
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
"Nona chu dua menit lagi kamu harus naik ke panggung" kata sang asisten
"Baiklah" Vivi meletakkan berkas dokumen. sang asisten buru- buru mengingatkan."Nona Chu pidato kali ini kamu boleh membawa naskah"
"Tidak perlu,aku sudah hafal" vivi berjalan ke panggung.
Di parkiran Clint masih tertidur pulas, karena ia terlalu lelah, dalam beberapa terakhir terus lembur, walaupun masih muda juga bakal kelelahan.
Di panggung Vivi menyerahkan naskah pidato,ia berpidato dengan percaya diri, tegas, membuat penonton merasa kagum.
Pidato selama setengah jam di selesaikan dengan sempurna, di bawah panggung penonton memberikan tepuk tangan yang meriah, Daniel juga memberikan pujian.
Saat ini clint baru saja bangun, melihat jaket wanita menempel di tubuhnya, saat melihat jam sudah jam sebelas.
"Tuan muda Zhan,kamu sudah bangun" kata paman Liu.
"Nona Chu,dimana?"
"Nona sudah masuk satu jam lebih" Clint bergegas masuk ke dalam sambil membawa jaket vivi, saat ini orang yang berpidato di atas panggung adalah pria berumur 40 tahunan.
" Tuan,kamu ingin mencari siapa?" Tanya satpam.
"Aku mencari Vivi Chu"
"Nona Chu berada di belakang panggung"
Clint bergegas masuk ke belakang panggung,Vivi sedang menunggu hasil tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan melihat Clint membawakan jaketnya.
"Kamu sudah bangun" Vivi berdiri untuk menyambutnya.
Saat sudah mendekat Clint langsung menempelkan tangannya ke dahinya.
Hati Vivi merasa terharu, dan asisten mengira apakah pria ini pacarnya nona Chu?
Jika tidak,gerakan memegang dahi itu sangat luwes.Dan nona Chu tidak menolak.
Clint hanya memegang sebentar,lalu berkata."Masih demam,setelah pulang minum obat"
Vivi tersenyum."Aku sudah selesai, sebentar lagi pulang dan istirahat"
Wajah tampan Clint ada rasa kekecewaan."Kamu sudah selesai pidato? aku ingin melihat pidato kamu"
"Pidato nona Chu sangat hebat" sang asisten tertawa.
Vivi menuangkan air hangat untuk Clint.
"Minum dulu"
Clint memang haus, tadi tidur di dalam mobil, jadi tenggorokannya kering,lalu menerima gelas dan langsung meminumnya.
__ADS_1
Saat ini ponsel clint berdering dan langsung mengangkatnya."Hallo sally"
"Oke, kopi yang waktu itu kan? aku akan belikan"
Vivi melihat clint, apakah yang menelepon dokter caktik waktu itu?
Clint rupanya bukan baik padanya saja, terhadap wanita lain juga sangat lembut ataukah dirinya yang berpikir terlalu banyak?
"Apakah kamu tidak ke rumah sakit untuk menjenguk kakekmu?" tanya clint.
"Aku sore baru pergi"
"Kebetulan, aku jam tiga baru ada rapat, bagaimana kalau kita makan siang bersama?"
"Baik, aku yang undang" vivi merasa harus berterimakasih padanya, semalam sudah menjaga dan merawatnya.
"Kakakku sudah datang kan?"
"Iya, sudah datang, selesai pidato tampaknya akan pulang ke istana presiden"
Jam setengah duabelas clint dan vivi keluar, tiga hari kemudian baru diumumkan hasil pidato kali ini.Vivi tidak merasa khawatir yang penting dirinya sudah melakukan yang terbaik.
Di salah satu restoran, clint memesankan bubur untuk vivi, lagipula vivi tidak berselera makan.Selesai makan, saat vivi akan membayar ternyata sudah dibayar oleh clint.
"Sudah bilang aku yang undang, kenapa kamu bayar diam-diam" vivi sedikit kesal dengannya.
"Lain kali masih ada kesempatan" clint tersenyum.
Vivi juga tersenyum,kesempatan untuk makan bersama tidak banyak lagi, clint sudah mempunyai pacar dan tidak enak selalu makan berduan.
Luis bertanya pada putrinya tentang pidato, vivi juga dengan santai menjawab. Luis juga puas melihat bakat putri sulungnya. Dua putri sama-sama membanggakan. Satu akan menjadi ibu negara dan satunya lagi akan terjun ke dunia politik.
Clint memijat dahinya, semalam begadang dan hanya tidur waktu di mobil saja. Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan sally masuk dengan senyuman."Kenapa? semalam lembur lagi? tapi semalam kamu tidak ada jadwal lembur? kamu bukannya istirahat di rumah?"
Clint tertawa."Semalam aku menjaga satu pasien wanita"
"Oh! pria atau wanita" sally penasaran.
"Satu wanita"
Dalam hati sally langsung panik, namun berusaha tetap tenang.
"Nanti ketemu di rapat"
Setelah sally pergi, clint teringat vivi masih perlu minum obat demam, ia berkata pada suster di sampingnya."Rara, bantu aku antarkan obat panas ke kamar keluarga chu, berikan pada vivi dan ingatkan untuk makan"
"Oh baik"
Saat ini vivi sedang berbicara dengan kakeknya membahas tentang politik.
Suster mengetuk pintu."Nona chu, aku disuruh dokter zhan untuk mengantarkan obat, ingat kamu harus makan"
Vivi terkejut, ternyata clint masih ingat dengan penyakitnya, ia tersenyum."Baik! sampaikan terimakasih padanya"
"Ini obat hari ini dan malam hari"
"Baik" yohanna menuangkan segelas air untuk putrinya dan menyerahkannya." Semalam dokter zhan datang ke rumah menjaga kamu, ya?"
__ADS_1
Vivi berpikir,pasti pembantu yang memberitahu.
"Iya"
"Tuan muda zhan sangat baik, meskipun lebih muda darimu dua tahun,namun... sangat baik" yohanna memberikan kode.
Vivi tertawa."Ibu, kamu pikir sampai mana? tuan zhan sudah mempunyai pacar"
"Di sudah punya pacar! aish.. sayang sekali" pria yang begitu baik dan tampan sudah mempunyai pacar.
"Ibu, walaupun kamu mencemaskanku dalam urusan pernikahan, juga harus melihat pria yang baik padaku"
Yohanna langsung berkata agak tegas." Kamu sudah berumur 29 tahun, gadis seumuranmu bahkan sudah banyak yang punya anak, kamu jangan terlalu pemilih"
"Baik, aku harus pergi ke istana presiden dulu"
"Pergilah,jangan lupa melihat adikmu, tadi dia sudah datang dan agak kurusan"
"Baik, aku akan melihatnya"
"Bawa obatnya" yohanna mengingatkan.
Vivi merasa hangat hatinya melihat obat di atas meja dan memasukkan ke dalam tas.
Di istana kepresidenan dua kakak adik sedang mengobrol di taman sambil minum teh. Sekarang temperamen lawrence lebih lembut semenjak hamil.
"Kak, ibu bilang masalah kamu, kamu boleh sibuk bekerja, namun harus memikirkan tentang kehidupanmu"
Vivi tertawa."Aku terhadap masalah percintaan tidak memikirkan, sesuai dengan perkembangan saja,jika bertemu dengan pria baik akan aku pikirkan,Jika tidak bertemu aku akan terus singgle saja"
"Jika begini ibu pasti mempunyai banyak pendapat"
"Jangan pikirkan urusanku, cepat bilang masalahmu dengan tuan presiden saja"
Wajah lawrence terlihat senang."Aku dengan dia sangat baik"
Vivi benar-benar iri padanya, namun hanya iri saja, bisa melewati banyak hal dengan pria, akhirnya mendapatkan cinta yang bahagia, sekarang hanya tinggal mendapatkan hasil cinta.Ini seharusnya kehidupan paling untuk adiknya.
Setelah vivi pergi, sosok daniel masuk dan langsung menuju ke lantai atas.
__ADS_1