
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Postur tubuh vivi sangat ideal, makanya tidak sulit mencarikan gaun untuknya, hanya tinggal memilih desain dan modelnya. Clint juga baru pertama kali membelikan pakain untuk wanita. Tapi beruntung selera clint cukup bagus. Di toko gaun mewah clint melihat gaun berwarna perak, dengan kain berkualitas tinggi, cukup elegan dan mempesona.Tentu saja tidak terlalu terbuka.
"Baiklah, aku mengambil yang ini saja" kata clint pada pelayan toko.
"Tuan, gaun ini berharga 1,9 milyar" pegawai toko tersenyum.Karena clint terlihat masih muda dan pegawai tidak yakin pria di depannya bisa membayar.
Clint tersenyum tipis."Baiklah, carikan juga sepatu yang cocok untuk gaun ini"
Clint telah mengetahui ukuran kaki vivi, pegawai membawakan sepatu hak tinggi berwarna perak.
Clint segera membayar sepatu dan gaun, ia tidak lupa membeli satu set pakain untuk dirinya sendiri.
Ia tidak kekurangan uang, walaupun dirinya hanya seorang dokter, ia mempunyai investasi sendiri untuk menghasilkan uang, ditambah lagi sejak dulu ayahnya juga berinvestasi. Bisa dibilang clint adalah putra konglomerat yang tersembunyi.
Walaupun di luar terkenal sebagai tuan muda keluarga kerajaan, tuan muda istana presiden, tapi dalam sisi finansial sama sekali tidak kekurangan uang.
Setelah kembali ke hotel, clint menggantung gaun vivi, sambil menunggu vivi pulang kerja, lalu berganti baju dan pergi bersama ke acara perjamuan makan.
Vivi sudah selesai bekerja pukul 5 sore dan menelepon clint sudah berada di depan hotel.
Vivi segera ke kamarnya dan melihat clint sudah berdiri di balkon, sang pria telah mengenakan pakainnya, satu set jas berwarna abu-abu dan menampilkan ketampanannya.
Hati vivi menegang, tanpa berdandan sang pria sudah tampan, begitu berdandan sedikit saja, pesona dan wibawanya tidak dapat di tandingi oleh siapapun.
Vivi merasa dirinya mendapatkan harta karun, bagaimana bisa pria yang begitu tampan bisa memilihnya?
Pria seperti clint pasti di impikan oleh banyak wanita!
Ia teringat sally yang begitu baik pada clint dan selalu mencari perhatiannya.
Tapi, sekarang pria ini telah menjadi miliknya dan di masa depan harus menjaganya.
Clint menatap pakaiannya sendiri dan tertawa.
"Kenapa? apa aku terlihat jelek memakai ini?"
Vivi menggelengkan kepalanya dan tertawa.
"Aku sungguh terpesona denganmu, kamu sangat tampan"
__ADS_1
Kali ini clint merasa sangat senang." Benarkah? menurutmu aku tampan?"
"Tampan, kamu sangat tampan"
Clint dulu tidak pernah memperdulikan tentang penampilan,sekarang sudah mempunyai kekasih dan harus berpenampilan sedikit rapi.
Meskipun agak aneh, sekarang berdandan rapi saja sudah membuat vivi merasa senang.
"Bagaimana dengan gaunku?"
Clint membuka lemari dan mengeluarkan gaun yang masih di lapisi plastik tipis, ada juga sepatu hak tinggi berwarna perak. Vivi menyipitkan matanya."Apakah kamu yang memilihnya?"
"Apakah yang kupilih jelek?" clint merasa panik.
Vivi tersenyum."Tidak, seleramu sangat bagus"
Setelah berkata vivi menyentuh gaun itu dan merasakan kain lembut berkualitas tinggi.Ia segera menoleh dan bertanya."Apakah kamu menyewa atau membelinya?"
"Membelinya, tidak terlalu mahal, kok" clint tersenyum.
"Jangan membohongiku, kamu kira aku tidak bisa melihatnya? kamu tak mungkin membeli gaun ini dibawah 1,5 milyar"
Clint terkejut."Bagaimana kamu bisa tahu?"
"Aku dibilang cukup pengalaman di bidang ini" vivi memang berpengalaman soal pakaian.
Clint merasa malu, ternyata langsung terpegok olehnya.
Clint tertegun sejenak, ciuman itu membangkitkan gairahnya,tiba-tiba merangkul pinggang vivi dan menariknya ke dalam pelukannya.
Vivi tertegun dan merasakan gairah sang pria.
Saat clint menciumnya,vivi menyambut dengan antusias. Lidah mereka saling terpaut. Ciuman lebih ganas dan agresif.
Mungkin mereka Berdua sudah lama sendiri, vivi juga memeluk lehernya, akhirnya mereka Berdua terjatuh di ranjang.
Dan keadaan semakin tidak terkendali. Bagaikan kayu kering di masukkan ke dalam bara api, Tubuh mereka terbakar api gairah.
Vivi memejamkan matanya dan tubuh clint juga sudah tegang.Tiba-tiba ponsel vivi berdering.
"Jangan diangkat" kata clint serak. Clint kembali menciumnya.
Disaat seperti vivi juga tidak ingin mengangkat telepon,tapi ponselnya terus berdering. Namun ponsel berdering kembali.
Karena telah menelepon dua kali, vivi tidak berani tidak menghiraukannya.Ia mengecup bibir clint sebentar."Biarkan aku mengangkat telepon dulu"
Clint hanya bisa membiarkannya dulu.
__ADS_1
Vivi mengambil telepon,wajahnya masih memerah,nafasnya juga masih berantakan, ternyata ibunya yang menelepon.
"Halo bu"
Yohanna bertanya dengan cemas."Vivi, apakah pekerjaanmu disana sudah selesai? kapan kamu akan pulang?"
"Mungkin besok lusa"
"Masih dua hari lagi, apakah pekerjaanmu berjalan lancar?"
"Sangat lancar bu, jangan khawatir"
"Bagaimana bisa aku tidak Khawatir? sedang berada di negara yang kacau, aku berharap kamu selamat dan baik-baik saja"
"Baiklah bu, kita mengobrol lagi saat aku pulang, aku masih ada urusan"
"Baiklah, aku tunggu kepulanganmu" yohanna menutup telepon.
Vivi menghela nafas, ia segera melihat wajah tampan dan maskulin, hatinya berdebar kencang, bagaimana bisa dirinya menjadi se agresif ini?
Tiba-tiba ponselnya berdering lagi, vivi langsung mengangkat telepon, clint merasa pening melihatnya menerima telepon lagi.
"Halo"
"Vivi, jangan sampai terlambat ke perjamuan pesta kali ini, kita harus datang tepat waktu dan meninggalkan kesan yang baik"
Vivi mengangguk."Baiklah, aku akan datang tepat waktu"
Vivi menatap teleponnya, ternyata sudah jam enam sore, perjamuan akan dimulai pukul setengah delapan malam.Ia tidak boleh terlambat.
"Aku harus berdandan dan kita segera berangkat" vivi hanya bisa membiarkan urusan tadi tergantung dan bisa melanjutkan setelah acara perjamuan makan malam.
Clint tersenyum."Kebetulan, waktu yang singkat ini tidak akan bisa memuaskanku"
Mendengar perkataannya, wajah vivi memerah, namun dalam hatinya juga menginginkannya.
Ini adalah hal yang wajar bagi pasangan dewasa.
Vivi berganti pakaian dan mengenakan gaun malamnya, sosoknya langsing dan ideal. Gaun ini menunjukkan lekuk tubuhnya, kulitnya yang cerah menambah kecantikannya.
Saat berganti pakaian tadi vivi tidak bersembunyi dari clint, ia mengganti baju dengan malu-malu dan tatapan mata clint semakin dalam.
Keinginan untuk memiliki sang wanita semakin kuat. Clint mendekatinya dan membantu membetulkan gaunnya.Selanjutnya clint mengambil tangannya, vivi mengira clint ingin menuntunnya, namun sebuah cincin berlian malah masuk ke jarinya.
Vivi tertegun sejenak dan melihat kebawah jarinya, ia melihat sebuah cincin berlian yang indah. Vivi menatap clint dengan serius.
Clint meraih tangannya dan menciumnya.
__ADS_1
"Vivi chu, menikahlah denganku, jadilah istriku"
Vivi menutup mulutnya dan air mata haru keluar dari matanya, ia segera memeluk clint dan berkata tanpa ragu."Aku bersedia"