Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Cemburu yang lucu


__ADS_3

Candice melihat berkas saham dengan teliti.


Berdasarkan informasi saham saat itu, ayah andreas lu adalah yang paling banyak, kedua adalah paman andreas dan ayahnya adalah di posisi keempat,tahun itu lu corp masih berantakan.


Sekarang dia memastikan, pembunuh ayahnya diantara lima orang ini, candice meragukan ayahnya andreas,pada saat pemilihan ketua ayahnya masih memilih ayah andreas.


Apa mungkin pamannya andreas lu, zack lu? pandangan candice tertuju pada foto zack, ia teringat pernah bertemu waktu pernikahan dirinya, zack adalah orang licik dan bermulut pedas,saat itu ayah andreas yang sakit parah memberikan sahamnya ke andreas.Zack adalah saingan andreas.


Candice menggigit bibirnya, tangannya mengepal, ia merasa zack ada di balik semua ini.


Kantor gong's corp.


Bernett sedang melihat berkas pemegang saham lu corp lima tahun lalu.


Setelah melihat beberapa waktu, bernett tersenyum, tidak disangka andreas memakai cara ini, pantas saja dia bisa duduk di kursi direktur lu corp.


Di mata bernett, andreas sudah menyiapkan sesuatu yang jahat untuk candice dan dia sudah memprediksi kalau aku pasti akan membantunya.


Saat ini candice pasti berfikir jernih, orang yang dia cari adalah zack lu.


Apa yang akan di perbuat wanita ini?


Zack yang dia kenal adalah seorang yang licik, candice ingin melawan dia, ini sangat berbahaya.


Andreas adalah orang yang bajingan, untuk memuluskan rencananya mengirim candice ke tempat berbahaya.


Candice menelepon bernett.


"Halo, ada apa candice?" tanya bernett


"Aku ingin bertemu dengan zack lu,kamu bisa bantu? dimana dia berada"


"Ada apa kamu ingin bertemu dengan zack?" bernett pura- pura tidak tahu.


"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padanya"


"Baiklah ,beri waktu aku setengah jam"


"Terima kasih"


Bernett gong menyuruh bella mencari keberadaan zack lu malam ini..Sekitar 10 menit bella memberitahu zack ada pesta jam 7 malam di hotel orion..


Bernett menelepon candice." Jam Setengah 6 aku akan menjemputmu di perusahaan, kamu tunggu aku"


"Baik"


Pukul setengah enam mobil bernett sudah terparkir di depan gedung perusahaan candice..


Begitu masuk mobil candice bertanya." Apakah kamu sudah menemukan zack lu?"


"Malam ini zack ada pesta jam tujuh malam di orion hotel"


"Kalau begitu ayo pergi kesana" candice sudah tidak sabar.

__ADS_1


"Untuk apa terburu- buru, apakah kamu mengira zack yang membunuh ayahmu?"


"Iya, makanya aku ingin bertemu dengannya"


Bernett mengerutkan kening." Lihat pakaianmu, apakah ke pesta memakai baju kantoran?"


"Aku kesana bukan untuk pesta, hanya ingin bertemu dengan zack"


"Apa kamu pikir bisa masuk ke hotel, kamu harus menjadi pendamping wanitaku, menjadi wanitaku harus cantik dan rapi"


"Baiklah, bawa aku ke butik pakaian" benar juga yang bernett katakan, ia tidak punya undangan.


Selama satu jam candice mengganti baju dan memakai riasan, penampilannya semakin cantik dan mempesona.


Bernett sudah masuk ruangan pesta, ia masuk tanpa undangan dengan lancar mengingat statusnya.


Kedatangan pria seperti bernett mencuri perhatian banyak orang, ditambah lagi ia di dampingi wanita cantik dan menawan di sebelahnya.


Zack melihat bernett datang merasa terkejut, ia juga merasa familiar dengan wanita pendampingnya ,namun dia tidak ingat namanya.


Candice melihat zack sedang minum anggur di temani wanita cantik.


Bernett memegang tangan candice berjalan ke arah zack.


"Tuan gong, tidak disangka anda datang, ini adalah suatu kehormatan" beberapa orang menyapa bernett .


Zack di depan bernett merasa ada tekanan, walaupun pria ini masih muda,tidak bisa dianggap sepele,di keluarga gong pria ini diberi kekuasaan dan kekuatan.Dan lebih baik tidak memprovokasinya.


Candice berdiri di samping bernett menatap wajah zack dengan permusuhan.Zack juga merasa terkejut, ia ingin memastikan.


Candice belum menjawab, sebuah tangan besar merangkul pingganggnya.


"Ini adalah pendamping wanitaku malam ini, namanya adalah candice cheng" bernett memperkenalkan wanitanya.


Zack merasa cukup terkejut, namun dia menutup dengan senyuman."Nona cheng, tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi, aku adalah sahabat baik ayahmu"


"Benarkah?" candice merasa lucu.


"Candice, aku turut berduka cita atas meninggalnya ayahmu, saat itu aku sedang berada di luar negeri, tidak sempat menghadiri pemakaman"


"Terima kasih" candice tersenyum palsu.


Bernett menarik tangan candice."Candice temani aku, mengucapkan beberapa kata pada temanku"


Candice mengikuti bernett, ia merasa hatinya sedang buruk, bahkan ia minum dua gelas anggur dan sedikit mabuk..


Setelah beberapa saat bernett mengajak pulang."Ayo pulang.


Mereka bergandengan tangan sampai di mobil hitam bernett. mobil melaju keluar dari parkiran hotel.


"Terima kasih" ucap candice lirih.


Bernett menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang kelihatan sepi." Aku tidak suka terima kasih, cuma di bibir saja"

__ADS_1


"Kamu"


"Ciuman ini tidak boleh kamu tolak"


Tiba - tiba bibir candice dicium lembut dan tidak kasar ..Aroma alkohol membuat candice melayang, ia memejamkan matanya.


Candice tidak bisa menolak ciuman ini bahkan menikmati, sampai baju gaunnya berantakan karena pergulatan mereka berdua.


Bernett mencium di atas dadanya dan menghisapnya menyisakan bekas warna merah yang mencolok..


Candice merasa kaget menjambak ringan rambut bernett."Apa yang kamu lakukan?"


"Hanya ingin membuat tanda merah di atas dadamu"


Candice mendorong bernett ia merapikan gaun malamnya, ia melihat bekas hitam agak kemerahan di atas dadanya.


Bernett lanjut mengemudi ia memuji dengan senang." Penampilan yang baik"


Candice merah,ia tertunduk, apakah ini karena alkohol, sehingga aku menikmati cumbuan pria ini...Perasaan candice campur aduk.


Mereka sampai di parkiran apartemen, candice memakai pakaian kerjanya untuk menutupi bekas ****** di atas dadanya.


Baru masuk ke dalam rumah, sudah terdengar suara teriakan bryan." Bibi, aku akan menemukannmu" mereka berdua sedang bermain petak umpet.


Tubuh candice kaku dan mendorong bernett menjauh, ia mengenakan baju dan rambut yang berantakan.


"Daddy, mommy, kamu sudah pulang?"


Bernett mengerutkan alisnya."Kenapa kamu ada dirumah?"


"Daddy, kenapa aku tidak boleh berada di rumah" bryan merasa cemburu daddy begitu dekat dengan mommy.


Candice mendekati anaknya ia memeluknya, ia melihat bernice bersembunyi di belakang kulkas dengan wajah merah.


Candice merasa gila, bernice pasti mengetahui apa yang di lakukan bernett padanya, hingga semua pada tubuhnya berantakan.


Sungguh memalukan


Bernice pura- pura tidak melihat kakak dan candice, ia berbicara dengan bryan." Bryan, karena mommy daddy sudah pulang, bibi pulang duluan"


Ia kemudian mengambil tas, pergi melarikan diri dari situasi canggung di dalam.


Bernett mendekati anaknya." Kenapa kamu pulang sangat cepat? bukankah daddy bilang akan menjemputmu?"


"Bibi, tadi mengajakku ke tempat belanja, setelah selesai, kita kembali" bryan murung, ia tahu ayahnya ingin berduaan dengan mommy.


"Mommy, bolehkah aku tidur denganmu?" bryan tidak membiarkan ayahnya menguasai sang mommy.


"Tidak" jawab bernett gong.


"Aku sudah lama tidak tidur dengan mommy" bryan tidak mengalah dengan ayahnya.


Candice merasa senang dan tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah, tidur dengan mommy malam ini."


Bernett menatap anaknya cemburu, sikecil malam ini sungguh tidak baik.


__ADS_2