Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Menjadi pelindung..


__ADS_3

Candice bangun pagi lebih awal,Ia tidak ingin selalu bangun paling siang di rumah, jam masih pukul tujuh pagi...Ia membuka pintu kamar anaknya masih tidur dan membiarkan bryan tidur lama sedikit.


Lalu ia membuka pintu kamar bernett gong, mengecek apakah ia sudah bangun belum, ternyata bernett gong sudah berpakaian rapi..


Candice berjalan ke arah dispenser , ia merasa haus..Bernett datang datang mengambil gelas bekas candice...Lalu menatapnya dengan senyuman." Kapan aku mendapat ciuman selamat pagi."


Candice sudah menduga pria ini tidak melupakan hal ini, ia menggigit bibirnya, ia harus segera melakukan sebelum anaknya terbangun.


"Apakah mencium bibir saja cukup?"


"Huum" Jawab bernett


Ia berjalan ke depan bernett, ia tidak mengenakan sepatu hak tinggi, kelihatan pendek.


"Tundukkan kepalu sedikit, aku tidak dapat menciummu?" Wajahnya sudah memerah.


Bernett gong sedikit membungkuk, dan menundukkan kepala.


Wajah mereka sangat dekat , hembusan nafas terasa,namun candice tak punya keberanian untuk mencium.


"Kenapa? mau aku mencium duluan?" bernett sudah tidak sabar


Candice menutup matanya dan sedikit menjijit menempel bibirnya, mencium dengan ganas.


Rasa tubuhnya menegang dan jantung berdebar.


Kepalanya bagian belakang di tahan tangan bernett,ia tidak bisa mundur, lidah bernett memaksa masuk ke mulutnya..


Mata canside terbuka dan melotot, katanya mencium bibir, kenapa lidahnya masuk ke mulut.


Tangan bernett merangkul pinggang candice lebih dekat..ciuman semakin liar..


Setelah beberapa saat ciuman berakhir, bernett tersenyum indah." Manis sekali."


"Selanjutnya jangan seperti ini lagi, cukup kecupan di bibir, kalau tidak menepati , aku tidak mau melakukannya lagi." hati candice merasa malu, marah dan menikmati ciuman barusan.


"Kamu yakin, tidak suka hal barusan.?"


"Cukup, 500 jutaku, kapan kamu berikan?" tangan candice terulur isyarat meminta uang.


"Kamu sudah menjadi mata duitan ya?"


"Seperti kamu bilang, jadi orang harus dapat di percaya?"


"Setelah sarapan kuberikan padamu" bernett cukup kesal.


Saat candice membuka kamar anaknya, bryan sedang berbaring malas di kasur.

__ADS_1


"Anak mommy, sudah bangun ya"


Bryan segera merangkul leher candice." Mommy, tadi aku bermimpi."


"Mimpi apa, ceritakanlah" candice penasaran.


" Aku bermimpi jadi penemu hebat, semua orang akan menyukaiku."


Candice mengelus kepalanya." Kamu anak yang cerdas,pasti akan menjadi penemu hebat di masa depan."


Bernett gong ke kamar." Saat kamu besar nanti lanjutkan perusahaan daddy."


Candice terkejut , dia akan mewariskan perusahaan pada bryan cheng?


"Daddy, tapi aku masih kecil, kapan aku tumbuh dewasa.?" bryan bibirnya manyun.


Bernett mengelus kepalanya." Kamu harus makan banyak dan olahraga, kamu akan tumbuh lebih cepat besar."


"Benarkah? aku akan makan lebih banyak, dan cepat besar untuk melindungi mommy.." bryan berhenti sebentar " Daddy, sebelum aku tumbu besar, maukah kamu jadi pelindung mommy."


Candice merasa terharu mendengae ucapan anaknya.


"Tentu saja, aku akan melindungi mommy dan kamu" jawab bernett mantap.


Sekolah bryan cheng , cukup memudahkan kedua orang tuanya, cukup mengantar ke sekolah ,pihak sekolah sudah menyiapkan sarapan dll.


"Sudah aku bilang aku sedang diet, jika aku makan sarapan denganmu selama sebulan, perutku akan membuncit."


"Ya sudah, aku akan antar kamu ke perusahaan"


bernett sedang malas berdebat.


"terima kasih" candice merasa heran, tumben orang ini mau mengalah.


Mobil sudah sampai di bawah perusahaan candice, sebelum turun dari mobil candice mengingatkan."Oh, jangan lupa, uangnya tranfer saja ke no rekeningku, no rekening akan aku kirim padamu lewat pesan di hp."


"Selain uang, apa lagi pikiran dalam otakmu?" Ia merasa tidak senang.


"Ada, putraku." sebenarnya ada bernett gong, pria ini selalu membuatnya kesal tapi bukan benci seperti ke andreas lu.


Bernett gong melajukan mobil dengan kesal, wanita sungguh bisa membuat senang dan marah.


Candice tahu, ia sedang menghalangi sesuatu di dalam hatinya? Sesuatu apakah,apakah candice menghalangi munculnya perasaan? Ia masih takut jatuh cinta pada seorang pria.


Setelah sarapan di kantin kantor, ia berjalan ke ruangan kerjanya.Vera tang datang ke ruangan candice."Kak Candice, apakah kamu sudah membaca berita?cincin permata yang kamu desain muncul di berita utama."


Candice cukup terkejut, masalah di acara perayaan semalam, bisa berada di berita utama.

__ADS_1


"Semua orang di perusahaan cukup senang,hal ini perusahaan kita akan terus diingat orang- orang." kata vera tang.


"Apakah mereka menyebut perusahaan carmen corp?" candice penasaran.


"Walaupun tidak di sebutkan, orang- orang di kalangan atas pasti menemukan perusahaan kita, dan akan mencari kamu kak candice"


Sekitar pukul 10 linda mengetuk pintu dan masuk dengan wajah tersenyum."Uang pelunasan debby shen sudah masuk, ini berkat kamu candice."


"Bagaimana kamu tahu?"candice tertawa.


"Aku punya firasat, apakah kamu berbicara dengan debby"?


"Ya, aku berbicara dengannya.Di pesta ulang tahun pernikahannya, aku naik ke panggung dan mengambil mic, berkata keras, kapan dia akan melakukan pelunasan." candice senang dan tertawa.


"Apakah debby, mempermalukan dirimu?"


Candice menggelengkan kepala."Aku tidak akan membiarkan dia mempermalukan aku."


Linda keluar dari ruangan candice, beberapa saat telepon candice berdering .


"Candice , ini aku."


Candice mendengar suara ini langsung tahu.


Andreas lu.


"Maaf, anda salah sambung" candice langsung menutup telepon.Sial, untuk apa lelaki bajingan itu meneleponku?


Setelah telepon tiga kali beruntun tidak di jawab anadreas menyerah.


Vera tang masuk lagi, kali ini membawa bunga mawar banyak."Kak candice, penggemarmu mengirim bunga lagi, sungguh cantik dan harum"


Candice merasa bingung, siapa lagi yang mengirim bunga? apakah bernett gong lagi?


Ia mengambil bunga dan mengeluarkan kartu


di dalamnya, tulisannya." Aku akan jadi pelindungmu."


Candice ingin tertawa, ucapan ini adalah kata- kata bryan cheng tadi pagi.Pasti ini ulah bernett, apakah pria ini bermaksud melakukan serangan romantis kah?


"Vera, kamu bawa keluar bunganya, bagikan pada mereka yang mau, aku sedikit alergi kepada bung mawar." candice mengambil hanphone...


Tujuh detik panggilan, terdengar suara merdu pria." Kamu sudah menerima bunganya? kamu suka tidak?"


"Aku alergi terhadap bunga, jadi kedepannya jangan mengirim lagi." Sebenarnya candice alergi pada tingkah laku bernett, ia disini untuk bekerja, bukan untuk bermesraan.


"Baik, aku tidak akan mengirim bunga lagi, Kamu adalah wanita pertama yang terus menolakku, aku jadi semangat untuk menikah denganmu." bernett cukup percaya diri.

__ADS_1


"Aku harus merasa bangga kah? kamu teruslah mencoba."Candice tertawa geli.


__ADS_2