
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Candice mengirim alamat ke ponsel bernett.
Bernett langsung mengirim ke pengawalnya. Menyuruh mereka untuk mendapatkan foto dalam waktu satu jam, gunakan segala cara.
Bernett menatap wanita di sebelahnya, merasa sedikit kesal."Lain kali,jangan tutupi masalah apapun dariku, terlebih yang berhubungan dengan keluarga lu, kamu tidak diizinkan bertemu mereka sendirian."
Candice mengangguk, menurut."Mmm,aku tahu, kali ini adalah salahku"
Bernett merasa tenang, wanita ini mengakui kesalahannya."Berikan aku sedikit waktu, aku akan memaksa andreas menyerahkan saham milik ayahmu"
"Apa dia akan menyerahkannya?" candice tercengang.
Ia juga pernah bertanya masalah ini pada pengacara.Tahun itu sudah menandatangani surat cerai dan masih ada cap jari.Kalau ingin mengambil dengan jalur hukum sudah tidak mungkin lagi.
Bernett tahu kekhawatiran wanita ini."Aku akan menggunakan caraku sendiri, untuk memaksa andreas menyerahkan saham padamu"
Candice menatap wajah bernett, ia takut kalau dua orang besar bertarung, pasti ada yang terluka."Aku tidak ingin saham, aku lebih ingin kamu tidak terjadi apa- apa"
Dulu bernett membantu menyelidiki masalah kematian ayahnya, dia mendapat serangan roket dan terluka parah.Ia tidak ingin hal serupa terjadi lagi.
Bernett tertawa senang dalam hati, mendapat perhatian dari wanita ini, membuat hatinya meleleh.
Di sebuah restoran di pinggir kota, debby duduk sendirian dan tidak tenang menunggu kedatangan candice.Dia dan laura menghabiskan waktu dua hari untuk menyiapkan semua ini.Di sebelah ruang vip restoran, ada rumah kosong yang tidak ada penghuni,di dalam rumah ada tabung gas dan stop kontak, hanya dengan sedikit gas dan percikan api akan terjadi ledakan yang besar, lagipula jendela ruang vip hanya berjarak dua meter.Pasti pecahan kaca akan menancap di muka dan tubuh candice.
Terpikirkan candice mempunyai wajah cacat, debby sangat bahagia, dengan begitu andreas tidak bernafsu lagi dengannya dan bernett akan membuangnya juga.
Laura menjadi tidak sabar, mengirim pesan ke debby."Apakah dia belum datang?"
"Belum" debby sangat percaya diri,pasti candice akan datang, dia sangat perduli dengan foto- foto ini.
Hanya perlu sedikit bersabar.
Akhirnya pintu ruang private diketuk, debby tersenyum, apakah dia sudah datang?
__ADS_1
"Masuk"
Begitu pintu terbuka dua orang berbadan besar berjalan masuk, bukan candice yang datang. Dan melihat penampilan mereka seperti pengawal.
"Kalian...kalian siapa?" debby yabg terkejut sampai berdiri.
Pengawal menatap debby dengan dingin."Nona lu, tolong berikab foto nona cheng"
"Kalian...kalian pengawal dari bernett gong? siapa yang menyuruh kalian datang?" debby tidak pernah memikirkan, candice menyuruh pengawal untuk mengambil foto.
"Kami mewakili nona cheng untuk mengambil foto"
"Kecuali dia datang sendiri, aku tidak akan menyerahkan foto" debby berkata dengan dingin.
Kedua pengawal saling menatap.Mereka tadi mendapat perintah, yaitu tidak perduli dengan cara apa harus mengambil foto dalam waktu satu jam.
"Nona lu, maaf" salah satu pengawal mengambil paksa tas debby, pengawal yang satu memegang tubuh debby.
Pengawal mengeluarkan amplop, hanya melihat sekilas."Ayo kita pergi"
"Kalian..berhenti kalian.Aku akan menuntut kalian dengan perampokan dan penyerangan"
Debby mengejar dengan sepatu hak tinggi berjalan dengan lambat, saat sampai diluar sudah melihat mobil sedan hitam meluncur pergi.
Laura keluar dari mobil yang terparkir tidak jauh dari lokasi,wajahnya memerah dan tidak enak dilihat,berjalan ke arah debby."Tampaknya candice cheng sudah ketergantungan penjagaan dari bernett dari setiap masalah, tidak mudah untuk melukainya."
"Tapi, aku tidak akan menyerah begitu saja" debby belum terima menerima kekalahan.
Laura juga sangat membenci candice cheng, akhir- akhir ini saham di luar negeri terus ditekan oleh bernett.Bagaimana tidak marah dengan wanita itu?
"Pengawal bernett juga terlalu berani, tidak ada rasa takut" debby berkata dengan marah.
Laura menepuk - nepuk pundaknya."Masih ada kesempatan.Kita menunggu dalam diam saja, pasti ada suatu hari bernett tidak menjaganya?"
"Laura, apa kamu rela?"
"Tentu saja tidak rela"
"Mulai hari ini, jika ada kesempatan hancurkan candice cheng" debby memancarkan kebencian.
"Kehidupan ini masih panjang, tenang saja, masih ada kesempatan"
__ADS_1
Dirumah candice mendengar foto sudah diambil merasa lega.
Bernett duduk diruang kerja, ia sedang melihat foto- foto candice empat tahun lalu, Di dalam foto candice lebih muda, ada bekas ciuman di lehernya, pergelangan tangannya memar dan ada noda darah di kasur.
Bernett merasa sedih telah menyakiti wanita ini.
Dan keluarga lu harus membayar harga atas apa yang dilakukan untuk candice cheng. Andreas, debby dan semua anggota keluarga lu harus membayar mahal masalah ini.
Bernett memasukkan foto kembali ke dalam amplop, membiarkan candice menghancurkan foto ini sendiri.Menghacurkan foto berharap akan membuatnya lupa dengan tahun itu dan mulai hari ini membuka lembaran baru.
Jam sepuluh malam bernett belum pulang, candice menunggu di ruang tamu dengan gelisah.Mendengar pintu terbuka candice berlari ke arah pintu dengan semangat.
Bernett sedikit jahil berjalan langsung ke arah sofa dengan memegang amplop di tangannya.
"Fotomu"
Candice menerima foto dengan perasaan campur aduk senang, sedih ,bahagia ini adalag aib empat tahun yang lalu.Ia memberikan foto pada bernett."Tolong kamu robek foto ini"
Betapa sedihnya kejadian empat tahun lalu, candice tidak mau melihat foto di dalam amplop,kalau melihat bisa membuat luka lama kembali terbuka.
Bernett mengambil foto itu.Ia merangkul pundaknya sambil mencium keningnya. "Sudahlah, jangan sedih lagi, semuanya telah berlalu"
Candice tersenyum, berpura- pura kuat."Aku tidak mempermasalahkan kejadian itu"
"Besok aku akan membakar foto- foto ini" bernett bertanya."Apakah ada makanan di rumah? aku lapar"
"Hari ini aku sudah beli banyak sayuran, kita masak berdua saja" candice sudah mempersiapkan dari awal, ia ingin menikmati kehangatan bersama bernett di rumah.
Bernett menyentuh hidungnya."Kamu yang cuci sayur, aku yang memasak"
"Baiklah, aku memang menyukai masakanmu, aku ingin merasakan masakanmu seumur hidupku"
Perkataan ini penting bagi bernett, berarti candice siap menikah dengannya."Siap, aku akan memasak untukmu seumur hidup, aku ganti baju dulu, kamu tunggu sebentar."
Wajah candice memerah, perkataan ini masuk ke hatinya.
"Iya" candice mengangguk.
Saat candice mencuci sayuran, bernett menempelkan tubuhnya dari belakang, ia mencium lembut leher candice, tangannya mengelus perutnya terus naik sampai di gunungnya.
Sebenarnya candice menyukai kedekatan seperti ini, namun masih malu untuk mengakui.
__ADS_1
Moment yang indah menurutnya.
"Bernett, kamu jangan memegang itu terus, nanti kamu bisa menegang" candice mengingatkan malu- malu.