Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Berterus terang padanya


__ADS_3

Pagi hari badan bernice sudah merasa bugar saat bangun, ia berencana jalan- jalan mengelingi komplek tentara..


Ia mendengar suara tentara sedang latihan bertarung, ia melihat nickson melawan dua orang.Walaupun nickson mengalami memar di tubuhnya masih mengalahkan dua orang prajurit.


"Komandan, kemampuan bertarung terlalu hebat" kata salah satu prajurit.


"Kalian berdua juga sudah meningkat bisa melukai diriku"


Bernice masih fokus melihat para tentara latihan, tidak menyadari nickson sudah berada di sampingnya.


"Dilarang mengintip"


"Siapa juga yang mengintip, aku cuma melihat - lihat" bernice merasa malu melihat di pojokan.


Bernice melihat lebam di wajah nickson sedikit khawatir."Kamu terluka,apa harus pergi ke dokter?"


"Ini hanya luka ringan, dioles obat juga sembuh"


kata nickson.


"Benarkah?"


"Ayo, bantu aku mengoles obat" nickson memegang tangannya berjalan menuju kamarnya.


Bernice cukup pemalu, ia tidak berani menatap wajahnya, hanya menundukkan kepala, sentuhan hangat tangan nickson membuatnya berdebar- debar.


Julia ren sedang berdiri menghadap jendela sangat kesal dan marah melihat mereka berdua bergandengan tangan.


Mereka berdua masuk ke kamar nickson, sang pria mengambil obat oles, bernice duduk di kursi menunggu.


Nickson memberikan botol obat kepada bernice.


"Apa cukup hanya di olesi obat?" tanya bernice.


"Kamu bisa menambahkan sedikit pijitan"


Nickson membuka bajunya duduk di kursi, bernice sendiri terpana melihat sosok tubuh bagian atas sang pria, ia menelan ludah.


Tangan bernice mengoles dan memijit bagian tubuh nickson yang memar.


"Lebih keras sedikit" perintah nickson, ia merasa nyaman sentuhan telapak kecil bernice.


Bernice memijit dengan menggunakan tenaga sampai berkerongat dan wajahnya memerah.


"Apa itu begini lebih baik?"


Nickson menoleh ke belakang melihat wajah memerah bernice sangat lucu dan imut. Sang pria tidak tahan membalikkan badan menekan tubuh mungil bernice di kursi panjang.


Ia memegang wajahnya sebentar, lanjut mencium bibirnya dengan lembut.


Bernice memberontak takut ada orang yang masuk tiba- tiba, namun ciuman semakin dalam dan ganas.


Julie yang merasa tidak senang melihat mereka berdua masuk kamar nickson berencana pergi mengecek ke kamarnya.


Dua orang bergulat di sofa tidak memperhatikan pintu kamar nickson tidak tertutup rapat.

__ADS_1


Julie saat sampai di depan pintu kamar nickson mengintip dari celah pintu terbuka.Ia terkejut melihat bernice di tekan di sofa oleh nickson.


Mereka berdua sedang berciuman dengan mesra.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" julie masuk dan berteriak marah.


Nickson buru- buru duduk tegak, sementara bernice merapikan bajunya dan duduk dengan wajah menunduk malu .


Julie marah dan emosi mendekat ke arah bernice tangannya terangkat ingin memukul bernice.Nickson dengan cekatan menangkap tangan julie.


"Kamu..NIckson lepaskan tanganku" julie marah.


"Kamu tidak berhak memukulnya" nickson menghempaskan tangan julie.


Julie melotot ke arah bernice."Kamu wanita jalang, tidak ada kemampuan apa-apa, tapi kemampuan merayu pria sangat hebat."


"Julie kamu keluar dulu, aku ingin bicara dengan bernice"


"Kamu katakan saja langsung, apakah kamu menyukai wanita ini?"


"Aku menyukai bernice" nickson menjawab mantap.


"Nickson, kamu keterlaluan, aku selama ini selalu menunggumu, tapi kamu malah memilih dia" julie sudah hampir menangis matanya merah.


"Julie, maafkan aku, aku sudah ada wanita lain di dalam hatiku"


"Apakah dia?"


"Ya"


Bernice meras terkejut, nickson sudah mengukir namaku di dalam hatinya?


"Kamu tenang saja, kalau ketinggalan pesawat aku akan mengantarmu pulang" nickson menenangkan.


"Kamu kenapa berkata menyukaiku? bukankan aku disebut pelakor oleh julie" bernice kesal.


"Aku memang menyukaimu dan aku beritahu hubunganku dengan julie hanya sebatas teman"


"Lalu kenapa selama kamu kembali ke pangkalan tidak bisa di hubungi?"


"Maaf, aku harap kamu bisa melupakanku, mencari pemuda kaya raya,dan bisa menjalani kehidupan mewah dan kaya"


"Siapa yang memberitahumu aku menyukai kehidupan mewah?Siapa yang bilang aku tidak bisa hidup sederhana dan susah?"


Nickson tahu wanita ini sedang kesal dan marah, namun ada perasan hangat di dalam hati nickson."Bernice, apa yang kamu katakan?"


"Aku tidak akan pergi, aku akan menemani kamu disini"


Nickson mengerti gadis ini mengakui perasaan dengan cara lain.


"Aku bisa membiarkanmu tinggal beberapa hari, tapi kamu harus kembali"


"Aku akan tinggal selama sebulan"


"Jangan membuat masalah,kamu baru saja bekerja, apakah kamu ingin kehilangan pekerjaan ini?" nickson menasehati.

__ADS_1


"Pesawat julie pasti sudah lepas landas dan apakah aku bisa mempertahankan pekerjaan ini?" bernice tentu tidak mau kehilangan pekerjaan ini.


Nickson tersenyum."Aku akan memintakan izin untukmu"


"Kamu memintakan izin untukku, dengan identitas apa?"


"Sebagai pacarku"


"Siapa bilang aku mau jadi pacarmu, jangan terlalu percaya diri"


Nickson tidak marah dengan sikapnya."Apa kamu sudah tidak marah lagi?"


Bernice berfikir sebentar."Kecuali selama tiga hari ini kamu memperlakukanku dengan baik."


"Oke" nickson tersenyum mengelus rambut bernice.


Bernice tersenyum bersandar di dada nickson.


Candice saat ini sedang menemani dan mengawasi bernett berbaring di kasur, bernett sedang bekerja di rumah menggunakan laptop.


Saat ini ponsel candice berdering, panggilan dari andreas.


"Siapa?" tanya bernett


"Aku akan menjawab telepon" candice berjalan keluar kamar.


Bernett kesal, wanita sudah menghukum tidak boleh turun dari ranjang dan masih tidak boleh mendengarkan dia menerima telepon.


"Halo"


"Candice, aku akan memberitahumu sebuah berita,jika kamu sudah memegang bukti pamanku,aku harap kamu segera menuntut segera mungkin, aku mendengar zack ingin pergi ke luar negeri dan kamu akan sulit menemukannya." andreas berkata dengan cemas.


"Kapan dia akan pergi?"


"Aku mendengar dia sudah memindahkan uangnya ke bank swisss dan bisa pergi kapan saja, kalau kamu mengajukan gugatan , dia akan tertahan di negara ini dan menjadi tersangka"


"Oke, terima kasih" candice menutup telepon kembali ke kamar bernett.


Andreas memang ingin segera melenyapkan pamannya, makanya ia menggunakan tangan bernett.


"Siapa yang menelepon?"


"Andreas lu"


Bernett bertambah kesal."Apa maksudmu menerima telepon mantan suami di belakangku?"


"Andreas memberitahu zack berencana kabur keluar negeri dan mendesakku untuk segera melakukan gugatan"


"Teknik membunuh andreas sangatlah pintar"


Bernett tahu andreas butuh campur tangannya untuk mengalahkan pamannya.


"Pada jam 1 siang aku akan menyuruh dua pengacara untuk menemanimu ke pengadilan melakukan tuntutan" bernett berkata lagi.


Wajah candice tersenyum bahagia, dia tahu pria ini pasti akan membantunya."Terima kasih"

__ADS_1


"Aku melakukan ini juga untuk diriku sendiri"


Meskipun pria ini mengatakan seperti itu, sebenarnya bernett tidak ingin membebani pikiran candice.


__ADS_2