
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Dalam rumah sakit, Bernard untuk keluar ruanga menggunakan kursi roda, semua rambut hitam memutih, terlihat lebih tua dan lebih lemah dari abangnya Dedrick, Bernard sedang berjemur di taman bunga.
Sosok ramping Bernett melangkah masuk dari sebuah pintu melengkung, saat Bernard
melihatnya, langsung merasa terkejut, bahkan Bernard mempunyai semacam rasa bangga, Bernard terus berpikir, jika pada tahun itu dirinya benar tidak mempedulikan pertentangan ayahnya, dan membagi Gong's Corp, hasil akhirnya akan seperti apa?
Bagaimanapun, Bernard berpikir, pasti tidak akan sejaya Gong's Corp yang ada sekarang, mungkin pada akhirnya akan menjadi berantakan!
Gong's Corp sekarang, telah berkembang semakin kuat dan membuatnya kagum.
Dan kontribusi semua ini, berkat keponakannya Bernett yang luar biasa ini, jika tidak ada Bernett , maka tidak akan ada Keluaga Gong yang spektakuler ini, saat ini,
Bernard terhadap putranya sendiri, semakin merasa kecewa.Sudah beberapa bulan Melvin
juga masih belum datang menjenguknya, dan Dia selalu kesepian, sebaliknya Bernett
yang datang menemaninya berbincang
ketika mempunyai waktu luang.
"Bernett, kamu sudah datang."Bernard tersenyum melihat Bernett .
"Paman kedua, bagaimana kabar mu belakangan ini ?"
"Sangat baik! " Bernard menganggukkan kepala.
" Paman kedua, kamu istirahat dengan tenang, jangan memikirkan hal yang lain. "
" Satu-satunya hal yang yang membuat aku tidak bisa tenang,yakni putra ku yang tidak berbakti itu." Bernard menghela napas.
Bernett tidak melihat Bernard terlalu lama, dan tidak mengungkit masalah putranya menggelapkan dana publik, saat Bernett keluar dari rumah sakit,langsung menerima telepon dari asisten, Johnny disana telah menyelidiki jadwal perjalanan Melvin selama satu minggu ini.
Ternyata, Melvin membawa dana perusahaan yang digelapkan ke kota kasino yang terkenal, dan juga,menghabiskan semua dana dalam
tangannya, bahkan pada akhirnya tiket
untuk pulang, hanya bisa membeli yang kelas ekonomi, bisa dilihat,Melvin sudah tidak punya apa- apa lagi.
Menghadapi abang ipar satu ini,Bernett tidak mempunyai perasaan terhadap Dia, saat kecil,
mereka tidak tinggal bersama, yang paling banyak Bernett rasakan adalah, abang sepupunya ini suka pamer didepannya.
Tetapi, mengenai itu semua,Bernett sejak awal tidak memikirkannya, sekarang, Bernett
terhadap Melvin hanya ada rasa kecewa dan marah, Melvin benar-benar kehilangan tanggung jawab sebagai seorang putra dan
suami, Melvin meninggalkan keluarga dan tidak peduli dengan orang tuanya, sekarang hanya peduli akan kebahagiaannya sendiri.
__ADS_1
"CEO Gong, apakah kamu ingin
mencarinya ? "
"Bahkan jika aku tidak mencarinya, cepat atau lambat Dia juga akan datang mencari aku!
Sudahlah, tunggu saja! " Bernett mencibir, dan setelah mematikan telepon.
Bernett langsung menerima panggilan telepon dari anak perempuannya, menanyakan dirinya
dimana !Jarak mobil Bernett Gong dengan
rumah, perjalanan hanya belasan
menit.
Bernett Gong segera memberitahu anak perempuannya,juga menyuruh supir untuk menambah kecepatan, karena dirinya juga ingin
segera bertemu dengan anak perempuannya.
Setelah belasan menit, mobil Bernett melaju masuk ke dalam halaman Kediaman Keluarga.
Bernett baru saja turun dari mobil, langsung melihat sebuah sosok merah muda berlari keluar dari jalan setapak di taman.
" Daddy.."Terdengar suara anak perempuan yang muda dan juga ceria.
Bernett melihat putrinya yang berlari kemari, segera mengangkat alisnya, melangkah maju
beberapa langkah, dan memeluk anak
Bernett tahu anak perempuannya suka lengket padanya,pagi hari saat akan keluar, sudah
menempel sebentar dengan dirinya,
sekarang ini sudah merindukannya lagi,
mendengar perkataan anak perempuannya, semua ketidakbahagiaan di hatinya menghilang, hanya ada rasa memanjakan anak perempuannya.
"Daddy, abang dan kakek nenek sedang berkemas! Tiga hari lagi, kita akan segera keluar negeri"
"Tiga hari lagi ? Cepat sekali!" Bernett Gong tertawa.
" lya ! Daddy, kamu juga cepat urus pekerjaan, dan datang temani kami! "
"Baik, aku sedang mengurusnya, sesegera mungkin pergi menemani kalian. " Bernett mengetuk pelan hidungnya yang cantik, paras cantik si kecil, benar semakin terlihat mirip
seperti ibunya.
Liburan musim panas sudah tiba lagi, dan setiap liburan musim panas bagi Bryan,
menemani kakek nenek pergi bertani, adalah hal yang paling gembira, karena disana ada seekor kuda poni kecil yang dibesarkan sendiri olehnya, juga ada beberapa ekor anjing, kebetulan liburan musim panas ini Beatrix juga
terus meminta ke sana, oleh karena itu.
Bernett hanya bisa membiarkan mereka pergi.
__ADS_1
Candice awalnya ingin pergi bersama mereka, tapi, Dia tidak terburu'buru, jarang sekali bisa mengirim sepasang anaknya pergi terlebih dahulu, dan Dia bersama suami bisa
melewati dunia dua orang, juga bagus.
Maka, kali ini yang pertama pergi dulu adalah Dedrick dan istrinya, dengan membawa sepasang cucu.
Bernett dan Candice tinggal dalam negeri selama beberapa hari dulu, lalu, Candice akan
menemani Bernett menghadiri sebuah Konferensi Tingkat Tinggi- Global.
Kemudian baru bergegas ke pertanian untuk menemani mereka melewati liburan musim panas, dan kemudian pulang. Ini hampir menjadi cara mereka yang paling nyaman untuk melewati liburan musim panas setiap tahun.
Bernett menggendong anak perempuannya berjalan ke aula, di pintu masuk aula, berjalan keluar sebuah sosok yang elegen, meski
sudah menjadi ibu dua anak, bentuk tubuh dan temperamen Candice semakin menjadi lebih baik dari dulu, kulit putih dan halus, mata jernih dan cerah, ramping, sepasang mata yang
jernih tersirat emosi terhadap anak perempuannya, diwaktu yang bersamaan, juga memancarkan semacam kelembutan dan ketenangan keibuan.
Hati Bernett tertarik pelan, senyuman di bibirnya penuh dengan kasih sayang.
" Daddy, apakah aku boleh makan satu kotak es krim ? Aku sangat panas!"Si kecil mulai memikirkan rencana lagi, merayu centik ke
Daddynya.
" Sudah waktunya makan siang, masih ingin makan es krim apa kamu?"Candice tidak terlalu
memanjakan putrinya, semua berkata bahwa anak laki-laki lebih nakal daripada anak perempuan, sekarang dalam rumahnya, terbalik, saat anak laki-lakinya masih kecil nurut dan
pengertian, dan anak perempuannya,
sebaliknya adalah sikecil yang nakal,
terlalu banyak ide buruknya.
"Oh! "Cibir Beatrix, dengan ekspresi yang kasihan.
Bernett dengan lembut membelai kepala kecilnya berkata,"Baik, Daddy janji sama kamu, selama kamu bisa makan semangkuk nasi,
sore hari nanti kamu boleh makan satu
kotak es krim."
"Benarkah ? Daddy, apakah yang kamu katakan benar? " Si kecil segera mengangkat wajahnya dengan senang bertanya dengan tawa.
"Tentu saja benar!" Bernett tertawa menjamin.
" Ya ! Aku pasti bisa memakannya. "Si kecil menjawab dengan gembira.
Mata Candice sedikitmelirik ke suaminya, bersenandung dengan marah, " Kamu manjakan saja Dia ! Kamu tidak takut membuatnya
manja jadi rusak. "
Bernett melihat istrinya marah, Dia segera tersenyum dan memeluk bahu kecilnya.
" Sudahlah,Cuaca sangat panas, si kecil makan
__ADS_1
satu kotak tidak masalah. "