
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Saat ini di hotel paling mewah di kota ini sedang mengadakan perjamuan bisnis yang penting,selain pengusaha domestik,ada juga beberapa pengusaha luar negeri, bernett datang untuk bertemu orang- orang ini.
Di pintu depan laura menyerahkan undangan masuk, ia mengenakan pakaian yang cukup sexy,sebuah cincin berlian di jarinya, ia masuk ke ruang perjamuan dengan percaya diri.
Ia berjalan ke ruang perjamuan, ia melihat bernett sedang di kelilingi orang- orang dari luar negeri, mereka merupakan tamu paling penting di acara kali ini.
Pakaian laura malam ini, melihatkan dadanya sebagian, dan rok diatas di lutut, ia tidak memperdulikan tatapan nakal para tamu pria, walaupun reputasinya sedikit menurun, malam ini bertekad harus bisa tidur bersama bernett.
Ketika mengambil minuman bernett memandang sekilas laura ia acuh tak acuh, saat laura berjalan dengan senyum mendekati, bernett pergi menemui teman- teman bisnisnya, laura menjadi canggung.
Laura masih berfikir bagaimana menemukan kesempatan malam ini, ia melihat di kamar atas adalah ruang istirahat pribadi, ia harus menemukan kamar pribadi bernett.
Laura melihat pelayan, ia berencana memberikan obat di dalam minuman, dan menyuruh pelayan menyisakan satu gelas untuk di berikan ke bernett,Dan dengan begini bernett tidak akan menyadari.
Sekarang hanya memastikan bernett meminum obatnya,ia bisa masuk langsung ke kamar istirahatnya.Sang pria yang dengan efek obat pasti tidak akan menolak tubuhnya.
Laura tersenyum bahagai, kalau rencana ini berhasil, bisa membuat candice mundur dengan hubungan bersama bernett.
Perjamuan yang mewah, terdengar canda tawa para tamu undangan.
Luara sempat berkali- kali di dekati oleh banyak pria, namun ia mengusir dengan galak, ia sekarang sedang bersandar di dinding melihat bernett dengan fokus.
Bernert malam ini sudah mengabaikannya.
Laura memanggil pelayan."Berikan bir ini kepada bernett gong" laura sudah memasukkan obat dalam minuman tersebut,laura mendesaknya."Cepat antarkan padanya"
Pelayan segera berjalan ke arah bernett yang sedang berbincang dengan ketua dewan energi nasional, bernett melihat pelayan membawa nampan sisa satu gelas minuman mengambilnya.
__ADS_1
Laura menjadi sangat bahagia saat melihat bernett mengambilnya dan langsung meminumnya..
Bernett sendiri tidak kepikiran minumannya diberi obat perangsang..ia meminum sambil mengobrol.
Ketua dewan tertarik mengobrol dengan pemuda sukses seperti bernett.Ia mengambil satu gelas minuman dan mengajaknya duduk di sofa.
Laura berharap bernett merasakan tidak nyaman dalam tubuhnya dan berjalan ke ruang istirahatnya.
Saat ini sudah jam delapan, candice yang menemani linda dari siang, berencana pamit, takutnya bernett akan pulang cepat.
Linda memberikan kunci mobilnya." Pakai mobilku saja, sudah malam memanggil taxi tidak aman"
"Baik,besok aku akan mengembalikan padamu dan melihatmu lagi"
"Candice, terima kasih" linda berkata dengan tulus
"Kamu juga sudah sering menjaga aku, minum banyak air hangat, agar cepat sembuh"
Candice langsung berkendara dengan mobil linda, ia berfikir bernett akan segera pulang.
Saat ini ketua dewan yang melihat wajah bernett merah."Tuan gong, sangat senang berkenalan denganmu,aku pamit dulu, kapan- kapan kita bertemu lagi"
"Baik,aku tunggu kabarnya"
Setelah ketua dewan pergi, bernett merasakan tubuhnya panas dan merasa sangat aneh.
Bernett langsung kepikiran bir yang ia minum barusan, namun siapa yang meletakkan obat di dalamnya?
"Bernett, apakah kamu ingin istirahat keatas?" laura memegang lengan bernett, bernett melihat pakaian laura merasa aneh.
Bernett menatap dingin laura."Apa yang kamu lakukan padaku?"
"Sekarang kamu sudah tahu" laura tersenyum.
"Aku adalah penawar obat kamu"
__ADS_1
Bernett menutup matanya sebentar." Minggir" ia mendorong tubuh laura sampai terjatuh
Laura panik."Bernett, kamu jangan lari sembarangan"
Bernett berjalan semponyan menuju pintu masuk, pengawal yang melihat bernett sedang mabuk berlari ke arahnya.
"Boss, kamu kenapa?"
"Kamu antar aku ke apartemen dengan kecepatan penuh" pengawal langsung berlari mengambil mobil, tidak berani membantah.
Saat bernett masuk ke mobilnya, laura keluar sambil berteriak."Bernett, bernett kamu jangan pergi, malam ini aku temani kamu disini"
Melihat kepergian mobil bernett laura menjadi pucat, sekarang bernett mencari wanita mana untuk penawar obatnya?
Selain candice bernett tidak berdekatan dengan wanita lain, apakah bernett sekarang pergi mencari candice?
Laura menggigit bibirnya, tubuhnya gemetar, ia sekarang sudah tidak dapat keuntungan dan masih membuat bernett sangat marah dengannya, ia bahkan tadi mendorongnya sampai terjatuh.
Oh tuhan! laura menyadari bahwa tindakannya sangatlah bodoh.
Tapi ini sudah terlajur, ia hanya bisa pasrah pada nasib?
Sepuluh menit kemudian candice sudah sampai parkiran bawah apartemen, ia berjalan naik ke lift.Ia masih memikirkan penyakit linda dan malam ini harus bertempur dengan bernett, ia sedikit panik.
Candice berfikir,bernett pasti sudah pulang.
Bagaimana?caranya meloloskan diri?
Candice masuk ke rumah ternyata lampu masih gelap, ia berjalan ke arah dispenser..Ia menonton televisi sambil menunggu kepulangan bernett.
Sekitar sepuluh menit candice mendengar pintu depan terbuka, pasti sang pria sudah pulang.
Bernett berjalan mendekati candice.
Candice melihat bernett malam ini sedikit aneh, kedua matanya memerah,wajahnya berkeringat.
__ADS_1
Tatapan matanya pada dirinya seperti binatang buas yang siap menyantap mangsanya.