Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Tidur seranjang


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


Mungkin dia telah di kurung di suatu tempat dan mencoba kabur dan dikejar beberapa orang.


Mungkin gadis ini ingin melupakan masa lalunya dan mengalami amnesia.


"Aku akan memberikan nama padamu, untuk sementara waktu"


Sang gadis mengangguk.


Daniel memikirkan nama ines,namun takut nama ini akan mempengaruhi perawatan kesembuhannya."Aku akan memanggilmu floren"


"Baiklah, aku sangat menyukainya" gadis tersenyum cerah,menampilkan barisan gigi yang putih dan terlihat mempesona.


Daniel terpesona dengan senyumannya sejenak,dan segera memalingkan wajahnya." Apakah kamu ingin mandi?"


Karena gadis ini tadi berlarian dan berkeringat, pasti merasa tidak nyaman


Daniel berjalan ke arah tangga."Oh ya! kamarmu berada di atas"


Florencia segera mengikuti ke lantai dua, ia melihat sosok pria yang berwibawa dan penuh kekuatan.


Gadis yang penasaran bertanya."Kamu sebenarnya siapa? kenapa semua orang di rumah sakit sangat menghormatimu?"


"Aku klien mereka" daniel tersenyum,ia menunjuk sebuah kamar."Ini adalah kamarmu malam ini,jika perlu sesuatu panggil saja aku"


"Aku.. aku tidak punya baju ganti" sang gadis berkata lirih.


Daniel mengerutkan keningnya,selama ini tidak pernah membawa gadis ke rumah ini, dan sudah jam duabelas malam, jika memerintahkan bawahannya akan mengganggu,lagipula ini bukan bagian kerjaan mereka.


"Sekarang sudah larut malam,kalau kamu tidak keberatan bisa memakai bajuku" daniel hanya bisa menawarkan ini.


"Aku tidak masalah" sang gadis menatap daniel.


Daniel juga menatapnya, sebuah keluarga biasa saja bisa melahirkan gadis secantik ini.


Ia masuk kamarnya memilih baju putih kemeja dan menyerahkan padanya."Malam ini pakailah ini dulu, besok pagi aku akan menyuruh orang mengantar pakaian untukmu"


Florencia menundukkan kepala, ia terlihat malu menerima pakaian.


"Baiklah,tidurlah dengan nyenyak malam ini"


"Mmmm" Florencia memegang baju di pelukan dan masuk ke dalam kamar.


Daniel menghela nafas, sejak menabrak gadis itu fikirannya terfokus padanya,padahal dia ingin buru-buru pulang untuk mengerjakan pekerjaan.

__ADS_1


Ia berjalan ke ruang baca dan menyelesaikan pekerjaan selama dua jam.


Saat kembali keadaan di kamar tamu sunyi, mungkin gadis itu sudah tertidur.


Daniel masuk ke kamarnya dan berganti piyama tidur,tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.


"Ada apa,apakah ada masalah ?" daniel melihat wajah pucat sang gadis.


"Aku... aku tidak berani tidur sendirian" sang gadis menangis dan melemparkan tubuhnya ke dalam pelukan daniel.


Tubuh daniel kaku, ia dapat mencium bau harum sabun mandi gadis ini,wajahnya terlihat lebih segar.


"Jangan menangis lagi, kamu bisa tidur di kamarku" daniel menepuk pelan punggungnya.


"Lalu bagaimana denganmu"


"Aku akan tidur di sofa tepat di sebelahmu" daniel menunjuk sofa panjang dan muat untuk tidur seseorang.


"Tidak.. aku tidur di sofa, kamu tidurlah di ranjangmu" Florencia terlihat sungkan.


"Tak apa, aku seorang pria, aku bisa tidur di sofa"


"Aku belum tahu namamu"


"Aku bernama daniel xi" daniel berkata jujur.


Mungkin saja gadis ini pernah melihat namanya di dalam surat kabar.


Daniel mengambil selimut di dalam lemari dan berbaring di sofa, ia melihat punggung gadis mungil di depannya.


Sang gadis membalikkan badannya, tatapan mereka saling beradu sejenak dan suasana menjadi canggung.


"Tidurlah" daniel memalingkan wajahnya menghindari tatapan sang gadis padanya.


Florencia menatap wajahnya sejenak dan memejamkan matanya.


Daniel tidak bisa tertidur,ia mendengar suara nafas sang gadis yang berada di belakangnya dan mengira sang gadis telah terlelap.


Ia membalikkan badannya melihat gadis yang telah terlelap,wajah mungilnya terlihat sedikit pucat, ia memikirkan kehidupan memprihatinkan gadis ini,setelah berkunjung ke rumah sakit besok dan gadis ini harus tinggal di mana?


...Apakah dia punya tempat tinggal? dan siapa orang yang mengejarnya malam ini? ...


Mungkin ia bisa mencarikan pekerjaan dan membiarkan dia mencoba dulu,ini bisa menghindari kehidupan lamanya dan mencoba kehidupan yang baru.


Daniel baru terlelap sebentar mendengar teriakan ketakutan.


"Jangan sentuh aku... jangan" ia melihat gadis di sebelahnya berusaha memberontak, ternyata dia mengalami mimpi buruk.


Daniel segera duduk di tepi ranjang dan memegang tangannya."Florencia bangun"

__ADS_1


"Tidak.. aku tidak mau kembali..aku tidak mau"


Daniel memegang kedua tangannya yang berusaha memberontak dan akhirnya sang gadis terbangun dari mimpi buruknya,ia menangis dan wajahnya sedikit pucat.


Begitu ia membuka matanya segera duduk dan kedua tangannya memeluk leher daniel erat, wajahnya menempel di dadanya dan masih terisak menangis.


"Hanya mimpi buruk, jangan takut" daniel mengelus punggungnya."Jangan takut, lanjutkan tidurmu"


"Aku tak berani, aku takut"


"Apa yang kamu takutkan?" apakah gadis ini telah mengalami peristiwa yang buruk di masa lalu?


"Aku tidak tahu, tapi saat aku tertidur,aku selalu bermimpi buruk" Florencia bertanya dengan malu-malu."Apakah kamu bisa tidur di ranjang juga?"


Daniel tertegun, mimpi buruknya berkaitan dengan seorang pria, sekarang dia ingin tidur seranjang dengan pria.Apakah gadis ini terlalu polos? atau sang gadis terlalu mempercanyainya?


"Apakah kamu tidak takut padaku?"


Florencia menggelengkan kepala."Kamu sangat baik padaku"


"Tapi... semua pria sangat berbahaya" daniel ingin membuatnya sedikit cerdas.


Tapi dalam fikirannya Florencia merasa yakin pria ini sangat baik."Temani aku tidur sejenak, aku tidak ingin bermimpi buruk lagi, dengan adanya kamu disisiku, aku merasa lebih aman"


Daniel menjadi bimbang, hanya dalam semalam gadis ini sudah sangat bergantung padanya, ini bukanlah hal yang baik, besok pagi harus mengirimnya keluar dari rumah ini dan akan mencarikan sebuah pekerjaan.


Namun gadis ini sangat kasihan, sudah kehilangan kedua orang tuanya, ia tidak bisa menolaknya.


"Baiklah"


Sang gadis tersenyum indah, ia menatap wajah tampannya.


Daniel merasa bingung dan salah tingkah.


"Tidurlah"


Ia merebahkan tubuhnya di kasur dan Florencia segera memeluk erat pinggangnya takut daniel akan turun dari ranjang.


"Pejamkanlah matamu" daniel tidak tahan di tatap seperti ini terus.


Florencia mengedipkan matanya beberapa kali dan memejamkan matanya. Wajah putihnya menempel di dada daniel.


Daniel menelan air liurnya dengan posisi seperti ini sepertinya ia tidak akan tertidur malam ini.


Gadis ini mengenakan pakaiannya, menimbulkan kesan yang ambigu dan masih tidur sambil berpelukan,ini bisa menyebabkan orang lain berfikiran aneh-aneh.


Pengendalian diri daniel sangat kuat, ia tidak meraba tubuhnya, hanya diam berbaring.


Namun gadis ini sungguh memikat, wajahnya yang putih,bibirnya yang sedikit merah lembab sangat menarik.

__ADS_1


Hal ini sangat menantang pengendalian tubuh daniel


__ADS_2