
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Haappy reading
Pagi hari
Candice bangun tidur merasakan dadanya di pegang bernett,ia merasa pria ini suka sekali memegangnya..ia memindahkan tangan bernett.
Bernett terbangun karena gerakan candice.
"Mau kemana?" saat melihat candice turun dari ranjang.
"Ke kamar mandi" ia berjalan ke kamar mandi cuci muka dan gosok gigi.
Beberapa saat kemudian bernett masuk ke kamar mandi langsung kencing di kloset, padahal candice masih menggosok gigi..
Selesai kencing bernett masih menggodanya memperlihatkan burungnya ke arah sang wanita.
Pria ini sudah tidak menganggap dirinya orang luar, bahkan berani menggodanya.
Hari ini
Setelah mereka sarapan pagi, candice merasa tertarik dengan beberapa tempat wisata di tempat ini,bernett menemani sang wanita berkeliling, bahkan mereka sempat berfoto berdua.
Di dalam perjalanan pulang ke hotel bernett bertanya."Apakah senang berkeliling hari ini?"
"Mmmmm,sangat senang, malam ini kita kembali negara R, aku sudah merindukan putraku"
Tidak lama setelah sampai di hotel, terdengar suara bel pintu, candice merasa kaget, siapa tamu yang datang di negara M.
Bernett berjalan membuka pintu, ada seorang wanita muda yang datang." Tuan gong,ini barang anda mohon tanda tangan tanda terima"
Candice berbaring duduk di berbaring di kamar bernett tidak ikut keluar, namun ia mendengar isi percakapan, apakah itu perhiasan yang di desain olehnya?
Bernett menutup pintu, ia berjalan ke arah kasur Membawa kotak berwarna emas." Ini untukmu"
Saatt candice membuka kotaknya ia kenal dengan sebuah kalung ini, pria ini mengeluarkan banyak uang dan masih memberikan kalungnya padanya.
"Ini adalah kalungmu, aku tidak boleh menerimanya" Ia merasa sudah menerima uang yang besar dari hasil lelang..
"Berhubung barang ini milikku, aku memberikan kepada siapapun adalah kebebasanku sepenuhnya"
"Berikan pada bernice saja"
"Aku akan membelikan sendiri untuk adikku, namun barang ini akan kuberikan untukmu"
"Tapi aku sudah menerima uangmu"
"Seluruh jiwa ragamu adalah milikku"
Candice melongo.
Pria ini...
Ia dengan terpaksa menerima kalungnya, ia memang menyukai desainnya kali ini, namun ia tidak mampu membeli bahan berlian yang mahal.
Bernett mengulurkan tangan untuk meminta kalungnya."Sini aku bantu kamu memakainya"
Candice menyentuh benda dingin yang yang berada di lehernya..Bernett tersenyum melihat kalung ini cocok di pakai sang wanita...
"Sangat cantik, seperti orangnya" mereka memasang kalung di depan cermin..
Bernett mencium lehernya dan menghisapnya.
"Bernett jangan beri tanda ciuman leher, nanti anak kita melihatnya." candice memberi peringatan.
Candice memakai kalung pemberian bernett merasa hutangnya pada sang pri semakin banyak, ia bingung bagaimana harus membayar?
__ADS_1
"Baiklah, aku berikan ciuman di dadamu" bernett sedikit meremas dadanya..
"Singkirkan tanganmu, 1 jam lagi, kita harus pergi ke bandara, ayo beres- beres dulu"
Candice pergi ke kamarnya memasukkan baju ke koper, begitu juga bernett melakukan hal yang sama.
Saat ini laura sedang di bandara dalam negeri, setelah pergi ke pesta, ia kembali ke hotel sebentar, baru pergi ke bandara.
Setelah turun dari pesawat laura bergegas pergi ke kediaman keluarga gong.
Ia harus mengabarkan berita ini secepatnya pada kakek bernett,ia harus menyingkirkan wanita penghalang dalam hubungan dengan bernett dengan bantuan kakek gong.
Di kediaman keluarga gong.,
Saat ini kakek bernett hanya mengetahui bernett sedang membujuk candice di luar negeri, ia belum mengetahui bernett membeli perhiasan candice.
Kakek sedang menunggu cicitnya berkunjung, tidak disangka malah laura yang datang..
"Kakek" panggil laura. ia membawa pipa rokok berwarna emas, memberikan pada kakek gong.
Kakek juga senang meneriman hadiah dari laura.
"Kamu cukup datang saja! lain kali tidak usah membawa hadiah"
"Kakek aku melihatnya saat di negara M, ini sangat cocok denganmu, aku juga bertemu bernett di negara M dengan seorang wanita"
"Apakah bersama candice?"
"Benar, candice pergi ke negara M untuk menghadiri acara pemberian penghargaan desain perhiasan,dan yang lebih keterlaluan adalah wanita ini menyuruh bernett membeli 200 milyar karyanya." laura menambah bumbu.
"Apa? membeli perhiasan di perlelangan dengan harga 200 milyar" kakek gong murung dan emosi dengan cucunya.
"Itu hanya sebuah kalung, pembuatan awal paling sekitar 3 milyar, pasti candice sedang butuh uang, makanya memeras cucumu dengan cara ini"
Kakek gong sudah emosi, cucunya hanya disuruh membujuk wanita itu pulang, tidak disangka malah memfoyakan uang begitu besar untuk membeli pehiasan.
Saat ini kakek menyuruh pengurus rumah tangga untuk menghubungi bernett, namun ponselnya tidak aktif.ia menyuruh untuk menelepon satu jam sekali.
Amarah kakek gong semakin memuncak..
Di dalam pesawat candice mulai khawatir.
"Apakah laura akan mengadukan masalah ini pada kakek?"
"Jika laura menambah bumbu - lain, pasti kakek akan marah"
"Jadi harus bagaimana?" candice bertanya
"Tenang saja, serahkan padaku"
"Bagaimana kalau aku menemani kamu pulang ke kediaman keluarga gong? aku akan menjelaskan pada kakekmu"
"Serahkan saja masalah ini padaku, kamu cukup menjalani kehidupan yang baik dan membesarkan putra kita"
Pesawat telah mendarat di negara R, saat ini sudah jam enam malam.
Saat sampai di rumah bibi mei, melihat tiga bocah sedang memandang kotak di depan mereka,apa yang dilakukan mereka?
Bahkan kedatangannya tidak di sadari, candice sedikit kesal, ini pertama kali putranya tidak menyambutnya.
"Bryan,max, vero, apa yang sedang kalian lakukan?"
Bryan mengangkat kepala dengan senyuman.
"Mommy,daddy, kalian sudah pulang? cepat lihat, kita sudah memiliki teman baru"
Candice penasaran berjalan mendekat, ia melihat anjing kecil berada dalam keranjang, tubuhnya masih mungil, seperti berumur tiga bulanan.
"Kalian mendapat dari mana?"
__ADS_1
"Tante tetangga sebelah memberikan pada kami, anjing kecil ini sudah menjadi keluarga kami, namanya bunny" kata vero.
"Apakah nenek sudah mengetahuinya?"
"Sudah, nenek bilang akan menyerahkan pada kami untuk mengurusnya"
Bernett mendekat melihat anjing mungil, ponsel dalam sakunya berdering, ia berjalan agak menjauh menjawab telepon..
"Kakek"
"Dasar bocah nakal,aku menyuruhmu membawa pulang bryan, malah kamu bermain petak umpet denganku"
"Kakek, kamu kenapa? katakanlah dengan perlahan"
"Kamu pergi menemani candice menerima pengharggan, bahkan membeli hasil karyanya seharga 200 milyar, lihat yang telah kamu lakukan"
Epresi bernett sekita berubah."Siapa yang memberitahu?"
"Tidak penting orangnya,aku hanya tahu kamu membohongiku"
"Pasti laura, kakek, aku tidak menyukai wanita itu" bernett langsung menyambung perkataan.
"Lain kali jangan biarkan wanita itu datang ke kediaman gong"
"Apanya yang tidak bagus dari laura?"
"Dari sikapnya mengadu domba di balik panggung dan masih banyak lagi" bernett berkata sedikit tegas.
"Apakah kamu menyukai candice seorang?"
Bernett tertawa sejenak." Benar, aku hanya menyukai candice, selain dia, aku tidak tertarik pada wanita lain"
"Omong kosong,cepat bawakan bryan ke sini lusa" kakek gong emosi.
"Aku tidak bisa berjanji, aku akan menanyakan pendapat candice dulu"
Bernett langsung menutup telepon, ia tidak mau berdebat dengan sang kakek.
Kakek sendiri sudah emosi, ini pertama kali bernett mematikan telepon secara langsung.
Bernett memikirkan perkataan laura pada kakeknya, dari sifat licik wanita itu sudah pasti menjelekkan candice begitu parah, sepertinya ia harus memberi peringatan pada laura.
Perasaan candice cukup peka, setelah menerima telepon wajah bernett murung, mungkin tadi adalah telepon dari kakeknya..
Ia masuk mengajak bernett menaruh barangnya ke kamarnya, setelah itu mengajak bernett duduk di tepi kasur..
"Apa tadi telepon dari kakekmu?"
"mmmm"
"Apa yang dia katakan? jangan sembunyikan padaku, cepat katakan"
"Dia ingin bertemu dengan bryan besok"
"Apakah kamu ingin membawanya pulang?" sekarang giliran candice yang muruh..
Bernett merangkul pundaknya menenangkan.
"Tenang saja,kalau kamu tidak mengizinkan ,aku tidak akan membawa bryan ke kediaman keluarga gong"
Candice merasa terharu, ia sekarang merasa percaya bernett tidak akan merebut anaknya.
"Kalau begitu bawalah bryan ke rumah kakekmu"
"Jika kamu keberatan, kamu bisa tingal disini sementara waktu"
Candice menatap wajahnya, ia sudah percaya pada sang pria."Aku sudah percaya padamu tidak akan merebut bryan,aku juga tidak mau kamu berselisih dengan kakekmu, jadi malam ini kita kembali ke dalam negeri."
Hati bernett bergejolak hebat, ia merasa senang dan bahagia, akhirnya wanita ini percaya padanya.Ia menundukkan kepala mencium bibirnya, kali ini candice membalas ciuman sang pria.
__ADS_1