
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Keesokan harinya saat siang hari candice mendapatkan telepon dari harry,harry memberitahu akan menetap selama setahun dan candice menyuruhnya beristirahat baru bertemu.
Harry juga menurut, setelah mendapatkan pengalaman sebelumnya,hatinya tidak akan berfikir secara sembarangan,lagipula harus menemukan veren sesuai dengan keinginanan kakeknya.
Ia berharap bisa meminjam kekuatan bernett untuk menemukan veren.
Kedatangan kali ini harry membawa mobil balapnya ke kota A,hanya saja di pulau tidak ada hambatan jalan dan kemacetan seperti di kota A.
Harry mengendarai mobilnya dengan sembarangan bertujuan untuk mengenal kota ini, jika menemukan veren,mungkin wanita itu tidak mau tinggal di pulau, jadi harus mengenal kota ini dengan baik.
"Halo tuan muda"
"Halo" harry menjawab telepon dari bawahannya.
"Tuan muda, kami masih mencari rumah disini dan mungkin malam ini harus menginap dulu di hotel"
"Kami telah membuka sebuah kamar presiden suit untukmu"
"Aku akan kembali setelah malam"
"Baiklah, hati-hati tuan muda"
Sekarang harry telah mewarisi semua kekayaan keluarga hemarld dan mungkin akan masuk ke 20 besar orang terkaya di dunia.
Harry pulang ke hotel pukul tujuh malam dan menuju resepsionis,setelah menyebutkan namanya seorang petugas memberikan kunci kamar."Selamat datang, tuan hemarld"
"Terima kasih"
Kedua orang tua harry telah meninggal 7 tahun yang lalu karena gempa bumi dan sekarang menjadi pewaris tunggal keluarga hemarld.
Harry berdiri di balkon hotel sambil melihat ke arah kota yang ramai."Veren, dimana kamu?"
Kehidupannya akan berubah setelah bertemu dengan veren,dan kakeknya sedikit ceroboh tidak memberikan fotonya.
Harry menekan bel untuk pelayanan hotel, ia merasa lapar.
Setelah limabelas menit dua pelayan wanita mengetuk pintu dan membawa makanan yang di pesan."Letakkan diatas meja, aku akan memakannya nanti"
__ADS_1
Dua pelayan masih muda tersenyum ke arah harry,seorang pelayan melihat ada jam tangan emas diatas meja.
Pengeluarannya akhir-akhir ini sangat boros untuk berbelanja dan jika mendapatkan jam tangan seharga ratusan juta bisa pergi berlibur ke luar negeri.
Sang wanita ingin mencuri jam tangannya dan melemparkan masalah ini pada temannya yang masih karyawan baru, lagipula wanita itu hidup sebatang kara.
Seorang karyawan mengambil jam tangan dan menaruhnya di saku temannya tanpa disadari.
Setelah keluar dari kamar kedua pelayan berbincang."Veren, sikapmu terbilang bagus dan aku percaya kamu akan menjadi karyawan tetap"
Veren tersenyum senang."Terima kasih kak li, kamu telah menjaga dan mengajariku"
"Tetap saja ini karena kerja kerasmu, sudah banyak karyawan yang dikeluarkan,kamu masih muda dan cantik, lagipula sifatmu ramah dan pintar berbahasa asing, hotel ini membutuhkan karyawan sepertimu"
Veren merasa senang di puji oleh seorang senior dan tidak menyadari di kantongnya ada sebuah jam tangan mahal.
Harry juga tidak menyadari jam tangannya sudah hilang, dirinya memakan hidangan sambil melihat ke arah jendela.
Pagi hari
Setelah harry mandi dan berganti pakaian,ia mencari jam tangannya,kemarin sebelum mandi melepaskan jam tangan dan menaruhnya di atas meja, namun sekarang jam tangannya sudah tidak ada.
Setelah mencari di semua tempat,harry sangat marah, karena jam tangannya telah dicuri.
Ia kembali mengingat dua pelayan yang mengantarkan makanan semalam.
Harry menelepon resepsionis dengan marah-marah."Barangku telah dicuri, segera panggil pelayan kemari"
"Tuan, barang apa yang hilang?"
"Jam tanganku"
"Tuan,apakah ada orang yang telah masuk kamar anda?"
"Panggil dua pelayan yang mengantarkan makanan semalam dan suruh mereka mengembalikan barangku"
Kehilangan barang adalah suatu masalah besar di hotel, resepsionis segera menelepon manager dan manager mencari pelayan yang mengantarkan makanan semalam.
"Kemarin malam yang mengantarkan makanan adalah veren dan lily"
"Bukankah lily sudah keluar semalam? veren adalah karyawan baru disini"
Manager mengira karyawan baru pasti akan mencuri setelah melihat barang mewah,dan kejadian pencurian adalah hal yang memalukan dan bisa mencoreng nama baik hotel.
"Veren, kemarilah"
__ADS_1
"Ada apa ketua lisa mencariku?"
"Aku kira kamu adalah gadis yang baik, namun kamu malah mencuri jam tangan dari seorang tamu,kamu semalam mengantarkan makanan malah mengambil jam tangan, segeralah kembalikan barang itu"
Veren merasa terkejut."Apa?aku tidak mencuri apapun"
"Mmmm! sekarang manager memintamu ke kamar tamu dan segera menjelaskan apa yang terjadi?"
"Aku tidak mengambil apapun" veren mengepalkan kedua tangannya dan merasa sedang dituduh.
"Segeralah menuju kamar tamu dan segera jelaskan"
"Baik"veren meras sangat sedih dan ketua mengikutinya dari belakang.
Lili telah mengundurkan diri semalam dan menaruh curiga pada karyawan baru.
Saat berada di dalam lift, veren memberanikan diri berkata."Ketua lisa, aku benar-benar tidak mengambil barang itu, setelah aku menaruh makanan,kita berdua keluar dari kamar tamu"
"Hanya kalian berdua yang mengetahui,intinya sekarang tamu ini sedang marah"
Veren kembali mengingat kejadian semalam dan merasa tidak ada yang berbeda dari lili.
Ia berharap sang tamu melupakan menaruh barangnya di suatu tempat.
"Manager" veren tidak berani menatap sang manager yang sedang marah.
"Veren,sebaiknya kamu jelaskan, apakah kamu mengambil barang itu atau tidak?"
"Aku tidak mengambil"
"Pencurian adalah tindikan kriminal dan bisa dipenjarakan"
"Aku sungguh tidak mengambil"veren tidak akan mengakui,jika ini bukan perbuatannya.
Sang manager mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar harry.
Seorang pria sedang duduk diatas sofa, wajahnya terlihat dingin dan tidak akan mudah berbicara dengannya.
Sang manager membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf."Maaf tuan, sejak kapan ada mengetahui telah kehilangan jam tangan?"
"Pagi ini" harry berkat dengan dingin.
Sang manager melihat kearah veren."Kamu, semalam melihat jam tangan tuan ini atau tidak?"
"Aku tidak melihatnya" veren menggelengkan kepala.
__ADS_1
Harry melihat wajahnya dan memberikan sebuah sindiran."Kamu yakin?apakah kamu sedang berbohong?"