
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"Terserah, yang penting sesuatu yang lezat"
"Aku akan memasak spageti untukmu"
"Baiklah"
"Aku mandi dulu, kamu jangan berkeliaran sembarangan dan memberantakkan barang-barangku"
"Baik" Florencia mengedipkan matanya nakal.
Daniel berusaha menahan senyuman,ia tidak biasa ada gadis di rumahnya dan harus mencarikan tempat tinggal untuk sang gadis.
20 kemudian daniel turun dari tangga dengan pakaian santai.
"Kamu tunggulah,aku akan segera memasak, kamu bisa makan buah-buahan di kulkas untuk mengganjal perutmu"
"Aku akan makan spageti buatanmu" sang gadis tersenyum.
Daniel tidak berani menatap lama-lama, ia melangkah ke dapur.Ia sudah biasa hidup mandiri dan memasak bukanlah hal yang sulit baginya.
Florencia merasa bosan menunggu, ia ingin melihat bagaimana daniel memasak.
Ia adalah kali pertama daniel di tonton saat memasak,namun tidak mempengaruhi dirinya saat memasak.
Florencia hanya menatap diam pria tampan yang sedang memasak.Ia mencium bau harum makanan.
"Mmmm! pasti rasanya enak"
"Kamu tunggulah di ruang makan sebentar lagi akan selesai"
"Baik" Florencia patuh berjalan ke ruang makan.
Sepuluh menit kemudian daniel membawa piring berisi makanan.
Florencia menatap makanan yang terlihat lezat. Ia tanpa sungkan langsung memakannya.
"Hati-hati masih panas"
"Ia" sang gadis mengangguk
Sang gadis memakan dengan pelan dan anggun.
Daniel melihatnya, dia bukanlah gadis yang tidak tahu aturan.
"Tidakkah kamu ingin mengembalikan ingatanmu? aku bisa membantumu"
"Dengan cara apa,kamu ingin membantuku?"
"Aku bisa mengecek ke sistem keamanan publik dan bisa menemukan keluargamu"
"Apakah aku masih mempunyai keluarga?"
"Setidaknya kamu akan tahu siapa keluargamu"
"Apakah mereka masih hidup?"
"Semua anggota keluargamu sudah meninggal"
daniel menghela nafas.
Florencia menjadi muram."Kalau mereka masih hidup tidak akan meninggalkanku di luar"
"Tenanglah,aku akan mencarikanmu keluarga yang baru"
__ADS_1
Florencia memohon."Bisakah aku tinggal bersama denganmu?"
"Tidak" daniel menolak keras.
"Kenapa?"
"Tidak ada alasan"
Florencia semakin suram.
"Kamu makan saja sampai habis, aku harus bekerja di lantai dua"
Florencia kembali melajutkan makan dengan expresi suram.
Jam sepuluh malam daniel kembali ke ruang tamu dan masih melihat sang hadis masih disana.
"Kenapa kamu belum tidur?"
"Aku masih belum mandi dan tidak ada pakaian ganti"
"Aku akan meminjamkan baju kaos"
"Baiklah,bisakah aku malam ini tidur di kamarmu?"floren mengangguk.
"Tidak bisa"
"Hanya malam ini, aku akan tidur di sofa" mata sang gadis memgedip.
"Baiklah, tapi hanya malam ini, besok aku akan mengantarmu ke apartemen milikku"
" Aku masih takut mimpi buruk,bisakah aku tinggal disini untuk sementara waktu"
Daniel menjadi bimbang."Baiklah, besok aku akan mencarikan kerja untukmu"
"Aku ingin bekerja di dekatmu, aku bisa membuat teh"
"Besok aku akan mencarikan cafe untukmu bekerja"
Florencia masuk ke kamar mandi dengan pakaian ganti.
Daniel belum sempat mengatakan apapun pintu kamar mandi sudah dikunci.
Ia mengambil buku untuk mengusir pikiran kacau dalam hatinya.
Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi.Daniel memikirkan seorang gadis yang sedang telanjang.
Ia tidak bisa tenang seperti biasanya dan buku di tangannya kehilangan daya tariknya.Ia menutup buku dengan perasaan kesal.
Setelah sepuluh menit suara air terhenti.Lalu sang gadis keluar dengan kaos panjang sampai di lututnya.
Terlihat samar-samar sang gadis tidak mengenakan bra.
Saraf daniel menjadi tegang menatap gadis mungil.Sepertinya dia tidak menyadari sangat bahaya tinggal dengan pria Dewasa di dalam satu atap.
"Kamar ini untukmu, aku akan tidur di kamar tamu"
Mendengar daniel ingin pergi floren segera berlari ke arahnya dan terpeleset jatuh diatas tubuhnya.
"Aaaa"
Respon daniel sangat cepat menangkap tubuhnya.
Sang gadis mendongak sambil memegang bahunya."Maaf"
Gadis yang baru mandi wanginya menusuk hidung daniel.
Saat ia melamun bibirnya dicium oleh sang gadis dan kedua tangannya memegang lehernya.
Daniel terkejut, kenapa gadis ini menciumnya?
__ADS_1
Daniel mendorong tubuhnya menjauh,namun tidak disangka tenaga gadis mungil cukup kuat.
Ciuman sang gadis tidak beraturan.Sepertinya dia belum pernah berciuman.
Pertahanan daniel goyah, ia tidak lagi mendorongnya dan sekarang tangannya memegang kepalanya.
Daniel menciumnya dengan agresif.
Setelah beberapa saat akal sehat daniel kembali dan mendorong kuat tubuhnya.
"Siapa yang menyuruhmu menggodaku?" daniel menatapnya dengan tajam.
Floren menjadi ketakutan,ia menggelengkan kepala."Aku berinisiatif sendiri... aku ingin tinggal dirumahmu... dan membuatmu senang"
"Darimana kamu tahu dengan melakukan ini. aku akan merasa senang?"
"Aku tidak tahu... aku mengira kamu akan menyukainya" floren memanyunkan bibirnya yang sedikit bengkak.
"Aku tidak boleh menggodaku lain kali dan besok kamu harus tidur di kamar tamu"
Akhirnya floren tidur di ranjangnya, sementara daniel tidur di sofa.
Pagi hari
Daniel mengajak floren makan di restoran mewah sebelum pergi ke cafe dekat istana kepresidenan.
Ia mempunyai status yang tidak biasa.Lagipula cafe menjadi pelanggan orang-orang pemerintah,sehingga memasukkan satu orang untuk bekerja sangat mudah.
Saat makan di restoran floren menatapnya terus-menerus.
"Kenapa kamu menatapku terus?"
"Kamu benar-benar orang baik dan pria tampan" floren berkata jujur.
"Aku bukanlah orang baik,apakah kamu tidak takut? aku memiliki niat jahat padamu" daniel berkata serius.
"Aku tidak taku.. aku tidak takut.. kamu akan bersikap buruk padaku"
bukankah bocah ini terlalu polos? padahal dirinya baru melakukan sedikit kebaikan dan sang gadis sudah mempercayainya.
"Sudahlah, kamu cepat habiskan makananmu, setelah ini aku akan mengantarmu ke cafe, nanti mereka akan menjaga dan mengajarimu"
"Iya, baiklah"
Mobil daniel berhenti di depan cafe, manager sudah menunggu kedatangannya.
"Tuan muda Xi"
Daniel hanya mengangguk
Sang manager menatap floren."Mulai dari sekarang kamu adalah karyawan disini,kami akan menjagamu dengan baik"
"Terimakasih" floren menatap ke sampingnya.
"Apakah kamu sudah mau pergi?"
"Aku akan ada rapat sebentar lagi, mereka akan mengajarimu cara bekerja dengan baik" Setelah berkata daniel pergi.
Manager bersikap ramah dan sopan pada floren, biar bagaimanapun gadis ini yang membawa tuan muda."Maaf, siapa namamu?"
"Namaku Florencia"
"Kamu dan tuan muda xi ada hubungan apa?" sang manager cukup penasaran.
"Aku tidak memiliki hubungan khusus dengannya" ia berkata dengan jujur.
Namun manager tetap harus memperhatikannya.
Di istana gong
__ADS_1
Candice akhir-akhir ini suka tidur dan selera makannya berkurang.
Hannah terus memikirkan cara agar candice bisa makan dengan teratur.Tapi candice hanya makan sedikit, orang hamil muda memang seperti itu.Setelah melewati tiga bulan pertama masa kehamilan,semua akan kembali normal.