
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Setelah parkir bernett mencium bibir candice mesra, tangannya memegang kepalanya, candice berinisiatif melingkarkan tangannya di lehernya, membalas ciuman dengan hangat.
Setelah beberapa saat candice mendorongnya, bernett malah tertawa."Baiklah, kita berkeliling dulu, setelah capek baru ke pemandian air panas"
Candice mengangguk."Baik"
Mereka berdua bergandengan tangan, menelusuri jalanan berbatu di kanan kirinya lautan bunga berbagai jenis tertata rapi dan sangat indah.
Candice berhenti di satu petak mawar merah dan putih..
"Wah, cantiknya"
Bernett tersenyum,lalu merangkul pundaknya.
"Jika kamu suka, aku akan mengirim bunga padamu setiap hari"
Candice menoleh."Jangan, kalau aku setiap hari memamerkan cinta, aku takut dimarahi atasanku" Candice memegang lengannya dan tersenyum."Aku sebenarnya menyukai bunga dan tidak alergi terhadap bunga"
Bernett mencubit pelan pinggangnya."Kamu sebelumnya bilang,kalau kamu alergi bunga"
"Itu karena aku tidak mau menerima bunga darimu sebelumnya" candice menjulurkan lidahnya mengejek.
"Bagaimana dengan sekarang?jika aku mengirim bunga, apakah kamu akan menerimanya?"
"Tentu saja menerima, namun dilarang mengirim ke kantorku" candice tersenyum.
Bernett menepuk pantatnya."Sikecil berani meminta permintaan padaku"
Candice meliriknya."Jangan pukul aku"
"Rubah kecil" bernett memarahi.
Namun itu terdapat cinta yang tidak ada habisnya.
Saat ini candice berhenti di ladang bunga krisan.Di ruangannya hanya ada dua pot bunga krisan, sekarang ada kumpulan bunga besar dan terlalu indah.
__ADS_1
Bernett mengikuti candice, baginya bunga tidak menarik, namun wanita kecil ini menarik hati dan fikirannya.
Bernett jarang sekali memotret, namun kali ini ingin menfoto wanita cantik itu di dekat lautan bunga.
Saat candice melihat bernett memegang ponsel menghadap dirinya,ia merasa terkejut.
"Kamu diam-diam memotretku" candice berlari melihat hasil foto bernett."Dengar, jika kamu mengambil foto jelekku, kamu harus segera menghapusnya"
Bernett tertawa. "Percayalah dengan kemampuanku"
Bernett menyerahkan ponselnya agar candice bisa melihat hasil fotonya, setelah beberapa saat candice memegang tangannya."Sini mendekat selfie berdua"
Candice masuk di depan dada bernett, bernett mengambil foto berdua, kedua pasangan ini tersenyum cerah saat di foto.
Candice masih berdiam diri di lautan krisan, bernett pergi untuk memberikan ketanangan, ia membeli dua botol air mineral dan duduk di sebuah gazebo menunggunya.
Ia melihat bunga krisan yang mekar sempurna dan melihat dengan seksama bentuk kelopak bunga dan mulai mempelajari.
Setelah beberapa saat di benak candice muncul sebuah inspirasi dan tiba-tiba merasa bahagia. Ia hanya menggambar bunganya sebelumnya tanpa makna jiwa bunga tersebut, namun sekarang candice memiliki wawasan baru untuk langsung di jadikan sketsa yang bagus.
Candice membalikkan badan, ia melihat sesosok pangeran sedang duduk di gazebo, ia memiliki keinginan untuk memeluknya dengan erat.
Ia berjalan ke arahnya sambil tersenyum.
"Bernett, terima kasih"
"Apakah sudah menemukan ide insprirasi?"
"Ya, sudah ada" candice berjinjit mencium bibirnya sebentar.
"Sekarang jangan bermikir macam-macam.Mari kita menuju sumber air panas, aku sudah menyuruh orang untuk mengganti air panas dengan yang baru"
"Oke, sekarang aku hanya ingin bersama denganmu" candice tersenyum.
Candice juga tertarik dengan bunga krisan kecil di samping jalanan."Aku akan membuat bunga kecil ini menjadi desaian anting-anting"
Ia memetik bunga dan menempelkan di telinganya, lalu menatap bernett."Apakah begini terlihat bagus?"
"Bagus" bernett memuji dengan serius.
Candice tertawa, mereka terus berjalan sambil bergandengan menuju puncak gunung.
Mereka berdua berpelukan sambil menunggu matahari terbenam.
__ADS_1
Pukul enam sore, mereka sampai di penginapan paling bagus disini,dinding kolam di lapisi batu giok bercahaya.
Candice merasa takjub,kolam pemandaian berada di belakang penginapan,mereka berdua sudah memegang pakain renang duduk di sebuah kursi di pinggir jalan,air kolam mengeluarkan asap.
Mereka berdua berganti pakaian di kamar ganti, candice sengaja membeli pakaian renang paling **** model bikini.
Bernett keluar duluan memeriksa sekitar, memastikan tidak ada celah orang untuk mengambil foto.
Candice keluar dengan pakaian renang di tubuhnya masih terbalut handuk putih,ia melihat bernett sudah duduk di tepi kolam seperti duyung jantan tertampan di dunia.
Candice melepaskan handuknya menaruh di kursi di tepi kolam,saat masuk dalam air ia merasa nyaman dan santai, suhu air sangat pas untuk berendam.
Bernett mendekati candice, lengannya merangkul pundaknya, menatap wajah kemerahan sang wanita."Apakah kamu merasa nyaman?"
Candice tertawa kecil, ia melepaskan pelukan bernett, tangan mungilnya bermain dengan air dan berputar di dalam air seperti putri duyung.
Bernett merasa senang, hanya dengan cara sederhana bisa melihat wanita ini begitu bahagia, pada saat yang sama menularkan kebahagiaan pada dirinya.Ia membutuhkan seorang wanita yang ada disisinya dan bisa menularkan kebahagiaan dimana saja dan kapan saja.
Candice mengarahkan percikan air ke wajah bernett seperti anak kecil, saat air mengenai wajah bernett, ia Tertawa senang.
Bernert tersenyum indah,bukannya marah.
"Gadis kecil, apakah kamu yakin ingin bertarung denganku?"
"Aku tidak takut padamu" candice tertawa semakin banyak air menuju wajah bernett.
Melihat wajah tampannya basah, air mengalir di wajahnya,terlihat keseksian wajah pria ini.
Candice mau tidak mau menatapnya, bahkan menelan air liurnya,tubuhnya terkubur di dalam air panas, menambah panas suhu tubuhnya. Ia sangat tergoda dengan pria ini.
Saat candice melamun, bernett mengarahkan air ke wajahnya, mereka berdua saling menyerang dengan bahagia.
Dua orang seperti anak-anak perang air, bernett tiba-tiba menyelam dan memeluk tubuh mungilnya dari belakang.
Candice dibawa ke tepi kolam,ia berada di atas tubuh bernett,suhu mereka berdua tiba-tiba menjadi panas dan gejolak di tubuh semakin liar.
Akhirnya mereka berdua menyelesaikan satu ronde di dalam kolam pemandaian air hangat. Setelah istirahat mereka kembali menuju perkotaan pukul delapan malam, mereka berhenti makan di sebuah restoran.
Di dalam perjalanan candice menelepon sikecil, mendengar suara anaknya,suasana hati candice semakin bahagai. Bernett merasa tertarik dengan wanita di sebelahnya, tadi di pemandian air hangat merasa belum puas.
Begitu menutup pintu apartemen, bernett menekan candice ke dinding, nafas pria ini sudah memburu dan tubuhnya sudah terasa panas.
Tentu saja, candice mengetahui,apa yang ingin dilakukan pria ini, namun sekarang candice sedang tidak ingin melakukannya.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku harus menggambar terlebih dahulu, bisakah agak malaman sedikit baru melakukannya?" kalau harus bermesraan dengan bernett, setidaknya butuh waktu sekitar dua jam,saat itu dirinya akan merasa kelelahan dan tidak kuat memegang pena.