Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Memberikan hadiah


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Sampai di depan pintu hotel dengan tenang.


Melihat waktu sudah pukul sepuluh lebih, emily belum muncul,padahal mereka janjian pukul sepuluh.


Jam sepuluh lewat 20 emily keluar dengan 2 asisten,tubuhnya yang tinggi menggunakan jubah berwarna merah,wajah cantik khas wanita barat.


"Halo nyoya emily, namaku bernice gong,aku adalah penerjemah khusus kamu kali ini" bernice menyapa dengan sopan.


Emily mengabaikan terus berjalan ke arah mobil, bernice terkejut, lalu mengikuti dari belakang.


Setelah duduk di mobil, bernice kembali menyapa."Halo nyonya emily, senang bisa melayani anda"


"Kamu penerjemahku? sangat muda, apakah aku bisa mempercayaimu?" emily meragukan kemampuannya.


Bernice tersenyum."Anda tenang saja,aku bisa melakukan pekerjaan menerjemahkan dengan baik"


Sampai di museum emily sengaja menyuruh bernice untuk membeli kopi di kedai diluar museum.


Bernice tahu kedua asisten emily tidak mengetahui jalan dengan baik, terpaksa ia pergi ke kedai kopi sendirian.


Sepanjang menemani di museum emily sengaja mempersulit bernice.


Bernice Juga mengetahui niat baik emily, namun tidak di masukkan di dalam hati.


Selesai menikmati di museum emily berkata.


"Pada sore hari aku ingin berbelanja di dekat sini, aku ingin kamu tetap menjadi penerjemahku"


Bernice tersenyum."Senang bisa melayanimu"


Sore hari bernice menemani emily berbelanja, emily sengaja tidak membawa dua asistennya, ia berencana menyulitkan bernice lagi.


"Nyonya emily, barang apa yang ingin anda beli?" bernice bertanya dengan sopan.


"Terserah, kita akan pergi ke pusat perbelanjaan kelas atas"


Mata emily melihat jaket berbulu mewah,ia berkata pada pelayan ingin mencobanya.


Pelayan."Maaf, mantel ini hanya ada satu dan sudah di pesean oleh pelanggan"


Bernice segera menerjemakan,emily berkata.


"Apakah mereka dapat menyerahkan pakaian ini padaku, aku bersedia membanyar dua kali lipat?"

__ADS_1


Bernice berkata pada pelayan,namun pelayan menunjuk wanita muda dengan gaya modis.


"Ini adalah nyonya yang sudah memesannya"


Emily sangat menyukai jaket bulu ini."Kamu pikirkan cara,agar mereka menyerahkan padaku, aku ingin membelinya"


"Kamu tunggu sebentar, aku akan menanyakan padanya dulu" selesai berkata bernice berjalan ke arah nyonya fu yang sombong dan angkuh.


"permisi,nyonya,apakah kamu bersedia menyerahkan jaket bulumu ini, aku akan membayar harga dua kali lipat?"


Nyonya fu tersenyum dingin."Dua kali lipat? apakah kamu menganggapku sebagai pengemis yang tidak mempunyai uang? aku juga punya uang dan tidak akan menyerahkan barang ini"


Bernice menyampaikan pada emily."Maaf, pelanggan itu tidak mau menyerahkan barang itu"


Emily merasa kehilangan."Kamu tidak bisa melakukannya dengan baik! apa gunanya kamu disini?"


"Nyonya, apakah kamu benar-benar menyukai pakaian ini?" bernice bertanya dengan serius.


"Benar,aku sangat menyukainya, tapi aku mengetahui pakaian di merk ini semua edisi terbatas, bahkan jika aku punya uang, juga tidak bisa membelinya"


Bernice mendekati nyonya fu,lalu bertanya.


"Permisi, nyonya berasal dari keluarga mana?"


"Aku berasal dari keluarga fu's corp" ia merupakan istri direrkrur fu's corp


Bernice mengikuti lagi emily, dia membeli banyak barang, tas, sepatu, bAju, tanpa membawa asisten, otomatis bernice yang membawakan belanjaan.


"Nyonya, jika kakimu lecet bisa menempelkan ini, pasti kakimu akan lebih terasa nyaman."


Emily terdiam, ia tidak menyangka bernice masih begitu baik padanya.


Setelah memasukkan barang ke mobil bernice berkata."Aku sangat senang bisa melayani anda, jika ada masalah, segera hubungi aku"


"Jika kamu mampu berikan mantel yang aku sukai tadi" emily sengaja membuat permintaan sulit.


Bernice tersenyum."Mengenai hal ini,aku tidak bisa menjamin, namun aku akan berusaha sekuat tenaga"


"Sudahlah, kamu pulanglah"


Pagi hari


Darren memanggil bernice ke ruangannya.


"Ada apa kamu mencariku?" bernice merasa bingung.


Darren menyerahkan hasil laporan emily kemarin."Kamu lihatlah! apa yang terjadi kemarin?"


Bernice merasa terkekut, emily denga tidak segan memberikan penilaian buruk padanya.


"Bernice, aku sudah memasukkan namamu di daftar karyawan terbaik, kelihatannya aku harus membatalkannya, kejadian kali ini sangat berpengaruh"

__ADS_1


"aku akan menanganinya dengan baik, aku meminta cuti hari ini padamu"


"Baiklah, kamu istirahatlah dengan baik"


"Terima kasih"


Bernice menghubungi bella, untuk menanyakan fu's corp, apakah bisa berkunjung hari ini?


Bella menemani bernice untuk bertemu dengan direktur fu's corp,dan menghubungi istrinya untuk datang. Ia menunggu kedatangan nyonya fu untuk menyerahakan maltel tersebut.


Saat masuk ke dalam nyonya fu merasa terkejut,ia bisa melihat bahwa gadis muda ini adalah gadis yang kemarin.Ia baru mengetahui sekarang, kalau gadis ini adalah adik perempuan bernett gong.


Nyonya fu merasa ketakutan mendengar nama bernett, bahkan direktur fu corp merasakan takut. Fu corp merupakan perusahaan tingkat menengah di dalam negeri, bagaimana bisa bersaing dengan gong's corp yang terkenal di internasional.


Bernice membeli jaket kemarin seharga dua kali lipat, nyoya fu juga langsung setuju, dia ingin bernice segera pergi dan takut dirinya akan membuat kesalahan.


Saat akan berpisah di lantai bawah bernice berkata."Asisten yan, terima kasih"


"Jangan terima kasih padaku, aku juga bergantung dengan kekuatan kakakmu" bella tersenyum.


Hari ini adalah hari terakhir emily di dalam negeri,dia sudah merapikan barang-barangnya dan penerbangan pada jam 6 sore.


Saat ini pintu hotelnya diketuk, saat membuka pintu merasa terkejut melihat bernice,ia mengira bernice menanyakan penilaian buruk padanya dan tidak melihat jelas barang yang di tangan bernice.


"Apakah ada masalah?" emily dengan wajah tidak bersahabat.


"Nyonya, kamu kemarin bilang ingin pakain ini, dan aku hari ini datang untuk mengantar padamu" bernice tersenyum.


Emily terkejut, ia melihat senyuman manis bernice, lalu melihat kantong plastik transparan, dan melihat jaket bulu yang ia inginkan.


Ia merasa tidak percaya, padahal kemarin sudah sengaja menyulitkannya, memberikan penilaian buruk dan hari ini gadis ini malah datang memberikan pakaian.


"Kamu.. bagiamana cara mendapatkannya?"


Bernice merasa sedikit malu."Aku mencari alamat nyonya kemarin,aku mendatanginya hari ini dan beruntung dia mau menjual padaku"


Nyonya emily ingin mengucapkan terima kasih, namun suaranya tersangkut di tenggorokan.


Bernice juga tidak mempermasalahkan masalah kemarin."Terima kasih atas kunjungan di negara kami, selamat tinggal"


Saat bernice ingin membalikkan badan, emily berkata."Nona gong, mohon tunggu sebentar"


"Apakah masih ada intruksi lain?"


"Apakah kita bisa berbincang sebentar, mari masuk ke dalam kamarku?"


"Tentu saja"


"Mungkin kamu sudah mengetahui, aku memberikan penilain padamu"


"Aku merasa pelayananku yang tidak baik,jika kamu datang berkunjung lagi, aku akan meningkatkan pelayananku"

__ADS_1


__ADS_2