
Laura menekan lift lantai bernett,Ia tersenyum malu- malu sebentar lagi akan bertemu dengannya.
Kebetulan asisten yan sedang berada di toilet, sosok laura tidak ada yanh berani menghentikan.
Candice tidak menyangka dirinya mengantar sebuah dokumen malah di tekan bernett di atas sofa, badannya terasa lemas menerima perlakuan bernett.
Dada candice sudah terlihat jelas, dicium dan di pegang oleh sang pria.Candice merasa terbang dan malu.
"Gadis kecil, apakah kamu menyukainya?" bernett bertanya pelan.
Saat ini mata candice sudah merem melek sungguh memalukan, bagaimana bisa mengakui.
Dan terdengar pintu terbuka tiba- tiba." Bernett"
Suara wanita yang langsung menerobos masuk tanpa mengetuk pintu,Bernett segera memeluk tubuh candice, ia tidak membiarkah wajah candice terlihat.
Bernett sudah mengenali suara laur walaupun tidak melihat wajahnya .
Candice juga langsung sadar, tubuhnya gemetaran, malu sekali, ia membenamkan kepala pada dada bernett.Ia tidak ingin bertemu dengan siapapun.
"Keluar" bernett mengusir dengan tegas.
Di belakang pintu sosok laura terkejut, walaupun bernett memeluk wanita itu, barusan laura sudah melihat gambaran bernett mencium dan bermain dada wanita.
Membuat nafasnya menjadi berat.
"Aku suruh kamu keluar" nada bernett bertambah tinggi.
Laura yang gemetaran keluar dan menutup pintu kembali.
Saat candice mendengar suara tertutup, ia mendorong tubuh bernett, dadanya kelihatan jelas ia membetulkan bh dan kancing baju yang berantakan dengan tangan masih gemetar.
Wajah candice memanas dan merah, dan nafasnya tidak teratur."Barusan yang masuk siapa?"
"Tidak usah peduli siapa dia?" bernett berusaha menghibur, bernett juga tidak menyangka laura tiba- tiba muncul dan dimana posisi asisten yan.
Bella keluar dari toilet, ia barusan buang air dan membetulkan riasan.Bergegas mendekati laura yang berdiri di depan ruangan presdir.
"Nona huo, kapan anda datang?" bella melihat wajah pucat pasi laura.
Laura menatap tajam asisten yan."Siapa wanita yang berada dalam ruangan presdir?"
Bella tersenyum berbohong."Di ruangan presdir tidak ada wanita"
"Kamu jangan menutupi lagi, aku sudah melihatnya" laura sulit menutupi kemarahannya.
"Nona huo, silahkan istirahat di ruanganku"
Laura juga cukup pintar, kalau dirinya tidak pergi wanita di dalam juga tidak akan keluar, ia berjalan ke ruangan bella.
__ADS_1
"Anda tunggu dulu, aku pergi melapor dulu" kata asisten yan.
Laura bersembunyi ingin melihat siapa wanita yang di dalam ruangan bernett.
Bella mengetuk pintu, menunggu yang di dalam mempersilahkan."Masuk"
Hati bella menjadi tegang, baru masuk sudah melihat nona candice dengan marah melewati samping tubuhnya keluar.
"Nona cheng" bella memanggil lembut.
"Biarkan dia pergi" kata bernett.
Bernett menatap ke arah bella."Dimana laura?"
"Aku mengaturnya di ruang istirahat"
"Kamu barusan darimana?"
"Aku pergi ke toilet sebentar, maaf ceo gong" bella sudah menebak apa yang terjadi barusan.
Raut wajah pucat laura dan wajah candice yang marah.
"Sudahlah kamu keluar dan aku tidak mau bertemu dengan laura" bernett dengan wajah suram.
"Baik" bella keluar dari ruangan.
Laura sudah melihat dengan jelas, walaupun wanita itu panik dan keluar dengan tergesa- gesa dia adalah candice cheng.
Candice setelah sampai mobil, ia menenangkan hati dan fikirannya dulu.Ia merasa marah dengan bernett yang telah melakukan tindakan yang memalukan..
Dia tidak punya malu, aku masih ada rasa malu.
Candice juga menebak - nebak, siapa wanita yang menerobos masuk tadi, pasti bukan karyawan bernett, karena bertindak sembrono.
Dalam benak candice menebak laura, karena dia belum pernah melihat sosoknya dari dekat dan jelas.
Asisten yan telah kembali." Apakah aku boleh menemui bernett sekarang?"
"Maaf nona huo,presdir sedang sibuk sekarang , tidak ada waktu bertemu dengan siapapun"
"Apakah dia sibuk?" terdapat nada sindiran dari laura. Bernett tadi saja bermesraan dengan candice di ruang kerjanya.
"Nona huo, mungkin anda belum mengetahui sifat bernett, kalau dia bilang sibuk berarti tidak mau bertemu dengan siapapun"
Laura mengerti suasana hati bernett sedang buruk."Baik, mohon kamu beritahu dia, aku telah datang"
Bella mengangguk."Baik"
Setelah menenangkan diri candice mengendarai mobil linda kembali ke perusahaan. Begitu sampai ia bergegas mengembalikan kunci mobil ke ruangan linda.
__ADS_1
Linda tersenyum melihat wajah memerah candice."Candice, kenapa dengan wajahmu, sungguh memerah?"
"Aku kepanasan sinar matahari" candice harus berbohong, kalau linda tahu pasti akan sangat memalukan..
"Kamu harus memperhatikan perlindungan oleh sinar matahari"
"Terima kasih kak linda" candice keluar dari ruangan menuju toilet, membasuh muka dengan air dingin..
Candice kembali ke ruangannya, teleponnya bergetar telepon dari bernett.
"Siang ini makan bersama?" bernett bertanya.
"Tidak mau, aku makan di kantin" candice masih kesal dan marah dengan bernett.
"Siapa wanita yang menerobos dalam kantormu tadi?"
"Bukan siapa- siapa?tidak ada hubungan denganmu juga"
"Apakah tidak ada hubungan denganku? bernett kamu harus menyelesaikab hubungan tidak jelas dengan wanita di luar sana" candice berkata dengan marah.
Bernett malah tersenyum."Kenapa?"
"Kalau bryan mengetahui pasti tidak akan senang"
"Bagiamana denganmu? apakah hanya putra kita yang marah?"
"Aku tidak ada" candice berbohong
"Kamu dan bryan tenang saja,diluar tidak ada wanita yang tidak jelas" bernett menjamin.
"Kalau begitu siapa wanita tadi?"
"Laura huo"
Ternyata wanita yang di rumorkan menikah dengan bernett.Apakah tadi laura melihatnya, candice menjadi panik?
"Bernett, hal seperti ini jangan sembarangan lagi, kamu sungguh membuatku malu"
"Benarkah? kamu merasa malu atau bangga sudah bercinta denganku" bernett memang tebal muka.
"Kamu..aku mau bekerja dulu" candice mematikan telepon.
Apakah tadi laura melihat wajahku? harusnya tubuh kekar bernett menutupi wajahku.
Tapi biar bagaimanapun bernett sudah bermesraan dengan wanita lain, apakah laura akan menyerah dengan berita pernikahan? bernett sendiri kelihatan santai tidak perduli laura memergoki dirinya.
Laura keluar dari gedung bernett raut wajahnya buruk sekali, ia sedang duduk berfikir dalam mobil sport nya.
Dalam hatinya sangat marah dan benci, kenapa bernett memilih wanita biasa dan sudah bercerai, laura tidak menerima hal ini.
__ADS_1
Tiba- tiba laura berfikir perusahaan candice berada di dekat sini,sudah seharusnya ia menemui candice.
Laura mengendarai mobilnya menuju perusahaan candice, ia ingin mengobrol dengan wanita sialan itu.