Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Rencana bernett


__ADS_3

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


Bernett bangun duluan jam dua siang, candice juga terbangun karena gerakan sang pria.


"Candice, maafkan aku, semalam menyerangmu dengan kasar" bernett melihatnya membuka mata langsung meminta maaf.


Candice berkata dengan sedikit kesal."Lain kali, jangan sampai di celakai oleh wanita lain"


"Tenang saja, aku akan menjaga tubuhki dengan baik,aku lebih baik ke rumah sakit daripada dengan wanita lain" bernett berjanji dengan serius.


Candice tertawa kecil, lalu mencium wajahnya sebentar."Baiklah, kamu ingat janjimu"


"Sudah lapar belum? aku akan memasak untukmu" bernett bertanya dengan perhatian.


"Aku ingin makan sayuran buatanmu, aku masih malas untuk keluar dari rumah" candice membenamkan kepalanya di dada bernett.


Bernett mencium rambutnya."Baik, tunggulah sebentar, aku akan beli sayuran dan memasak untukmu"


"Iya"


Bernett turun dari ranjang ,mandi dan baru turun ke supermarket di depan.


Melihat kepergian sang pria, candice duduk di depan cermin melihat bekas ciuman sang pria di lehernya lebih dari tiga, bagaimana bertemu dengan orang, kalau di lehernya penuh bekas ciuman.


Ia berjalan ke kamarnya untuk mandi dan memakai baju yang longgar, sekarang candice duduk di ruag tamu menunggu masukan bernett.


Ia merenung, ia terpikir laura wanita licik, ia sangat marah, sudah jelas bernett tidak menyukai dirinya, mengapa dia tidak lepas tangan? masih menggunakan cara licik untuk menggaet bernett.


Setelah mencelakai bernett, berimbas pada dirinya, laura memang benar- benar keterlaluan.


Bernett selesai memasak satu menu menghampiri candice sebentar."Kalau bosan, nonton film dulu, aku masih memasak 2 menu lagi"


"Iya" Candice juga merasa bahagia di perhatikan oleh bernett.


Setengah jam kemudian bernett selesai memasak, ia menghampiri candice di ruang tamu."Apakah perlu aku gendong?"


Candice mengangguk, ia menikmati di manjakan oleh bernett..


"Makanlah, lebih banyak sayur, biar cepat segar" bernett mengingatkan.


Candice mengangguk, ia sudah sangat lapar, habis dua mangkok nasi,biasanya candice hanya habis 1 mangkok, bernett diam- diam ketawa melihat makan 2 mangkok.

__ADS_1


Perasaaan bernett sangalah puas,masakannya disukai oleh sang wanita.


Seharian ini mereka berdua hanya tiduran di sofa, sesekali bernett memijit pelan tubuhnya, memeluknya sambil nonton film.


Bernett menghela nafas, melihat lengan candice yang memar, mungkin ia memegang terlalu kuat.


Melihat bernett yang murung candice menghibur."Tidak apa- apa, aku tidak marah dan menyalahkan kamu"


Ia marah pada laura, wanita itu sungguh menjengkelkan.


"Oh ya, ambilkan ponselku di kamar, linda sedang sakit, aku ingin menelepon vera untuk menjaganya" kata candice tidak sungkan lagi menyuruh bernett.


Bernett tersenyum mencium bibirnya sebentar, berjalan ke kamar candice.


Selesai menelepon candice menguap beberapa kali, bernett memeluknya." Tidurlah lagi"


Merasakan nyaman candice cepat terlelap, melihat sang wanita telah tidur, bernett mengambil selimut si kamar dan menyelimuti tubuh mungil candice.


Bernett sendiri merasa tidak mengantuk pergi ke ruang kerja.


Jam Setengah lima bernett menelepon bella untuk memesan makanan di restoran dan mengantarkannya ke apartemen, ia memesan walet untuk menambah darah candice.


Jam enam candice bangun, bernett memegang ipad di sebelahnya dan sambil menjaga.


" Sudah bangun?"


"Huum"


"Iya, aku memang sudah lapar"


Selesai makan malam candice menyuruh bernett menelepon ayahnya.Ia mengobrol dengan anaknya, anaknya di temani fluffy tidak ribut untuk pulang, bahkan bryan membawa masuk kandang anjing ke kamarnya.


Bernett menyuruh ayahnya hari senin untuk mengantar bryan ke sekolah.


Selesai mengatur putranya candice merasa lega, sekarang di lehernya masih banyak bekas ciuman, kalau anaknya melihatnya, mengira dirinya di siksa oleh siapa.


Sebelum tidur bernett membuka baju candice untuk mengoles obat.Candice menutupi wajah malunya dengan kedua tangan,bahkan ia membiarkan dadanya dilihat bernett.


Bernett sedikit menggoda melihat wajah merahnya."Masih malu,bagian tubuhmu yang mana yang belum aku lihat, aku menyukai semua tubuhmu"


"Kamu...bisakah jangan berkata fulgar lagi"


Bernett tertawa keras, ia sangat senang menggoda candice.


Pagi hari


Bernett menyuruhnya untuk minta cuti tidak bekerja,agar seharian wanita ini istirahat di rumah, Sang pria sendiri harus kerja, hari ini ada rapat penting yang harus di hadiri.

__ADS_1


Candice menelepon linda,sekarang carmen corp sudah mengumumkan untuk keluar dari pasaran negeri ini.


Ia menjadi bingung di rumah sendirian, ia memutuskan untuk menonton film.


Kabar carmen corp, sudah terdengar sampai telinga laura, ia sedang di dekat jendela memandang gedung carmen dengan senyum dingin dan mengejek.


Sekarang carmen sudah bangkrut, dan para pelanggan akan menjadi miliknya, sekarang perusahaannya sudah lumanyan terkenal dalam negeri, kalau usaha ini berhasil, di tangannya akan memegang dua usaha, ini membuat laura puas.


Tapi terpikir kegagalan menggaet bernett membuat laura sakit hati, ia masih memikirkan adegan candice dan bernett bersama.


Namun, sekarang sudah pesimis dengan bernett dan belum mengetahui bernett akan membalasnya dengan apa?


Tentu saja bernett tidak akan melepaskan laura.


Karena obat menghancurkan malam baik mereka,dan masih membuat sang wanita terluka.


Saat ini bernett sedang berdiri di depan jendela sambil melihat gedung perusahaan loeir's milik laura,Ia ingin balas dendam dengannya,cara yang paling tepat untuk melawan laura adalah merebut barang di tangannya, tentu saja kedua perusahaan miliknya.


Walaupun tidak membeli dengan namanya sendiri, ia bisa menyuruh orang untuk membeli perusahaan desain pernikahan yang berada di luar negeri milik laura.


Ini bernett lakukan untuk menebus kesalahan laura yang mencelakai dirinya dan membuat candice terluka.


Bernett khawatir dengan candice akan memasak dan turun ke bawah untuk membeli sayuran sendirian, ia tahu kondisi tubuhnya masih pegal- pegal dan akan menyusahkannya untuk bergerak bebas.


Ia memutuskan untuk menelepon candice.


Candice mendapat telepon dari bernett menjadi semangat dan tersenyum.


"Halo" kata candice


"Apakah kesepian di rumah sendirian?"


"Tidak juga,aku bisa menonton film untuk menemani diriku" candice berbohong, sebenarnya ia lebih senang di temani sang pria, namun ia mengetahui bernett sangatlah sibuk mengurusi perusahaan sebesar itu.


"Kamu jangan memasak siang ini"


"Ada apa, kenapa aku tidak boleh memasak?"


"Siang ini, kamu tidak usah memasak, aku sudah menyuruh asisten yan untuk mengantar makanan, kamu harus makan banyak" bernett memberikan perhatian tulus.


Candice merasa terharu, bernett cukup perhatian dan membiarkan dirinya capek- capek untuk membeli sayuran dan memasak sendiri.


"Baiklah, aku akan menunggu makanan datang dan makan lebih banyak"


"Setelah makan, tidurlah siang, agar badanmu cepat bugar"


"Iya"

__ADS_1


"Aku tutup dulu, masih ada kerjaan, kalau ada apa- apa telepon aku?"


"Baik" candice tersenyum, ia menutup telepon.


__ADS_2