
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Saat sudah duduk di dalam mobil candice bertanya."Kenapa tiba- tiba kakek menerimaku?"
Bernett menjadi sombong dan bangga."Tentu saja, karena kerja kerasku"
"Oh ya" candice mengedip- ngedipkan matanya menggoda..
"Oleh karena itu, malam ini kamu harus memuaskan aku di ranjang" bernett menatapnya dengan hangat.
"Tidak mau" hari ini candice akan menjemput sang anak.
Harga diri bernett sebagai lelaki sedikit terluka, kalau diketahui orang lain, ada wanita yang menolak tidur dengannya, ini akan sangat memalukan..
"Resort pribadi di negara E, aku tidak bisa menerimanya"
"Kakekku sudah menuliskan dalam surat wasiat,dan surat wasiat sudah dibawa orang kepercayaan kakek, tidak akan mudah mengubahnya."
"Kalau begitu, ganti atas nama bryan cheng saja"
"Nama bryan cheng akan tertulis di pemilik perusahaan gong's corp setalah dia dewasa, kamu sekarang sudah menjadi wanitaku dan cepat atau lambat akan menjadi anggota keluarga gong."
Saat ini candice baru sadar, mobil berhenti di depan gedung gong's corp."Kenapa aku datang ke perusahaan bersamamu?"
"Temani aku bekerja" bernett tersenyum.
"Mmmm, aku pulang saja" candice masih malu datang ke kantor bernett dilihat para karyawan.
"Tidak boleh, kamu harus menemaniku"
Bernett menarik tangan candice turun dari mobil dan berjalan masuk ke gedung perusahaan.
Saat sampai di ruangan bernett, candice melihat ke bawah dari jendela, ia merasa berdiri disini terlalu lama, akan menjadi sombong.
Bella masuk dengan membawa dua cangkir teh bunga."Nona cheng, minum teh"
"Terima kasih"
"Kamu lain kali,jangan terlalu sungkan padaku" bella berkata dengan tulus.
Candice tersenyum menganggukkan kepala. Bernett menatap wajahnya."Kalau ingin tidur siang, aku ada ruang istirahat, kamu bisa tidur disana"
Candice menggelengkan kepala."Aku temani kamu saja disini"
Bernett melihat sang wanita masih bertindak hati- hati, ia duduk di sebelahnya mencium telinganya.
Candice merasa geli mendorong bernet, namun tangan bernett melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
"Bernett, apa yang kamu lakukan? ini di dalam kantor" candice masih ingat saat kepergok laura.
Bernett tanpa menjawab menggendong ke dalam kamar pribadinya.
"Hei, apa yang ingin kamu lakukan?"
lelaki ini suka sekali bertindak semaunya sendiri, namun candice juga menikmati perlakuan sang pria.
"Diam, atau aku akan melakukannya disini?"
"Kamu harus janji, tidak melakukan disini" wajah candice sudah memerah.
Bernett menaruh candice di ranjang, bertanya dengan mengedipkan matanya."Aku haus, bolehkah minum air susumu?"
"Hei, kalau haus di meja ada teh, punyaku tidak akan keluar airnya"
Bernett sudah berbaring memiringkan tubuhnya mencium bibir candice lembut.
Candice memegang wajah sang pria, membalas ciuman dan memejamkan mata.
Setelah beberapa saat candice mendorong kepala bernett.
"Bernett, jangan lakukan disini, ya" nada sedikit memohon.
"Baik, kamu tenang saja, aku hanya ingin menikmati tubuh bagian atasmu" Bernett mengatur ac ke suhu dingin, membuka baju atasnya dan membuka baju candice.
Tangannya sudah mulai meremas,mulutnya mulai menghisap puncak gunungnya.
Setelah puas bermain bernett mengajak istirahat.
"Pakai baju dulu"
"Tidak usah, aku ambilkan selimut untuk menutupi tubuh kita"
Bernett ingin merasakan tubuh candice menempel padanya, agar wanita ini terbiasa.
Di pangkalan militer pinggir kota 3 wanita dan 3 pria turun dari mobil , di dekat mereka sudah ada pesawat yang akan membawa mereka ke negara X.
Bernice hari ini di punggungnya membawa ransel besar dan tangannya menarik koper.
Sekelompok penerjemah sedang menunggu arahan.
Setelah menunggu sepuluh menit datang barisan tentara sebanyak dua belas orang,para tentara membawakan barang- barang dan berjalan memimpin jalan menuju pesawat.
Koper mereka sudah di masukkan ke bagasi pesawat, bernice berpikir, apakah nickson sudah berada di dalam pesawat.
Setelah memasuki pesawat para awak mengatur tempat duduk mereka, bernice sendiri mendapat tempat duduk paling belakang dan tempat duduk di sebelahnya dibiarkan kosong.
Seorang perempuan menoleh ke belakang dan bertanya."Bernice, bolehkan aku duduk bersama denganmu?"
Setelah mendengar, awak pesawat menjawab.
"Tempat duduk ini sudah ada orang yang menempati"
__ADS_1
Bernice menjadi senang, apakah nickson akan duduk di sebelahnya?bernice berkat."Maaf, tempat duduk ini adalah milik temanku"
"Tidak apa- apa" perempuan itu tersenyum, sebenarnya ia takut bosan duduk sendirian.
Selanjutnya 20 orang tentara elit masuk dan duduk di dalam pesawat, bernice merasa kecewa, kenapa nickson tidak ada?
Setelah menunggu beberapa saat, orangnya juga belum datang, bernice mulai sedih, matanya memerah, ia merasa nickson telah menipunya.
Dia tidak datang?
Disaat bernice melamun, berjalan sosok tinggi dari arah depan dan duduk di sebelah bernice.
Bernice membuka matanya yang memerah, melihat sosok nickson dengan kesal.
Nickson berbisik di telinganya."Kenapa?"
"Darimana saja kamu?" bernice mencubit pelan lengan nickson, ia menempelkan tubuhnya pada lengannya.
"Tadi aku di ruang kemudi" nickson merasa lucu gadis kecil ini menyalahkannya, ia mengelus kepalanya untuk menghibur
Saat ini pesawat akan lepas landas.Ini adalah pesawat militer, bernice tidak menyukai momen saat pesawat akan lepas landas, nickson memegang tangannya untuk menenangkan.
Nickson melihat wajah tegang sang wanita.
Baru saat pesawat sudah stabil bernice merasa rilex, ia menoleh ke arah nickson dengan wajah tersenyum."Aku tidak apa- apa, aku hanya takut saat lepas landas"
"Ingin minum air?" nickson menunjukkan perhatian.
"Tidak untuk sementara waktu" bernice tersenyum, ia menyandarkan tubunya ke tubuh nickson, ia merasa bahagia diatas pesawat di temani sang pujaan hati.
Nickson merangkul pundaknya, agar bernice cepat tertidur, perjalanan kali ini cukup panjang selama 8 jam, ia takut sang gadis biasa naik pesawat pribadi akan kecapekan.
Tapi suasana hati bernice malah bagus, ia menikmati momen romantis seperti ini, walau perjalanan akan lama, bernice tetap bahagia dan tidak khawatir.
Perusahaan lu corp.
Saat debby keluar dari lift, sudah disambut oleh asisten andreas."Nyonya lu, anda sudah datang?"
"Dimana suamiku?" debby bertanya.
"Di ruangan kerjanya"
"Baiklah, aku sendiri yang akan mencarinya"
debby berjalan ke ruangan kerja sang suami.
Andreas sedang melihat berkas keuntungan bulan ini.Di bandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi penurunan laba yang drastis, suasana hati andreas menjadi tidak bagus.
Debby masuk tanpa mengetuk pintu, melihat sang istri masuk, kekesalan di hati andreas semakin bertambah..
"Kenapa kamu keseni?" nada suara andreas tidak bersahabat.
Debby shen langsung duduk di atas pangkuannya, kedua tangannya merangkul lehernya, ia bersikap manja."Suamiku, aku datang ada sedikit masalah baru"
__ADS_1
"Ada masalah apa kamu?" Saat ini, andreas sedang memusingkan masalah pekerjaan, memikirkan sang istri tidak melakukan apapun, hanya bisa menghamburkan uang, hatinya semakin kesal.