Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Nyonya xi memutuskan mencoba obat


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Siang hari candice berkunjung ke kediaman Ye untuk bertemu dengan bernice, bernice sangat bahagia menjadi seorang ibu muda.


Candice memeluk keponakannya."Sangat imut"


Bernice tersenyum."Aku harap musim panas segera tiba, aku ingin mendandani putriku, pasti akan sangat menggemaskan" bernice menoleh ke arahnya."Kak candice, kapan kamu mau menikah dengan kakakku?"


"Ini, kita masih belum membahasnya"


"Ayo, kalian dulu menikah,setelah itu barulah aku dan nickson akan menyusul"


Candice tertawa."Oke, saat pulang nanti, aku akan membahas dengan kakakmu"


"Baiklah"


Diluar bernett dan nickson sedang bertukar cerita dan pengalaman membahas putri kecil mereka berdua,nickson juga sangat bahagia bisa menemaninya setiap hari.


Pekerjaan nickson kembali ke dalam kota dan liburan masih punya waktu 3 bulan, namun nickson setelah liburan harus kembali ke kesatuan, inilah yang paling dikhawatirkannya, Ia tidak ingin anak dan istrinya ikut di kamp tentara.


Setelah bermalam di apartemen kehidupan candice dan bernett sudah kembali seperti sebelumnya,candice sering mengeluh sakit pinggang setiap pagi hari.


Bernett menyarankan untuk berolahraga atau pergi ke tempat gym untuk menyehatkan badannya.


Beatrix sudah berumur 11 bulan dan sangat dekat dengan ayahnya, bernett sering menunda ke perusahaan untuk menenangkan anaknya yang menangis.


Anak kecil menggunakan toddler walker untuk jalan-jalan di dalam rumah seperti anak anjing yang berjalan kesana kemari.


Anak kecil suka menganggu orang-orang di dekatnya dengan menabrakkan kereta jalannya.


"Mommy.. mommy" beatrix sudah bisa berbicara beberapa kata,mereka sering mengajari sikecil berbicara.

__ADS_1


Candice sangat bahagia anaknya sudah bisa memanggil dirinya,kemudian sudah bisa memanggil daddynya, suara anak kecil yang lembut melelehkan hati.


Ketika berumur satu tahun lebih Beatrix sudah diajari untuk berjalan dengan dituntun,setelah beberapa hari sudah mampu berjalan beberapa langkah dan terjatuh beberapa kali.


Saat bryan pulang sekolah, beatrix menyambutnya dengan berjalan pelan sambil merentangkan kedua tangannya.Bryan berjongkok untuk memeluk adiknya.


Sikecil juga sudah bisa mendengar dengan baik, saat mobil berhenti di halaman, ia akan berlari ke depan untuk menemui ayahnya.


Bernett melihat putri kecilnya menunggu di depan rumah, semua kelelahan hilang seketika dan digantikan oleh senyuman yang tulus.


Bernett sendiri akan menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin dan kembali ke rumahnya untuk menemani anaknya dan wanitanya.


Candice memang masih kehilangan ingatan, namun ingatan yang sekarang diisi dengan Hari-hari yang menyenangkan.


Di rumah sakit


Nyonya Xi rutin memeriksakan kesehatannya,ia juga memperhatikan obat-obatan yang sedang diteliti oleh dokter.Ia dan putrinya mengalami amnesia,walaupun dirinya sudah tua ia tetap memperjuangkan untuk kesembuhannya.


"Nyonya, kami sudah mengembangkan obat itu, tapi kami belum menemukan kandidat untuk ujicoba obat,jadi kami hanya bisa menunggu"


Dokter terkejut dan menggelengkan kepala. "Tidak nyonya, kamu begitu terhormat, kami tidak boleh memberikan sembarang obat untuk anda"


Nyonya xi berkata dengan tegas."Ini adalah kehendakku sendiri dan aku akan membahasnya dengan putraku, kalian harus selalu siap untuk ini"


"Nyonya anda"


"Sudahlah jangan membujuk lagi, obat ini untuk kesembuhan putriku, dan aku tidak ingin keluargaku mengalami penyakit genetik ini selanjutnya"


"Jika anda mendapatkan persetujuan dari bapak presiden, kami akan mencoba untuk anda dan aku jamin tidak ada efek buruk"


"Aku percaya pada kalian"


Nyonya xi keluar dari rumah sakit dan kembali ke mobilnya."Pergi ke istana presiden"


"Baik" kata sang sopir


Daniel sedang bercengkrama dan berkomunikasi dengan pejabat senior, tiba-tiba asistennya masuk."Tuan, ibumu ada disini"

__ADS_1


Daniel mengangguk."Bawa dia ke ruang istirahat,aku akan segera pergi kesana"


Dua menit kemudian daniel masuk ke ruang istirahat."Bu,kenapa kamu tiba-tiba datang kesini"


"Aku baru saja datang dari rumah sakit,obat-obatan mereka sudah selesai dikembangkan dan aku memutuskan untuk mencoba sendiri obatnya" nyonya xi memandang serius anaknya.


"Ibu, mencoba obat pasti ada bahaya,sebaiknya kamu mempertimbangkan lagi" daniel duduk di sebelahnya memegang tangannya.


"Kamu tidak pernah memberitahuku jika obatnya sudah selesai, jika kamu memberitahu lebih awal, aku pasti akan mencobanya"


"Memang obat ini sudah selesai, namun dokter tidk berani menjamin 100% keampuhan obat ini" daniel menghela nafas.


"Maka dari itu aku rela mencobanya,jika berhasil, mintalah candice untuk mencobanya juga, aku berharap seumur hidupnya bisa lepas dari penyakit ini, apakah kamu tahu perasaan orang yang hilang ingatan?"


"Bu"


"Ibu sudah hidup selama ini dan sangat bahagia,aku hanya berharap kamu cepat menemukan pendamping hidup dan memberikan keturunan untuk keluarga Xi"


Dalam hati daniel terlintas kesedihan,ia mengingat wanita yang terjun ke dalam sungai.


"Baiklah,aku akan mencari"


"Yang terpenting adalah wanita itu baik, kita tidak membutuhkan yang sempurna" wanita yang mempunyai hati yang baik, pasti akan baik di jadikan pendamping hidup.


"Aku akan mencari seorang wanita" daniel mengangguk


"Kamu jangan memberitahu masalah ini dan harus dirahasiakan dari adikmu"


"Baiklah, aku akan segera berkonsultasi dengan dokter dan mengaturnya secepatnya"


"Bu, aku harus keluar negeri selama tiga hari, setelah itu kita bisa mencoba obatnya"


"Baiklah" nyonya xi juga mengerti dengan kesibukan dan tugas anaknya yang besar.


Setelah mengantar kepergian ibunya, daniel menelepon tim khusus yang menangani obat ibunya,tim dokter memberikan jawaban yang memuaskan dan daniel tidak merasa ragu lagi.


Ibunya akan mencoba obat ini.

__ADS_1


__ADS_2