
"Daddy, mommy akhirnya kamu datang, bibi tidak memperbolehkan aku makan kue tart sebelum daddy datang" sambut bryan sambil memeluk sang ibu.
Candice mengerutkan alis."Kue tart darimana?"
"Karena hari ini ulang tahun daddy,tentu saja kita bisa makan kue tart" bryan menghela nafas."Jangan - jangan mommy tidak tahu?"
Candice tertegun sebentar, melirik ke arah bernett." Apakah hari ini ulang tahunmu?"
Bernett tersenyum."Apa perlu begitu terkejut?"
"Kamu...kamu kenapa tidak memberitahu lebih awal, aku bisa menyiapkan hadiah" candice canggung dengan tangan kosong.
Bernett berbisik ke telinga candice." Malam ini berikan dirimu, hadiah lain aku tidak butuh"
Wajah candice memerah,ia berjalan ke depan memegang tangan bryan, apakah isi otak pria ini di penuhi hal kotor saja.
Keluarga gong menyiapkan ulang tahun bernett dengan baik,satu meja makanan enak, kue tart besar dua tingkat.
Bernice berkata." Bocah kecil daritadi mendekati kue tart dan bertanya kapan bisa makan kuenya"
Candice diam - diam malu, sikap putranya ini membuatnya malu.Dikira selama ini dia tidak mampu membelikan bryan kue tart.
Saat ini sudah pukul 18.30, di meja makan sudah di sajikan makanan dan minuman wine beralkohol tinggi dan anggur merah..
Sebelum makan dedrick mengajak bersulang dulu, mengatakan beberapa kata yang berperasaan,mereka bersulang bersama, sikecil juga ikut menggunakan susu, membuat semua orang tertawa.
Candice melirik ke arah bernett, ia merasa sedikit kesal, pria ini baru sembuh dari sakit, tapi meminum wine satu gelas penuh, apakah dia tidak takut sakit lagi.
Akhirnya makan malam selesai, mereka sekeluarga pindah ke ruang tamu mengobrol, kue tart di letakkan di meja.Si kecil terus mendekati kue, mungkin itu sifat anak- anak membuat semua orang senyum.
Agar pri kecil ini tidak lagi ribut lagi, kue tart mulai di potong.
Saat ini bernice mengeluarkan mahkota ulang tahun." Kakak, pakai ini dan berfoto"
"Sudah tidak perlu" bernett sedikit menghindar.
"Cepat, pakai" bernice mendekat dan menaruh mahkota di atas kepala kakaknya.
__ADS_1
"Wah, daddy sangat tampan"bryan bertepuk tangan dengan semangat.
Candice tidak bisa lagi menahan untuk tidak tertawa,melihat pria dewasa yang selalu sombong dan memaksakan kehendak, saat ini sang pria malah memakai mahkota yang cukup lucu, bagaimana candice bisa menahan tawa?
Bernice juga tertawa, sambil mengambil beberapa foto untuk di jadikan moment keluarga.
Setelah menunggu bernice memotret, bernett menaruh mahkota di kepala anaknya.
Kue tart dinyalakan , di tengah kue tart ada angka 28 tahun, pengurus rumah tangga mematikan lampu ruangan...
Bernice dan bryan bernyayi dengan semangat lagu selamat ulang tahun, candice merasa canggunh hanya diam saja, tiba- tiba tangannya di pegang oleh tangan besar,ia sudah tahu siapa yang memegang.
Sebelum lagu selesai bernett melepas pegangan tangan ke candice.
Bernice berkata." Kak selamat ulang tahun, cepatkan ucapkan permintaan"
Bernett menundukkan kepala melirik ke arah candice."Harapanku cukup mudah, aku hanya ingin memberikan keluarga utuh pada bryan"
Candice menunduk malu- malu."Apakah kamu tidak tahu berdoa harus di dalam hati? jika dikatakan keluar tidak akan terkabul"
Bernett tertawa." Kalau begitu aku akan berdoa dalam hati, harapan yang masih sama, apakah ini akan terkabul?"
Deddrick dan hannah saling memadang tersenyum, bernice juga tersenyum, bryan juga penuh harapan, ia berharap mommy dan daddy menikah.
Bernett gong berjalan ke arah bryan di terangi cahaya lilin." Bryan, banpu daddy meniup lilin"
Selesai daddy berkata, bryan meniup lilin sekuat tenaga..
Pengurus rumah tangga dengan cepat menyalakkan lampu ruangan, di bawah sinar lampu wajah candice masih terlihat merah.
Barusan pria ini menggali lubang untuk dirinya.
"Makan kue ulang tahun" bernice memotong kue dan memberikan pada bryan..
Sikecil yang cerdas menyerahkan tiap potongan pada kakek,nenek,daddy,mommy, empat pengurus rumah tangga, dan bryan mendapat giliran terahkir langsung memakannya dengan rakus.
Setelah selesai makan kue bernice memegang tangan bryan mengajak mencuci tangan di dapur.Setelah kembali bryan melihat wajah ibunya." Mommy, apakah malam ini aku boleh tidur bersama bibi disini?"
__ADS_1
Candice hampir tersedak air liurnya sendiri mendengar ucapan bryan.
Berarti malam ini mereka berdua akan kembali ke apartement?
"Tidak boleh, kamu jangan ganggu bibi,kamu kalau tidur nakal, bagaimana kalau bibi tertendang?"
"Tidak apa- apa kak candice.Kasurku cukup besar, aku percaya tidur bryan tenang"
Bryan tersenyum pintar karena tadi saat di dapur sudah diajar oleh bernice."Iya, mommy aku sangat nurut, lagipula hari ini daddy sakit. Bukankah mommy kalau sakit tidak boleh aku dekat- dekat.Sekarang daddy sakit aku tidak bisa dekat- dekat takut tertular, jadi, mommy pulang rawat daddy,oke?"
candice ""..........""
"Uhuk..uhukk" bernett batuk bohongan. "Yang di katakan bryan benar, ia masih kecil takut tertular, tinggalkan saja di istana"
"Candice, kalau begitu aku akan merepotkan kamu untuk merawat bernett,malam ini, tinggalkan bryan di istana, kami akan menjaga dengan baik" kata hannah
Saraf candice menjadi tegang, bahkan hannah ikut berbicara seperti itu,jika dia tetap memaksa putranya pulang, seperti ia tidak punya perasaan.Lagipula bryan menginap dengan kakek dan nenekknya semalam juga bukan keterlaluan.
"Ayah, ibu, kalau begitu aku serahkan bryan pada kalian" bernett memegang tangan candice." kita pulang duluan"
"Daddy, mommy, sampai jumpa" bryan senang rencananya berhasil untuk membuat mommy merawat daddy.
Candice tersenyum palsu." Bryan, kamu nurut"
"Aku sudah tahu" bryan percaya diri.
"Besok aku akan mengantarnya ke sekolah" bernice tersenyum.
Mereka berdua berjalan ke arah mobil, bernett memberikan kunci mobil pada candice." Kamu yang menyetir, aku telah minum wine tadi"
"Aku juga telah meminum anggur merah" candice mengerutkan alisnya.
"Kamu hanya minum tidak ada tiga teguk, harusnya tidak ada masalah"
"Bagaimana kamu tahu?"
"Karena aku melihatnya" selesai bicara bernett ,membuka pintu depan, ia duduk di kursi samping kemudi.
__ADS_1
Candice menggigit bibirnya, ia memang tidak minum banyak dan otaknya masih sadar. Ia duduk di kursi pengemudi menyalakan mobi dan menyesuaikan posisi duduknya.
Meskipun candice membawa mobil balap di jalanan sepi, ia sangat serius dan berhati- hati.