Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
daddy dan mommy tidur bersama


__ADS_3

Candice kembali ke dalam kamar, ia juga tidak bisa terlelap , ia masih merasa kesal dengan sikap bernett gong menindih dan menciumnya.


Mata tertutup di penuhi bayangan pria jahat tadi...


Sekitar pukul 1 malam pintu kamar candice diketuk, ia langsung membuka kunci, ia juga belum terlelap.


Saat membuka pintu, ia melihat tubuh bernett gong tangannya sedang memegang perutnya, wajahnya ada keringat..


Bernett berkata dengan meringis kesakitan.


"Ingat, kotak obat di taruh dimana?"


"Kenapa?"candice masih merasa kesal.


"Perutku sakit"


Candice langsung memikirkan makanan hot dog tadi malam, ia pasti mengalami gangguan pencernaan


"Sungguh?" candice tidak mau ditipu pria ini.


Bernett melotot ke arahnya." Menurutmu?"


Candice melihat raut wajahnya tidak berbohong, ia ingat waktu membereskan rumah menaruh kotak obat di kamarnya di dalam lemari bawah, ia mengambil obatnya.


Bernett gong duduk di sofa ruang tamu masih kesakitan, candice mengambil obat sakit perut dan menuangkan segelas air hangat.


Ia membaca dan tata cara meminum obat.


"Kamu ini gangguan percernaan, makan ini lebih baik." candice memberikan obat padanya.


Bernett juga percaya candice." berikan padaku"


"Makanlah dua kapsul" bernett menelannya dengan air hangat.


Candice menghela nafas."Kelihatannya, lambungmu masih sangat manja dan berharga , lain kali aku tidak akan membawamu ke tempat itu"


Bernett diam tanpa bicara.


Setelah candice mengembalikan obat ke dalam kotak, ia menunggu lima menit bernett masih duduk memelas di atas sofa.Candice hendak kembali ke kamar, namun ia merasa kasihan pada pria ini." Kenapa tidak kembali ke kamar dan tidur?"


"Tidak bisa tidur"Sakit di perutnya sudah mulai berkurang.


Candice berjalan ke arah dispenser menuangkan air hangat."Minumlah ini,akan membantu"


Bernett meminumnya" Apakah kamu sedang menemaniku?"


"Menemanimu satu jam saja"

__ADS_1


"Perlu bayar?"


"Tergantung kamu memberiku berapa dulu?"


"Tidak pakai uang, pakai badan saja, apa kau mau?"


"Tidak mau" candice merasa lucu memandang wajahnya."Dengan kondisimu yang seperti sekarang ini, apa kamu yakin membayar dengan badanmu?"


Bernett muram, apakah wanita ini meragukan kejantanannya? Bernett membalas ucapannya.


"Apakah kamu mau berperang melawanku di ranjang sekarang?"


Candice tidak berani menggoda lagi." Aku akan berbaring disini, kalau masih tidak enak panggil saja aku, aku akan membawamu ke rumah sakit"


Hati bernett merasa hangat mendengarnya, sebenarnya sekarang sakitnya tinggal sedikit lagi, namun tidak mengatakannya, bernett menikmati wanita ini mau menemaninya, ia harus memanfaatkan momen seperti ini.


Candice sudah sangat ngantuk, tidak lama ia tertidur pulas.


Bernett memandang wajah polos candice sebentar, ia berdiri dan menggendongnya, candice terbangun karena gerakan bernett." mau apa?"


"Menggendongmu tidur di kamar" candice waspada namun badannya masih lemas, hanya nurut di gendong.


Bernett membaringkan candice dan duduk di tepi ranjang,candice mendorong tubuh bernett.


"Kembalilah ke kamarmu sendiri"


Candice berpikir sejenak, benar juga." Kamu jangan sentuh aku" ia membalikkan badannya


Perkataan candice, terdengar lucu dan menggemaskan di fikiran bernett gong.


Candice membiarkan bernett tidur di sebelahnya,itu berarti rasa was- was candice terhadap bernett sudah berkurang,Bernett memandangi punggung candice sekitar limabelas menit, ia juga merasa ngantuk, bernett mendekat ke arah candice memeluk tubuh mungilnya..


Candice sempat terbangun sebentar saat membalikkan badan melihat wajah tampannya, ia tertidur lagi karena kantuknya yang berat.


Bernett terbangun karena gerakan candice, ia tersenyum puas, memandang wajahnya, mencium keningnya sebentar, sungguh momen yang begitu bahagia bagi bernett, ia kembali menutup mata dan tertidur.


Karena dua orang ini tidur terlalu larut malam, oleh karena itu mereka bangun terlambat, mereka berdua masih berpelukan, sikecil di kamar sebelah sudah terbangun.


Yang dilihat pertama kali sikecil adalah kamar daddynya,melihat kamar kosong, ia sedikit panik.Bryan berlari kecil ke kamar mommy, mata kecil bryan membuka lebar.,Eh, mommy dan daddy tidur bersama.


Setelah terkejut beberapa saat, bryan mengambil hp ibunya di atas meja rias, bryan tersenyum, membuka kameranya, dan mulai menfoto daddy dan mommy berpelukan sambil berhadapan..Setelah mengambil beberapa foto, bryan berjalan perlahan keluar dari pintu, ia tidak ingin membangunkan mereka berdua.


Bryan kembali ke kamarnya bermain dengan robot miliknya.


Candice terbangun pukul sembilan pagi, saat ia membuka matanya melihat wajah tampan hanya berjarak beberapa centi. Tangan pria ini satu di punggunggnya, satunya di dadanya..Ia terkejut langsung melepaskan tangan pria ini dengan kasar.


Gerakan yang kasar membuat bernett terbangun." Pagi"

__ADS_1


"Hey ...kau"candice menatapnya dengan kesal.


"Aku tertidur pulas,aku tidak tahu apa yang aku lakukan?" Memang tidur sambil memeluk wanita ini sangat nyaman.


Candice bangun berjalan menuju kamar anaknya, ternyata bryan sudah terbangun.


"Bryan, jam berapa kamu bangun?"


"Baru saja"


"Kenapa kamu tidak membangunkan mommy"


"Tadi waktu aku ke kamar mommy, melihat mommy dan daddy sedang tertidur berpelukan, makanya aku tidak membangunkan"


"Tidak kok,anak kecil tidak boleh bicara sembarangan ya" candice tidak ingin anaknya tahu ia tidur dengan bernett gong.


"Mommy, aku tahu kamu pasti bicara seperti itu, makanya aku sudah menfoto mommy."


bryan mengambil hp di sebelahnya dan menyerahkan pada candice.


Candice melihat banyak foto dirinya, setidaknya ada belasan foto dengan sudut pandang yang berbeda.


Wajah candice memerah,Ia memandang wajah anaknya rupanya sangat cerdik, benar- benar seperti bernett, sama- sama licik.


"Jangan beritahu ini pada siapapun,tahu tidak? bibi, nenek, kakek juga tidak boleh tahu" candice memperingatkan bryan.


"Kenapa?"


"Karena hal ini adalah hal yang memalukan, kalau sampai mereka tahu, mereka akan menertawakan mommy"


"Oh baiklah" bryan mengangguk- anggukkan kepala.


Bernett berdiri di depan pintu sedang memandang candice mengajar anaknya.


Saat membalikkan badan candice , melihat bernett gong berdiri di sebelah pintu, ia merasa malu kabur ke kamarnya.


"Daddy, kenapa kamu tidur di kamar mommy?"


"Bukankah, kamu mau adik perempuan?"


"Iya, mau"


"Makanya, jangan banyak tanya lagi."


"Kenapa"


"Lain kali, daddy akan memberitahu padamu" setelah itu bernett kembali ke kamarnya..

__ADS_1


__ADS_2