
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Jam 5 sore bernett menjemput candice di apartemen,jam setengah enam candice memasuki tempat acara yang sudah di dekorasi dengan meriah.Para guru juga mengenakan pakaian pesta, para bocah menggunakan riasan wajah, anak perempuan seperti tuan putri kecil dan anak lelaki seperti pangeran.
Semua berdandan mereka sangat imut dan menggemaskan.
Saat candice dan bernett berjalan menuju tempat duduk, ia melihat seorang wanita muda menggendong anak perempuan yang cantik dan candice ingin sekali melahirkan anak perempuan yang cantik.
Walaupun bryan tampan, namun candice masih ingin melahirkan anak perempuan, saat bryan masih balita ia membelikan semua warna pakain berwarna ping, itu menggemaskan, sekarang mana berani membeli warna ping, pasti bryan tidak mau memakai.
"Mommy, daddy" bryan diantar oleh guru dari belakang panggung, ia melihat bryan menyisir rambut ke samping, mengenakan jas kecil dengan rompi di tengah, ia sudah seperti tuan muda ganteng dan berkharisma.
Tentunya wajah imutnya tidak kalah ganteng dengan sang ayah.
"Aku merasa anak kita lebih tampan daripada kamu" candice berkata pelan kepada bernett.
Bernett tersenyum."Tentu saja, anak kita lebih tampan daripada aku, dia sebagai generasi pengerus harus naik satu tingkat lebih baik"
"Tidak, daddy juga sangat tampan, mommy kamu lahirkan anak perempuan lagi saja, pasti akan sama cantiknya denganmu" bocah kecil masih ingin adik perempuan yang imut.
Bernett melirik ke wanita di sampingnya.
"Kita harus mengabulkan permintaan bryan, semoga tahun depan sudah mempunyai anak perempuan"
Candice tersenyum."Kita bicarakan lagi nanti, semoga diberi kemudahan"
Bernett tersenyum bahagia, candice tidak menolak untuk melahirkan anak lagi.
Acara akan di mulai, para orang tua siswa sudah duduk dengan tenang.Kebanyakan siswa yang sekolah disini adalah dari keluarga kaya raya, bernett sesekali harus membalas sapaan orang- orang yang mengenalnya.
__ADS_1
Di awal pembukaan acara, sudah melihat ada 4 anak kecil , dua laki- laki dan dua perempuan. Bryan termasuk diantara empat anak ini.
Candice sangat bahagia, melihat anaknya berdiri di atas panggung, ia juga bangga, saat ini anak perempuan dan laki sedang memberikan kata sambutan. Ia menunggu bryan mengucapkan kata sambutan.
Saat ini giliran bryan untuk menyampaikan sambutan, selanjutnya terdengar anaknya memberikan kata sambutan menggunakan bahasa inggris yang lancar dan teman gadis yang dari luar negeri juga memberikan sambutan dengan bahasa inggris.
Tiba- tiba seluruh penonton menjadi heboh, tepuk tangan terdengar setelah kata sambutan bryan dan anak bule tersebut.
Candice merasa senang anaknya dengan lancar menyampaikan sambutan, bahkan tidak terlihat gugup sama sekali, sudah seperti sang ayah yang biasa berdiri di atas panggung memberikan sambutan dan pidato.
Bryan menjadi pusat perhatian, wajahnya yang tampan dan imut ditambah ia adalah penerus masa depan keluarga gong, para orang tua yang mempunyai anak perempuan ingin menikahkan dengan bryan.
Pesta berlangsung selama dua jam lebih, pukul 21.30 acara selesai, tadi saat acara berlangsung sangat meriah, semua bakat anak- anak di tampilkan di atas panggung menari, menyanyi, menggambar semua aspek di tampilkan.
Candice berjalan sambil memegang tangannya, ia melihat tatapan orang- orang mengarah padanya, anaknya memang sudah membuat bangga.
"Anakku, penampilanmu sangat luar biasa" bernett memuji anaknya.
"Daddy, aku segera akan libur, apakah kamu ingin mengabulkan impian kecilku?" bocah kecil berkata manis.
"Katakanlah"
"Tapi, bukankah kakek dan nenek akan menghabiskan tahun baru disini dan untuk masalah adik perempuan kamu tanyakan pada ibumu?" bernett bertanya
"Mereka sudah berjanji mengajakku ke luar negeri" bryan menatap sang mommy."Mommy, kapan aku mempunyai adik perempuan?"
Candice saat ini juga ingin pergi mengunjungi rumah kedua orang tua bernett."Aku juga ingin pergi kesana bersama bryan, kamu setuju kan? untuk adik perempuan mommy dan daddy akan berusaha"
Bernett mengerutkan alisinya ia tidak ingin berpisah dengan sang wanita."Kamu keluar negeri untuk apa?"
"Aku ingin berlibur, setelah tahun baru aku harus bekerja, mumpung ada waktu gunakan waktu bersama anak kita" candice sudah membuat keputusan untuk menemani bryan.
"Tapi, daddy tidak bisa pergi"
"Daddy, tinggal disini untuk bekerja, aku, mommy, kakek dan nenek yang akan pergi keluar negeri"
__ADS_1
"Dasar tidak punya hati, kamu ingin meninggalkan daddy sendirian" bernett memeluk anaknya dengan sedikit kesal.
Mereka bertiga masuk mobil duduk di kursi belakang.Candice berkata pada bernett.
"Kemarin kamu sendiri yang berjanji pada anakmu akan mengabulkan permintaannya, sekarang anak sudah mengatakan permintaan, kamu jangan menyesalinya."
"Iya daddy, kamu tidak boleh menyesal.
"Baiklah, aku mengizinkan kalian disana selama setengah bulan dan setengah bulan kemudian menghabiskan waktu disini untuk tahun baru"
Candice dan bocah kecil menjadi semangat, candice juga sudah lama tidak berlibur, sekarang ia seperti anak kecil kegirangan.
"Tiga hari lagi daddy akan mengatur pesawat untuk kalian" bernett menatap anaknya."Bryan, kamu dua hari ini harus menginap di istana"
"Ok siappp" bocah kecil setalah berkata merasa bingung dan bertanya."Daddy, kenapa kamu sering menyuruhku menginap di istana?"
Wajah candice memerah dengan cepat, ia sangat malu dengan anaknya.
"Karena aku ingin mempererat hubunganku dan mommymu" bernett berkata santai sambil tersenyum.
Perkataan ini membuat candice semakin malu, pria ini membohongi anaknya tanpa rasa bersalah.
"Iya daddy, aku akan menginap di istana dengan pintar dan patuh, aku bisa bermain dengan fluffy." bocah kecil membayangkan liburan dengan semangat.
"Biarkan malam ini bryan tidur di apartemen saja" candice merasa kasihan dengan anaknya.
"Bukannya sudah habis?"
bernett bertanya terus terang.
"mana ada" candice langsung melototi dengan kesal.
Bocah kecil melihat daddy dan mommy membicarakan hal yang tidak ia ketahui, ia bertanya dengan penasaran."Daddy,mommy, kalian sedang membicarakan tentang hal apa?"
"Tidak apa- apa, malam ini kamu tidur dengan di apartemen, besok baru ke istana, lagian ini sudah mau jam sepuluh malam" bernett mengelus kepala putranya, hari ini membiarkan sang wanita melarikan diri.
__ADS_1
Sesampai di apartemen bernett memandikan sikecil, sementara candice memanaskan susu untuk sikecil.
Bryan selesai mandi dan minum susu sudah menguap di atas kasur kecilnya, bernett membacakan buku cerita anak- anak hingga bryan terlelap, sebelum keluar bernett mengecup pelan dahi sang anak.