Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Menonton bioskop


__ADS_3

Saat sedang makan mereka berdua saling menatap sebentar, candice langsung menunduk malu kalau ketahuan sedang melihat wajah bernett. Kemudian ia teringat malam ini pasti laura menghadiri pesta."Malam ini tidak usah pergi ke pesta ya?"


"Kamu tidak ingin pergi?" tanya bernett


"Tidak terlalu ingin"


Bernett menebak pikiran wanita ini antara malu di keramaian dan malas bertemu laura.


"Baiklah,apa yang ingin kamu lakukan nanti malam, kita sudah berada di negara M, masak cuma di hotel?"


"Selesai makan kita jalan- jalan sebentar, bagaimana kalau nonton bioskop?" candice jarang- jarang mendapat waktu santai seperti ini semenjak melahirkan anak,ia hanya menemani anaknya nonton bersama,itu hanya kartun.


Bernett tersenyum hal seperti nonton ke bioskop adalah hobbynya semasa kuliah dan ia sudah membangun ruangan teater di istananya.


Ia juga sering menonton sendirian.


Tapi malam ini akan di temani wanita ini, hal ini membuatnya tertarik.


Pergi menonton ke bioskop sering dilakukan oleh beberapa pasangan muda,dan cara yang baik untuk menghabiskan waktu bersama.


"Baik, kamu yang cari filmnya"


Candice mulai menelusuri film yang sedang naik daun di negara M, ia memperlihatkan pada bernett."Kita lihat yang ini saja"


Kebetulan disekitar sini ada sebuah mall besar, di dalam mall ada bioskop,selesai makan kebetulan dekat dengan penanyangan film jam setengah delapan.Saat candice membeli tiket hanya tersisa kursi pasangan yang berada di sudut sebelah kiri paling belakang,saat terpaksa membeli tiket ini.


Film ini masih di rating tinggi, kalau membeli tiket mendadak akan mendapatakan posisi duduk yang tidak untuk menonton, biasanya di pinggir.


Bernett berdiri menunggu agak jauh dari candice saat membeli tiket..Ia berdiri bersandar di dinding di dekat poster para aktor dan aktris, candice melihat poster dan bernett, kalau di bandingkan aktor wajah bernett lebih tampan.


Candice mendekat."Apakah kamu ingin popcorn?"


"Tidak,belikan saja aku cola"


Candice menuju tempat membeli minuman dan makanan ringan,ia tidak berani menyuruh bernett membeli makanan ringan..


Bernett melihat dia merasa kesusahan membawa makanan mengulurkan tangan membantu membawa popcorn dan minuman cola.

__ADS_1


Candice tertawa sejenak."Sejak kapan kamu suka minuman cola?"


"Sudah lama aku tidak minum" bernett tertawa sejenak memperlihatkan gigi putihnya..


Candice melihat pria ini tertawa, tidak bisa menyangkal, pria ini sungguh memikat.


Setelah sepuluh menit ada pemberitahuan untuk masuk ke ruangan bioskop, candice berkata."Ayo masuk".


Bernett hanya mengekor saja di belakang candice, sang wanita begitu cepat menemukan tempat duduk begitu cepat, karena mereka di posisi paling kiri dan belakang.


Bernett merasa lucu, apakah wanita ini sengaja memilih di sudut untuk membuat mereka berdua tidak terngganggu?


Seluruh ruangan begitu banyak pasangan anak muda berpacaran.


Saat ini lampu ruangan sudah di matikan, pemutaran film juga sudah di mulai, candice sibuk memakan popcorn dan melihat layar besar di depan..


Bernett sendiri melingkarkan tangannya memeluk pinggang sang wanita..Sesekali memijat dan mengelus pinggannya.


Jantung candice berdetak kencang, apakah pria ini tidak punya malu bermesraan di ruang bioskop.


Candice tiba- tiba menyesal sedikit, kenapa tadi meyarankan pergi ke bioskop,ia bukannya tidak mau bermesraan dengan sang pria,hanya saja ini di tempat umum.


Sekarang bernett sudah mulai menciumi lehernya ,tangannya juga sudah naik ke bagian dada, pria ini sangat pintar membuat wanita merasa ingin terbang di manapun tempatnya dan asal ada kesempatan.Suasana hati candice menjadi kacau dan tidak menikmati pemutaran film..


"Tontonlah film dengan baik"Candice memberi peringatan


"Aku lebih tertarik pada tubuhmu"


Namun ia harus bertahan dari serangan sang pria untuk tidak mendesah selama hampir dua jam.


Pemutaran film berjalan setengah jam, ada adegan ranjang pria dan wanita..Walaupun mereka di tutupi selimut suara ******* wanita dan pria terdengar dengan jelas..


Saat ini candice tidak bisa lagi bertahan dari serangan bernett dan ditambah melihat adegan ranjang, tubuhnya sudah di aliri aliran listrik geli dan enak.


Ia berbisik di telinga bernett."Ayo keluar, aku merasa tidak enak badan,ingin istirahat di hotel"


Bernett tersenyum, ia mengetahui wanita ini terangsang,tapi, tidak akan membongkarnya langsung.

__ADS_1


"Baiklah,ayo kembali ke hotel" Ia bediri memegang tangan candice berjalan keluar dari pintu belakang.


Saat keluar dari ruangan bioskop bernett melihat wajah dan telinga candice memerah, ia mengodanya."Apakah kamu demam, kenapa wajahmu begitu merah?"


"Sialan,ya aku demam" candice melotot dengan kesal, pria ini memang pintar mengejeknya.


"Hahahah,kalau begitu sampai hotel, aku akan mengompres tubuhmu"


Saat ada kesempatan menyerang candice tersenyum.Apakah kamu bisa tahan melihat tubuhku,ingat pesan dokter, harus menunggu dua minggu"


Sekarang bernett yang suram,ia harus menunggu dua minggu..


"Aku akan memasukkan jariku ke dalam tubuhmu" bernett berbicara asal.


"AMpunni hamba tuan,aku tidak akan menggodamu lagi" candice tertawa.


Melihat senyuman dan sikap manja candice padanya, bernett tersenyum puas.


"Baiklah, ayo pulang dulu ke hotel"


Ketika sampai di hotel, saat berada di dalam lift candice sedikit menjaga jarak, pria ini cukup buas kalau sedang berduaan.


"Kenapa menghidariku sejauh itu?! aku tidak akan memakanmu?" bernett merasa lucu dengan wanita ini.


Candice tidak menghiraukannya, saat lift terbuka ia berjalan keluar duluan.


Candice duduk di kursi ruang tamu, bernett sendiri begitu masuk melepas jas dan bajunya, menampilkan bentuh tubuhnya yang bagus. Kain kasa masih melingkar di tubuhnya.


"Bernett apa yang ingin kamu lakukan?" ia merasa terkejut kenapa pria ini melepas baju.


"Kemari, bantu aku melihat lukanya" bernett memberi perintah.


"Ada apa denganmu?" candice berjalan ke arah sang pria.


"Tidak nyaman" luka bernett dalam masa pemulihan,akan menyebabkan rasa gatal,tapi tidak bisa menggaruknya.


Candice khawatir."Dimana yang tidak nyaman?"

__ADS_1


__ADS_2