Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Mengundang makan


__ADS_3

pada saat ini debby dan andreas sudah sampai, mereka berempat masuk ke mobil tommy.


Tommy bertanya pada andreas." Andreas, bagaimana sebenarnya ini bisa terjadi?"


"Bagaimana?seharusnya kamu tanyakan pada putrimu?" andreas kesal.


Debby menjawab."Apa yang kamu lakukan? sehingga mengajak candice makan bersama?"


"Karena aku memiliki sesuatu yang harus di bicarakan denganna"


"Apakah kamu masih mencintai candice?"


"Sudahlah debby, jangan ribut- ribut, sekarang yang penting harus mendapatkan maaf dari candice, atau keluarga kita akan kehilangan perusahaan" kata tommy kesal.


"Mengapa harus minta maaf padanya? dia telah merayu suamiku"


Tommy yang marah dan emosi menampar putrinya."Plak" terdengar suara cukup keras dalam mobil.


Andreas merasa percuma bicara dengan istrinya, ia akan pergi minta maaf sendiri, ia keluar dari mobil dan menuju ruangan candice.


Melihat andreas sudah turun tommy memarahi putri dan istrinya."Apa yang kalian lakukan, cepat susul andreas dan minta maaf pada candice"


Kedua perempuan yang ketakutan segera keluar dari mobil mengikuti andreas.


Mereka bertiga sampai di depan ruangan candice, andreas mengetuk pintu dan masuk ke dalam.


Candice mengerutkan alis menatap mereka bertiga."Apa yang kalian lakukan disini?"


"Aku tahu, istriku, adikku dan ibu mertuaku, selalu datang merepotkanmu,bahkan memarahimu.Aku meminta maaf atas kesalahan mereka" andreas meminta maaf dengan tulus, karena selama ini merasa bersalah pada candice.


Candice tertawa mengejek."Kamu tidak perlu minta maaf atas kesalahan mereka,apakah mereka adalah anak kecil, sehingga belum mengerti salah dan benar"


Debby kesal ingin menampar candice tangannya di tahan andreas lu." Apakah meminta maaf belum cukup memalukan?Kamu ingin membuat keributan disini?Jika kamu merasa kesal lampiaskan pukulanmu padaku nanti di mobil?


Debby kini merasa depresi dan sakit hati, semua kesalahannya di tampung oleh suaminya, ia terpaksa mengalah demi hubungan suami istri.


"Candice, aku minta maaf atas kesalahanku selama ini, aku mohon kamu mau memaafkan kami"


Setelah mengatakan itu andreas menarik tangan istrinya, takut dia akan menggila..

__ADS_1


Candice sendiri merasa puas, walaupun bukan dari lubuk hati debby meminta maaf, karena wanita seperti dia sangat sombong dan arogan.


Banyak karyawan mendengar keributan, tapi tidak berani mendekat, karena status andreas yang kaya raya.


Candice saat ini duduk di ruang kerjanya, namun otaknya selalu memikirkan seseorang, orang itu adalah bernett gong.


Ia mengambil hp dan menelepon bernett.


"Halo"Suara bernett tenang.


"Apakah kamu sedang sibuk?" candice merasa bernett sedang di ruang rapat.


Bernett tertawa kecil." Katakan"


"Aku ingin bertanya... apakah siang ini kamu punya waktu kosong? Aku ingin mengajakmu makan siang bersama".candice bertanya dengan gugup.


"Hahhahaa.Apakah kamu tidak takut membuatmu jatuh miskin lagi? bernett tertawa senang.


"Takut,tapi kita tetap harus makan bersama"


Candice merasa senang dan tersentuh atas bantuan bernett.


"Baik, kamu yang pilih restorannya, boleh tempat biasa atau mewah?" bernett tidak berniat menghabiskan uang candice.


"Aku akan menjemputmu pukul 12 siang" setelah itu bernett mematikan telepon.


Candice meletakkan ponselnya, dan mengelus wajahnya yang panas, pikirannya sedikit berantakan, suara tawa bernett masih terngiang di otak candice.


Ia melihat jam sudah jam 10,30 ia harus memilih restoran, ia teringat kejadian terakhir bernett makan dengannya perutnya sakit.Kali ini candice memilih restoran yang lumayan mewah, tapi masih di batas kemampuaannya.


Pukul duabelas kurang sepuluh candice berjalan ke bawah untuk menunggu bernett. Keluar dari pintu utama ia melihat spanduk besar permintaan maaf, hal ini membuat candice semakin tersentuh dan nyaman berada di sisi bernett.


Candice merasa terkejut."Astaga, apakah aku sudah mulai jatuh cinta padanya?" candice berkata dalam hati.


Bugatti hitam berhenti di depan perusahaan, candice berjalan dan masuk ke mobil.


Ia memasang sabuk pengaman, hatinya bergejolak duduk di samping bernett, ia mengalihkan pandangan ke depan.


Bernett melihat spanduk dan bertanya."Apakah keluarga shen sudah datang untuk meminta maaf?"

__ADS_1


Candice tertawa dan menganggukkan kepala


"Iya"


"Bagaimana mereka meminta maaf padamu?" bernett cukup penasaran.


Candice memandang wajah bernett , ia juga tidak ingin membahasnya." Bernett, terima kasih"


Bernett tersenyum mendengar candice berkata terima kasih."Apakah ini alasan kenapa kamu, tiba- tiba mengajakku makan?"


"Betul,kita bisa makan bersama"


"Baiklah,dimana restorant itu, tunjukkan jalannya" bernett tersenyum.


Bernett merasa puas duduk di dalam restoran, ia melihat menu sebentar, sajian yang dia sukai cukup mahal, hari ini tidak akan makan yang mahal.


"Kamu yang pilih" bernett menyerahkan menu pada candice.


"Kamu saja yang pesan, makan apa yang ingin kamu makan" candice menundukkan kepala malu- malu.


Bernett tersenyum, ia memilih menu sederhana dan memilih beberapa sajian, menyerahkan pada pelayan.


" Mengapa kamu hanya memesan sedikit, tenang saja aku sudah membawa uang hari ini"


"Emosiku hari ini sedang tidak terlalu baik, jadi hanya makan sedikit" tentu saja bernett berbohong, lalu ia bertanya."Bagaimana dengan pekerjaanmu?"


"Aku baik- baik saja" candice tertawa, keadaan seperti ini sangat menyenangkan.


Mereka berdua makan selama setengah jam, lalu kembali ke parkiran mobil.


"Kabar ayahmu mengalami sedikit perkembangan yang baik,orang- orangku sudah menemukan sopir yang menabrak ayahmu, selama dia berkata dalang di balik ini akan terbongkar" bernett membuka obrolan.


"Aku ingin memastikan, apakah orang itu adalah zack lu?" tanya candice.


"Orangku sedang mengumpulkan segala jenis bukti,jika itu adalah zack lu, dia akan menerima balasan sesuai dengan perbuatannya."


Candice merasa sangat bodoh saat itu, ia sudah mempercayai ucapan andreas lu yang berbohong padanya, kedua mata candice mulai basah memikirkan nasib tragis ayahnya.


Bernett memeluk kepala candice ,jasnya basah karena air mata, ia tidak merasa keberatan malah merasa senang.

__ADS_1


Ia memberikan tissu pada candice." Sudah jangan menangis lagi"


Candice mengambil tisu, mengelap matanya, ia menurut tidak menangis lagi..


__ADS_2