
"Sekarang kamu jangan memikirkan hal apapun dan istiratlah dengan baik" candice memberi perintah.
"Kamu keluarlah dulu, suruh carl dan yang lain masuk." bernett ingin membahas sesuatu dengan bodygardnya.
Candice keluar dari kamar." Kalian berdua di suruh masuk oleh bernett"
Kedua bodygard masuk dan baru keluar setelah belasan menit.Carl berkata bella yan akan datang sebentar lagi.
Candice kembali dalam kamar, ia melihat bernett tampak kelelahan dan tidak mau memejamkan mata."Kamu sudah kondisi seperti ini, kamu seharusnya beristirahat dengan baik"
"Baiklah, aku sedang menunggu asisten yan, nanti baru istirahat"
Setelah duapuluh menit terdengar ketukan pintu depan,candice membuka pintu ternyata asisten yan.
"Nona cheng, dimana ceo gong?"
"Mari ikut denganku" candice memandu ke kamar utama.
Bella cukup tercengang melihat keadaan bernett, wajahnya pucat dan terbaring di ranjang." Ceo gong, kamu tidak apa- apa?"
"Aku tidak apa- apa,bagaimana dengan keadaan di luar saat ini?"
"Sebelum aku datang, aku melihat berita hari ini, sepertinya pihak media sosial belum mengetahui detail masalah ini,mereka tidak tahu bahwa rombongan andalah yang mengalami kecelakaan, apakah luka anda parah?"
"Lumanyan parah" candice menjawab
"Ceo gong, kenapa kamu tidak pergi ke rumah sakit keluarga gong?" bella merasa heran.
Wajah bernett menjadi murung seketika.
"Masalah ini tidak boleh orang luar tahu, aku ingin kamu mengamati berita mengenai diriku, kalau ada berita yang merugikanku kamu peringati mereka dan hapus beritanya "
"Ceo gong, kamu tenang saja,kalau hal ini terbocorkan aku akan menunda waktu beberapa hari mengatakan anda sedang keluar kota,takutnya masih akan membutuhkan anda untuk konfirmasi"
"Kamu hanya perlu melakukan ini dengan baik"
"Bagaimana kalau tuan besar gong bertanya?" asisten menjadi resah.
"Aku bisa mengatasi sendiri"
"Baik" bella menoleh ke arah candice."Nona cheng, mohon merepotkanmu untuk merawat ceo gong,jika terjadi suatu hal kamu bisa mennghubungiku kapan saja"
__ADS_1
Candice menganggukkan kepala.
"Apakah kamu memberitahu anak kita kondisiku?" bernett bertanya.
"Aku mana berani memberitahukannya"
"Disaat aku memulihkan diri, kamu usahakan bohongi bryan dulu"
Candice menganggukkan kepala." baiklah"
"Kamu lapar tidak? aku akan memasak untukmu?"
Bernett saat ini sedang diinfus dengan cairan bernutrisi tidak merasa lapar.Ia melihat kantung mata hitam candice merasa kasihan.
"Kemarilah, tidurlah sejenak"
Candice benar merasa lelah dan ngantuk dari semalam belum tidur.
Ranjang sangat besar, candice berbaring di ujung kasur.Bernett memberi perintah." mendekatlah sedikit"
"Aku takut mengenai lukamu"
"Aku tidak selemah yang kamu pikirkan" Bernett mengulurkan tangan menarik pelan tubuhnya mendekat.
Dokter masuk ke kamar melihat kedua orang sedang tidur berpelukan, ia berjalan pelan mengambil suhu badan bernett. Setelah itu keluar dari kamar.
Luka seperti bernett sering menimbulkan gejala demam tinggi, untungnya kondisi bernett normal.
Candice tertidur pulas selam dua jam, ia membuka mata melihat wajah tampan bernett masih tertidur, ia berencana menjemput bryan agak terlambat jam 17.30.
Pihak media sosial tidak melepaskan kejadian dengan keanehan tinggi.Pada sore hari ada yang menyiarkan berita sebuah mobil di serang dengan roket peluncur penghancur, hanya saja pihak media tidak mengatakan jelas identitas korban dan bilang korban dari kalangan atas.
Bernard gong menyuruh asistennya memeriksa masalah ini, karena mata- mata yang berada di depan gedung gong's corp tidak melihat bernett hari ini.
Dalam waktu kurang dari satu jam bernard sudah memegang dokumen. Semalam bernett dan rombongan pergi ke kota B, waktu dan tempat kejadian sangat selaras dengan yang ada di berita.Dan plat mobil sudah di ketahui milik gong's corp, semakin menguatkan bukti orang yang di serang adalah rombongan bernett.
"Aku ingin kamu segera memeriksa, apakah keponakanku terlibat penyerangan tidak?" bernard berkata tegas ke asistennya."Dan aku ingin data yang lebih spesifik"
"Baik, aku segera mengutus orang pergi ke kota B untuk memeriksa"
Bernard berfikir jika itu bernett yang mengalami penyerangan, ini adalah waktu yang tepat memusnahkan hidup keponakannya.
__ADS_1
Mungkin saat ini bernett sedang di sembunyikan di suatu tempat dengan kondisi kritis.
Yang paling penting menemukan kebaradaan bernett terlebih dahulu dan sekalian menghilangkan nafas keponakannya itu untuk mengusai gong's corp.
Bernard langsung menelepon putranya untuk mencari keberadaan bernett dengan bantuan relasinya.Ia tidak akan menyiakan waktu terbaik merebut gong's corp.
Di barak tentara.
Pada sore hari bernice membantu julie untuk mengintrogasi *******, para tahanan cukup cerdik dan tidak mau memberi informasi penting, tugas bernice disini menjadi lebih lama sampai misi ini selesai.
Jam delapan malam bernice sedang melamun di dalam kamarnya, ia ingin menelepon kakaknya tapi ragu- ragu.
Pintu kamar diketuk pelan.
Pintu ini tidak ada lubang mengintip, bernice hanya bisa membuka pintu.
Nickson berdiri di depan pintu.
"Apakah ada urusan?" bernice bertanya.
"Aku ingin mengobrol denganmu sebentar"
"Oh, aku sudah mengantuk hari ini, bisakah mengobrol di lain waktu" bernice marah dengan nickson karena tidak menghubungi setelah kembali ke pangkalan, fikirannya nickson kembali pacaran dengan julie.
"Baru juga jam delapan malam, biasanya kamu begadang sampai dinihari" nickson tidak percaya dengan alasan bernice.
Bernice pura- pura menguap." Aku beneran sudah mengantuk"
Nickson tidak memperduikannya ia masuk kamar bernice dan menutup pintu.
Ia mendekat ke tubub bernice, secara naluri bernice mundur hingga menempel ke dinding.
Kedua tangan nickson menghalangi tubuh bernice untuk kabur.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" bernice sedikit panik di tekan di dinding.
"Jangan berisik" nickson menempelkan tubuhnya ke badan bernice, menunduk mencium bibirnya secara lembut dan perlahan.
Bernice melotot, apakah pria ini gila? kenapa tiba- tiba menciumnya, Ia memberontak namun tenaganya terbatas di banding oleh pria.
Ia memejamkan mata, ciuman berlangsung hampir lima menit, setelah selesai mencium nickson keluar dari kamar.
__ADS_1
Nickson merasa bingung dengan dirinya sendiri, ia tadi marah dan kesal karena diabaikan oleh bernice, makanya memberikan hukuman kecil berupa ciuman.
Bernice masih berdiri bengong bersandar di tembok, ia merasa kesal dan marah dengan perbuatan nickson mencium paksa dirinya, walaupun menjelang akhir ciuman ia menikmati , tapi perbuatan nickson tidak di benarkan.