
Andreas lu duduk di ruangan presdir, ia membaca berita tentang pernikahan keluarga gong dan keluarga huo.Jangan- jangan bernett akan mencampakkan candice bergitu cepat.
Ini membuat hati andreas sedikit tenang, kalau bernett melepaskannya otomatis candice menjadi wanita yang tidak berdaya, mungkin ini bisa mendapatkan kembali candice.
Di kediaman keluarga gong
Asisten tuan besar gong sedang memegang ipad melaporkan perkembangan dan beberapa masalah diantaranya adalah pernikahan keluarga gong dan huo, hanya menunggu pernyataan resmi dari kedua keluarga.
"Keluarga huo ada kabar apa?" Tuan besar bertanya.
"Sesuai informasi yang aku dapat, nona huo pernah berinisiativ ke perusahaan untuk mengajak makan siang,tapi tuan muda tidak menyetujuinya."
Tuan besar emosi."Dasar anak ini"
Sore hari jam empat, candice pulang kerja lebih awal,ia sudah dijemput untuk ke perusahaan gong dulu untuk menjemput bernett.
Sesampai di depan gong's corp bernett masuk ke mobil, ia membuka dokumen di tangannya.
"Kalau kamu sibuk, biar aku yang menjemput bryan" candice berkata.
"Ini sebentar lagi selesai"
Candice diam tidak mengganggunya.
Sampai di sekolah bernett menyimpan dokumen ke dalam tas kerjanya, mereka turun bersama menjemput bryan.
"Daddy, mommy" bocah kecil berlari ke arah bernett..Bagi bryan di jemput kedua orang tuanya adalah sebuah kebahagian.
"Sampai rumah mandi, bajumu sedikit kotor dan tubuhmu berkeringat" kata candice.
"Oke mommy, daddy gendong" teriak sikecil.
Bernett menggendong diatas pundakknya. Candice yang mengikuti di belakangnya tersenyum bahagia.Dan kejadian ini di rekam oleh ibu teman bryan , kebetulan ibu ini kerabat jauh keluarga huo.
Mobil sedan hitam keluar dari area sekolah.
Orang yang merekam tadi mengirim ke tuan besar huo.
Kebetulan tuan besar sedang duduk dengan laura membahas masalah bernett.Tuan besar mendengar cucunya di tolak oleh bernett juga merasa tak berdaya.
Bernett ini mengerti laura adalah wanita pilihan tuan besar gong, tapi dia masih menolak ajakan makan laura.
"Kakek tidak apa- apa, beri aku lebih banyak waktu untuk mendapatkan bernett" laura menghibur kakeknya.
Saat ini ponsel tuan besar huo masuk vidio bernett."Laura, coba kamu lihat ini"
Laura merasa bergetar hatinya, vidio yang cuma dua menit menunjukkan kasih sayang bernett pada ibu dan anak itu.
Tidak aneh bernett menolak dirinya, di hatinya sudah ada wanita bernama candice.
"Laura kamu jangan khawatir, kakek ada cara"
"Cara apa kakek"
"Kamu berbincang pada wanita ini, katakan padanya untuk menjauh bernett, kalau tidak tuan besar akan mencabut posisi ceo, wanita ini pasti melakukan perbuatan yang tepat"
__ADS_1
"Baiklah kakek, aku akan mencari waktu untuk berbincang dengannya"
Bernice sudah selesai sedikit berdandan ia menunggu kedatangan nickson.
Begitu masuk mobil bernice merasa terkejut.
"Kenapa kamu berpakaian militer?"
"Baru selesai rapat langsung kemari" nickson tersenyum.
"Kamu berpakaian seperti ini menemaniku makan?"
"Kenapa?tidak boleh?" nickson bingung
"Kamu bisa menakuti orang" bernice mengatakan dengan pelan.
"Tidak ada waktu untuk mengganti lagi"
"Oh, baiklah"
Setelah selesai makan bernice bertanya.
"Kamu sebenarnya kapan akan pergi?"
"Tiga hari lagi"
Hati bernice sedikit gugup, secepat ini harus pergi lagi.
"Harus pergikah?"
"Iya"
"Saat tahun baru"
"Berarti masih ada tiga bulan" bernice merasa kecewa yang kuat, mereka tidak bisa bertemu selama tiga bulan.
Nickson tersenyum."Tiga bulan tidak lama, kamu rindu bisa meneleponku"
Di dalam apartemen.
Candice sedang mencuci peralatan dapur, tiba- tiba tubuhnya peluk dari belakang oleh bernett.
"Ada yang bisa dibantu?"
"Jangan seperti ini, tidak baik dilihat anak"
Candice takut anaknya tiba- tiba datang.
"Apanya yang tidak baik? kedua orang tua saling mencintai akan membuat bryan bahagia"
"Panggil bryan masakan sudah hampir matang"
"Baiklah" Tangan bernett masih nakal menepuk pantat candice.
Begitu pria ini pergi, candice merasa kecewa, berkebalikan kalau ada pria ini takut dilihat oleh anaknya.
__ADS_1
Pukul setengah sepuluh candice sedang membuat gambar desain di kamarnya, anaknya sudah di tidurkan oleh bernett.
Bernett masuk kamar candice, ia melihat candice sedang bekerja.
"Anak sudah tidur?" candice bertanya.
"Sudah, gambar desainmu begitu bagus, tidak heran perusahaanmu memperkerjakan dirimu"
"Sejak kecil aku sudah suka menggambar dan melukis"
"Aku lihat di data,kamu dibesarkan oleh ayahmu, dimana ibumu?"
Candice menggelengkan kepala."Aku tidak tahu, sejak kecil aku sudah tidak melihatnya"
"Lalu kamu tahu siapa ibumu?"
"Ayahku tidak pernah mengatakannya,aku tidak peduli dengan ibuku, dia sudah meninggalkanku sendirian" terlintas kesedihabmn di wajah candice.
Mengetahui rasa benci candice pada ibunya bernett mengganti topik."Kamu lanjutkan dulu bekerja, aku harus kerja juga di ruang kerja"
"Oh, baiklah"
Pikiran candice menjadi kacau, hatinya diliputi rasa sedih, ia sudah tidak ingat wajah ibunya. Wanita itu sudah tega meninggalkan anaknya, mata candice merah menangis tapi tidak keluar air mata.
Tengah malam
Candice tertidur di bagian bawahnya mengalir rasa hangat, ia terbangun dan pergi ke kamar mandi memakai pembalut.Untung saja tadi darahnya tidak sampai kena kasur..
Pantas saja belakangan ini merasa lemas dan gampang capek, ternyata akan datang bulan. Candice kembali tertidur sampai pagi.
Pagi hari
Kepala candice terasa sedikit pusing,karena setiap mentruasi hari pertama akan sangat banyak.
"Mommy, kamu masih belum bangunkah?" sikecil masuk ke dalam kamar.
"Kamu kenapa?" bernett merasa panik, wajah candice pucat.
Candice menjawab dengan tidak enak."Aku sedang datang"
Bocah kecil ini tidak mengerti, tapi bernett mengerti maksudnya, bernett berkata dengan kesal."Bukankah beberapa hati yang lalu kamu sudang datang?"
"Aku berbohong"candice tertawa kecil.
"Mommy, kamu datang apa?kenapa wajahmu begitu pucat?"
"Tidak apa- apa, semalam mommy begadang, hari ini aku akan mengantarmu" bernett menjelaskan.
"Baik, mommy hari ini kamu tidak perlu bekerja, kamu istirahat di rumah saja"
"Siap, mommy akan meminta izin hari ini"
"Kamu tidak pergi ke kantor?" bernett bertanya
"Iya, aku akan menelepon linda, aku juga bisa bekerja di rumah."
__ADS_1
Bernett menggendong anaknya keluar.
Candice bisa tidur lagi dengan tenang.