
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Jam sembilan malam bernett membawa candice dan anaknya pulang ke istana, bryan tertidur saat perjalanan pulang, sampai dirumah dedrick dan hannah belum tidur membawa bryan ke kamarnya.
Bernett dan candice berjalan ke mini bar, bernett membuka wine."Minumlah sedikit, agar malam ini tidur nyenyak"
"Baik, aku akan minum satu gelas"
Bernett melihat candice malam ini memakai gaun terlihat lebih cantik dan sexy, dan menggendong ke kamarnya.
Pagi hari
Bernice terbangun karena silau sinar matahari, ia masih memeluk tubuh nickson .
"Musim panas telag tiba, bukankah kamu harus membuka mata dan melihatnya" bernice Berbicara dengan nickson.
"Nickson,kamu cepat siuman, temani aku ngobrol,ya" setelah berbicara bernice mencium wajah tampannya. Ia memegang tangannya erat penuh harapan.
Bernice menggoyangkan tangannya yang memegang tangan nickson."Nickson,bisakah kamu memegang erat tanganku?"
Saat bernice bermain dengan telapak tangan besar, ia merasa jarinya bergerak sedikit.Ia melepaskan tangannya dan menatap tajam tangannya. Nickson menggerakkan jarinya dua kali, walaupun itu hanya gerakan kecil bernice bisa melihatnya.
"Ya tuhan! nickson, kamu bergerak,kamu bergerak barusan" bernice mencium tangannya beberapa kali dan segera menelepon dokter.
"Dokter wang, barusan nickson menggerakkan jarinya dua kali"
"Benarkah? bagus sekali, aku akan segera kesana"
Setengah jam kemudian dokter wang datang bersama dengan asistennya,bernice terus memegang tangan nickson tangannya bergerak lagi sekali.
"Bagus sekali, akhirnya dia mulai sadar, mungkin dia masih terjebak di suatu tempat,hanya untuk sementara waktu belum menemukan jalan pulang"
__ADS_1
"Kalau begitu harus bagaimana?apakah ada cara untuk merangsang untuk bangun?" bernice bertanya dengan serius.
"Ini akan usah dikatakan,berdasarkan kondisinya sekarang, kemungkinan besar dia akan bangun, hanya perlu menunggu waktu"
Bernice menghela nafas."Tidak bisa memberikan obat kah, untuk merangsang agar bangun?"
"Merangsang akan menyebabkan bahaya, lebih baik kamu rangsang secara alami, terus ajak bicara, memegang tangannya, dll"
"Akan terus berusaha mengaja dia berinteraksi setiap saat"
Setelah pemeriksaan selesai bernice mendapat telepon dari keluarga Ye, mereka akan datang menjenguk,dan bernice memberi kabar baik ini pada mereka,mereka sangat senang dan bergegas kemari.
Di istana, bernett sudah berangkat kerja sambil mengantar bryan ke sekolah,candice saat ini sedang di parkiran bawah tanah mengambil mobil, hari ini berencana mengunjungi ibunya ke kediaman keluarga Xi,sekarang harus menebus waktu yang telah hilang dan berencana sesering mungkin bertemu dengan ibunya.
Tiba di kediaman xi, candice disambut pembantu dengan ramah."Nona, kamu sudah datang"
Candice tersenyum."Apakah ibu berada di rumah?"
"Ada! tadi nyonya membicarakan untuk pergi denganmu,tidak disangka kamu sudah datang kemari, ini bagus sekali"
Candice kembali berkata."Apakah kakak berada di rumah?"
"Tuan muda xi sudah pergi ada urusan"
"Baik" candice berjalan ke arah ruang tamu.
Nyonya xi mendengar suara anaknya segera keluar."Candice, kamu sudah datang, aku menunggu -nunggu kedatanganmu"
"Ibu" candice tersenyum dan segera memegang tangannya.
"Tadi nyonya bilang ingin pergi jalan-jalan, bagaimana jika nona menemaninya saja" kata salah satu pembantu.
"Baik, ibu, bagaimana kalau kita jalan-jalan dan membeli beberapa baju?"
"Baik, aku ikut kamu saja"
"Aku akan menelepon tuan muda untuk mengatur mobil kemari"
__ADS_1
Mereka berdua berjalan ke ruang tamu, nyonya xi memegang wajahnya dengan lembut."Iya! semuanya berkata kalau kamu mirip denganku saat masih muda, sekarang aku lihat, memang benar kita berdua mirip"
"Aku juga pernah mendengar,saat ibu masih muda sangatlah cantik"
"Oh ya! dengar dari siapa?"
"Aku pernah mendengar dari teman lama ayah, dia pernah bertemu dengamu beberapa kali"
"Sayangnya, aku sekarang sudah tidak mengingatnya"nyonya xi sekarang hanya ingat dengan orang-orang di sekitarnya.
"Ibu, apakah penyakitmu bisa di sembuhkan?"
"Kakakmu sedang menyelidiki penyakitku ini, aku juga belum tahu, apakah penyakitku bisa do sembuhkan atau tidak" nyonya berkata lagi.
"Anakku, kamu harus memeriksa kesehatan secara teratur,jangan sampai sepertiku"
"Ibu,apakah penyakit ini bisa menurun?"
"Ibuku juga terkena penyakit ini"
"Nenek aku?"
Nyonya tersenyum."Sayangnya! jika aku sepuluh tahun lebih cepat menemukanmu, kamu bisa bertemu dengannya,dia adalah ibu negara negara ini"
Candice merasa terkejut,ternyata keluarga ibunya keturunan presiden.
"Anakku, status kamu juga tidak rendah, lain kali, aku suruh abangku untuk memberi gelar putri padamu,agar kamu menjadi putri negara ini"
Candice terkejut."Hah! ibu jangan, aku merasa tertekan"
"Kok tidak mau, Ini adalah status yang harus kamu dapatkan" nyonya xi kembali berkata.
"Kakakku yang menjadi presiden sangat menyanyangiku, saat aku meneleponnya, dia bilang ingin bertemu denganmu! lain hari kita buat janji bertemu,kamu ajak bernett dan jangan lupakan cucuku tersayang di bawa pergi"
Candice tersenyum."Baiklah bu"
Biar bagaimanapun ini adalah perkumpulan keluarga, walaupun ada tekanan,juga harus datang.
__ADS_1