
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Dahulu, tuan besar gong merasa kecewa dengan anak sulungnya, namun sekarang, melihat dia melahirkan cucu yang hebat dan sekarang cucunya melahirkan cicit yabg pintar, kekesalan dalam hatinya pun telah menghilang, hanya merasa cinta di usia tua.
Setelah makan malam di kediaman gong, sepasang suami istri membawa bryan kembali ke istana gong, sementara candice dan bernett kembali ke apartemen.
Saat perjalanan menuju apartemen, bernett mengendarai mobil dengan cepat,candice dapat melihat bernett sedang terburu- buru, lalu ia mengingatkan."Jangan mengemudi dengan begitu cepat, pelan- pelan"
Bernett mendengar kata- katanya mengemudi lebih pelan dan stabil, ia melirik tajam ke arah tubuh sang wanita.
Candice mengerti tatapan bernett padanya, ia tahu apa yang sedang dipikirkan lelaki ini.
"Kamu...kamu bisa tidak jangan memikirkan hal itu terus, mengemudilah dengan baik"
Bernett malah tertawa."Aku sedang memperjuangkan waktu, satu malam saja tidak akan cukup"
Walaupun sambil bercanda bernett mengemudi dengan stabil, mereka masuk apartemen pukul setengah sepuluh malam.
Begitu masuk ke pintu, tangan candice di tarik oleh bernett ke sofa, mereka berciuman dengan gairah, setelah puas berciuman bernett menggendong tubuh sang wanita ke kamarnya.
Begitu menaruh diatas ranjang bernett berbaring di sebelahnya, mencium lagi bibirnya, kall ini tangan bernett sudah masuk ke dalam baju candice.
Kalau dulu, candice pasti akan langsung menolak dengan tegas, namun malam ini ingin merasakan bercinta dengan bernett, lagipula besok harus pergi berlibur selama setengah bulan.
Saat makan malam bersama keluarga gong, membuatnya merasa seperti bernett dan dirinya adalah sepasang suami istri, tidak ada lagi yang menghalangi hubungan mereka berdua, satu hal yang menghalangi, hanya candice masih sedikit takut dengan pernikahan.
Candice sadar dari melamun, merangkul leher sang pria membalas ciumannya.
Berciuman hampir lima menit, bernett melepaskannya,ia bertanya sambil menggoda.
"Apakah kamu sudah siap?"
Candice tidak menjawab, ia malah mencium bibir bernett dengan ganas, bernett mengartikan sang wanita sudah siap bertempur malam ini.
__ADS_1
Tangan bernett satu memegang dadanya, tangan satunya masuk ke celana candice, mengelus sekitaran hutan rimba yang ada gua nya.
Berbagai macam perasaan di rasakan tubuh candice, malu, geli, enak, namun ia menikmati bercinta seperti ini,tidak terlalu tergesa- gesa.
Bernett melepas ciuman, melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuh mereka berdua.
Ia memainkan dada sang wanita dengan lidah dan mulutnya, tangannya masih bermain di bibir gua candice.
Candice berkata dengan pelan."Bernett kamu harus bertindak pelan saat memasukannya"
Bernett mengerti, wanita ini tidak mau di perlakukan kasar olehnya seperti dirinya saat di kasih obat oleh laura.
Bernett sudah memasukkan barangnya, awalnya ia menekan pelan, semakin lama goyangannya semakin cepat.
Candice kali ini menikmati dalam bercinta dengan bernett, namun ia sedikit takut dengan keganasan sang pria, walaupun di awal bersikap lembut, semakin lama semakin ganas.
Ia sangat susah payah untuk mengimbangi gerakan sang pria, namun akhirnya kewalahan sampai lemas tubuhnya.
Akhirnya candice tidak bergerak lagi, ia hanya diam di tindih bernett, hanya ada suara erangan dan ******* keluar dari mulutnya.
Setelah bernett puas memeluk tubuh mungil candice.Mereka berdua saling memandang.
Candice yang malu di pandang sang pria, ia membalikkan badan.
"Bernett, bisakah kamu berhenti bermain dengan buah dadaku?" candice merasakan geli.
"Bisa saja, tapi kamu harus bermain denganku satu ronde lagi"
Candice mendesah." Aaah, yasudah kamu bermain saja dengan dadaku"
Ia sudah tidak sanggup lagi kalau harus bertempur sekali lagi.
Setelah beristirahat sekitar lima belas menit, bernett ingin mandi bersama dengan candice.
"Ayo mandi bersama"
"Gendong, aku tidak mampu lagi berjalan" suara candice begitu manja.
Bernett yang bahagia menggendong candice ke kamar mandi, mereka berdua mandi di bawah shower air hangat.
__ADS_1
Selesai mandi bernett masih membantu mengeringkan rambutnya, mereka berdua menutupi tubuhnya dengan handuk, bernett sebenarnya masih ingin main satu ronde lagi, namun ia harus mengontrol diri, besok wanita ini harus melakukan perjalanan ke luar negeri dan tidak ingin membuat sang wanita kelelahan.
Hal seperti ini membuat bernett merasa kesal, ia harus menahan lagi sampai dua minggu, wanita ini akan pergi, bukankah ini membuat dirinya kehausan?
"Bagiamana, kalau liburan kali ini, biarkan anak kita pergi bersama dengan kedua orang tuaku"
bernett berusaha membujuknya..
"Tidak bisa, aku ingin menemani anak liburan"
Bernett kehabisan kata- kata, ia juga tidak ingin memaksa candice untuk tetap tinggal, akhirnya mereka berdua tidur sambil berpelukan.
Negara X
Pagi- pagi bernice sudah bangun untuk kembali ke kamar hotelnya untuk menggati pakaian, ia harus menamani putri sarah hari ini, jadwal hari ini sedikit lebih padat daripada hari kemarin, ia sudah mengenakan seragam kerja, lansung sibuk sampai jam enam sore.Putri sarah biasanya menghabiskan waktu pagi untuk menemui tamu, namun hari ini malah menghabiskan waktu dengan keluarga.
Dan saat ini bernice bisa beristirahat,ia ingin mengajak nickson makan malam.
Pada saat ini ponselnya berdering."Halo"
"Dengar- dengar di kota ada sebuah restoran yang bagus, ingin pergi mencobanya tidak?" suara nickson yang menawan.
Bernice tersenyum cerah."Boleh, kamu yang traktir"
Nickson tertawa sebentar."Iya, aku yang traktir"
Bernice juga tahu di area kota bukan daerah yang berbahaya, beberapa kolega pernah bercerita pergi kesana, namun bernice belum ada waktu untuk datang mencoba.
"Nanti malam kamu jemput aku ya" kata bernice.
"Baik" setelah selesai berkata nickson mematikan telepon.
Bernice sedang berpikir harus memakai baju apa untuk makan malam dengan nickson,ia harus berdandan dan tampil cantik.Ia memilih jaket berwarna merah muda, di dalamnya memakai sweater panjang yang ketat, di padu dengan celana hitam panjang dan sepatu bot tinggi, terlihat cukup imut dan menawan.
Kemudian bernice mengucir rambutnya ke belakang, menunjukkan wajah imut dan cantiknya.
Ia menunggu nickson sambil melihat keluar jendela, ia melihat mobil hitam berhenti di bawah, bernice berjalan dengan senyuman di wajahnya, membuka mobil pintu belakang dan duduk di sebelah nickson.
Mobil hitam melaju ke arah perkotaan, meski perang meletus di seperempat bagian negara, ibukota tampak makmur dan damai, seolah- olah tidak terpengaruh oleh perang, bangunan menjulang tinggi, kelap- kelip lampu di malam hari, menampilkan pemandangan indah dan damai.
__ADS_1
Bernice memandang jalan dengan bahagia, tangan kecilnya selalu di pegang oleh nickson, membuatny hangat dan merasa aman.
Setelah berkendara selama setengah jam, sopir parkir di lantai bawah restoran,nickson meminta kunci mobil dan menyuruh sopir untuk pulang duluan, ia ingin menghabiskan waktu malam ini berduan dengan bernice.