya dengan malu-malu."Halo"
"Harry, jagalah nona Ye dengan baik" setelah candice berkata bernett mendekati candice dan mengajak bersulang harry.
Mereka berdua telah melupakan dendam yang Sebelumnya dan menjadi saudaranya di masa depan.
Pukul dua belas salam selanjutnya di teruskan oleh dedrick dan hannah, sedangkan bernett dan candice pergi ke villa dimana daniel berada.Daniel sudah menyiapkan sebuah makan siang untuk makan bersama dengan keluarga.
"Kakak" candice tersenyum mendekati kakaknya.
Daniel memberikan pelukan kasih sayang.
"Selamat untukmu,aku sangat kagum padamu"
"Aku sudah mendengar dari ibu, mungkin kakak akan segera menikah"
Candice dapat melihat bahwa harga perhiasan ini sangat mahal, ia tersenyum bahagia."Terima kasih kakak"
Daniel mengulurkan tangan pada bernett dan menepuk pundaknya."Mulai hari ini, aku serahkan adik perempuanku padamu"
Bernett menganggukkan kepala, mereka duduk di ruang makan.
Nyonya xi sebenarnya ingin mengundang yuna datanga, tapi ini adalah acara keluarga,jadi ia menahannya.
Sekitar pukul tiga candice kembali ke kamar pernikahan,ia sudah sangat lelah,pernikahannya berjalan dengan sempurna dan malam hari masih ada perjamuan makan.
Candice sedikit pusing tadi meminum beberapa gelas bir.Bernett bertanya dengan khawatir.
"Ada apa? apakah kamu mabuk?"
Candice tersenyum,lalu merangkul leher bernett."Kamu sudah menjadi milikku"
Bernett tersenyum dengan pernyataan seperti anak kecil."Benar, aku sudah menjadi milikmu"
Candice seperti gadis muda yang sedang jatuh cinta, ia mengambil ponselnya dan mengajak bernett berselfie beberapa foto.
__ADS_1
Bernett juga tersenyum kearah kamera dan mencium wajah dan rambutnya.
Selesai berfoto candice bersandar di dadanya seperti anak kucing, bernett mengelus punggungnya dengan lembut."Tidurlah, aku akan menemanimu"
"Ya" candice mulai menutup matanya.
Para tamu undangan juga sudah kembali ke villa dan beberapa tamu ke hotel untuk beristirahat,mereka akan menghadiri jamuan makan pada malam hari.
Harry juga mendapatkan jatah villa, harry memegang tangan veren dan dipimpin oleh pelayan untuk menemukan villa yang berukuran sedang,villa sudah di dekorasi seperti hotel mewah dan membuat orang betah tinggal di tempat tersebut.
Veren juga kagum dengan kemurahan hati keluarga gong,ia menoleh ke arah harry."Apakah malam ini kita akan menginap disini?"
Harry tersenyum."Benar, ada apa? apa kamu tidak bersedia?"
"Aku akan pergi keatas untuk memeriksa ada beberapa kamar diatas?" veren yang malu naik keatas.
Untung saja villa memiliki satu kamar utama dan dua kamar tamu.Ia berdiri di balkon untuk melihat pemandangan di sekitar.
Harry naik keatas dan diam-diam memeluk tubuh veren dari belakang.Harry dan veren tadi minum alkohol beberapa gelas di perjamuan dan tubuh mereka menjadi sedikit panas.
Veren yang terkejut menoleh ke belakang,harry melepaskan pelukan,sekarang mereka berdua saling berhadapan dengan jarak beberapa centi.
Saat tubuh harry semakin membungkuk, veren memejamkan kedua matanya dan tahu apa yang akan dilakukan sang pria.
Harry tidak membuang kesempatan untuk mencium bibirnya,tangan satunya memegang kepala dan tangan satunya memeluk pinggang veren.
Ciuman tidak memanas, namun membuktikan cinta mereka.
Veren hanya diam tanpa membalas ciumannya, namun jantungnya berdetak dengan kencang.
Selesai mencium harry memeluknya dengan erat, ada harapan untuk hubungan mereka.
Veren juga tidak bodoh, setelah melewati beberapa hari hidup bersama dengan sang pria, ia mengetahui sang pria telah menyukainya.
Apalagi hari ini melihat pernikahan yang romantis,veren semakin yakin dengan perasaan sang pria, tadi veren membayangkan memakai gaun pengantin dan menikah dengannya.
"Harry, aku rela kembali ke pulau denganmu, dan aku bersedia menjadi istrimu" veren sangat malu mengungkapkan hal ini.
Harry yang semangat memegang wajah veren dan menatap wajahnya penuh perhatian."Veren, apakah kamu rela pergi ke pulau? dan menikah denganku"
Veren menganggukkan kepala."Iya,aku bersedia"
"Baiklah, setelah beberapa hari kita akan pergi ke pulau dan menyiapkan pesta pernikahan yang meriah untukmu"
__ADS_1
Di dalam villa mereka berdua berpelukan dengan mesra.