
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Semalam bernice tidur di sebelah kiri nickson sambil memeluknya.
Siang hari utusan kerajaan dan tuan putri berkunjung ke hotel nickson, mereka membawa obat- obatan mahal.Tuan putri juga datang menanyakan kondisi nickson.
Sesuai mengucapkan terima kasih, putri sarah mengajak mengobrol berdua dengan bernice, ia menatap lucu wajah bernice."Bernice, kenapa kamu tidak memberitahuku dari awal soal hubunganmu dengan ketua Ye?"
"Maafkan aku" bernice menjadi malu
"Dia adalah pria yang luarbiasa di banyak bidang,Kau sangat beruntung, jangan lepaskan pria seperti ini" putri sarah kembali mengingatkan."Jagalah dia dengan baik, aku berharap kalian berdua segera menikah"
"Terima kasih tuan putri".
"Sama- sama, aku sudah berbicara dengan pengawal kalian, kamu sekarang di tugaskan untuk merawat ketua Ye sampai sembuh"
"Aku akan menjaga dan merawatnya dengan baik, tuan putri juga jaga keselamatan "
"Setelah kejadian ini aku sudah mengutus lebih banyak pengawal untuk menjagaku, lain kali aku akan menjenguk kembali ketua Ye"
Putri sarah merasa bersyukur, kalau bukan karena nickson, mungkin dirinya sekarang sudah kehilangan nyawa.
Di atas padang rerumputan, salju yang turun dua hari lalu telah mencair, menampilkan rerumputan yang menguning akibat layu. Ada sebuah kuda kecil putih yang tampak kuat. Tubuhnya terbalut pelana kuda, diatas pelana kuda duduk bocah lelaki, bocah kecil berlagak seperti koboy, ia berteriak dan tertawa sejak naik ke atas kuda."Cia cia"
Kuda poni begitu penurut berjalan pelan, disampingnya ada pengiring memegang tali, sang pelayan tersenyum dengan tingkah tuan muda.
Benar- benar pengalaman baru untuk bryan, mereka sudah berkeliling berkali- kali, namun bocah kecil belum mau turun.Di taman bunga yang tidak jauh dengan pada rerumputan candice sedang duduk sambil melihat anaknya bermain dengan kuda, ia memegang segelas susu hangat dan memakai baju tebal. Ia mendengar teriakan sang anak hatinya menjadi tenang.
__ADS_1
Disini tiga hari berlalu dengan cepat, ia sangat menyukai berada di perkebunan ini.Disini ada dua puluh pelayan, setiap hari mereka sibuk dengan pembuatan anggur.Selain itu anggur disini sangat nikmat dan manis, candice setiap malam minum dua gelas membuat tidurnya menjadi pulas.
Orang tua bernett menganggap dirinya sudah seperti putrinya sendiri, membuatnya sangat tidak terbebani.Pelayan disini juga sangat ramah, pemandangan disini juga sangat bagus, dengan pemandangan gunung di sebelah utara serta rimbun pohon membuat udara disini cukup sejuk, disini jauh dari kebisingan kota, sangat cocok untuk mencari ketenangan.
Disini candice tidak perlu mengkhawatirkan bryan, karena setiap hari sudah sibuk dengan fluffy, kuda poni, kakek, nenek, kadang pelayan juga mengajak jalan- jalan di sekitar.
"Guk..gukk" suara fluffy menempelkan tubuhnya pada kaki candice, anjing kecil ini menatapnya dengan harapan di peluk olehnya.
Candice mengangkat dan menaruh di pangkuan memberikan kehangatan, anjing kecil dengan cepat tertidur.
Disini candice juga merindukan sosok bernett, mereka berdua pagi, siang, malam, selalu saling menelepon, menanyakan kabar, sudah makan belum, sedang apa, hal- hal kecil seperti ini sudah membuat candice merasa bahagia.
Disini candice juga mendapat ide- ide untuk menggambar desain, dan ia berharap bisa jalan- jalan ke gunung salju, tapi masih menunggu bernice atau siapa untuk menemani kesana.
Negara X
Saat ini nickson diliburkan oleh atasan selama dua hari, ia dan bernice hanya menghabiskan waktu berdua di hotel.
Pagi hari hari kedua, nickson mendapat telepon dari bawahannya, semala pusat militer mendapat serangan, ia tidak memperdulikan luka di lengannya ingin pergi kesana untuk mengecek keadaan disana, bernice ingin ikut, namun nickson menolaknya.
"Aku janji akan pulang sore hari, kamu tunggu saja disini" nickson berkata.
"Kalau begitu, aku akan mengantar sampai di bawah"
"Baiklah, habis mengantar langsung naik ke atas, untuk makan siang menyuruh pelayan untuk mengantar ke kamar."
Nickson memakai baju tentara untuk menyembunyikan lukanya, seperti tidak terjadi apapun.
Sebuah mobil hitam berhenti di depan hotel, mobil ini khusus hotel, bernice mengantar sampai disamping mobil, nickson mendengar suara mencurigakan dari dalam mobil.
Suara ini membuat raut muka nickson berubah seketika, ia langsung menarik tangan bernice untuk berlari ke arah hotel."Bernice lari" nickson berteriak sambil terus berlari ke arah hotel, hanya berjarak lima meter dari mobil, tiba- tiba terdengar ledakan keras dari mobil di belakang mereka, disertai dengan asap dan api yang melambung tinggi.
Tepat disaat ledakan terjadi nickson melindungi bernice dengan memeluk tubuh mungilnya. Bernice terkejut setengah mati, ia menatap nickson yang berada di atas tubuhnya untuk melindungi dari ledakan.
__ADS_1
"Nickson..nickson.." bernice berteriak panik
Punggung belakang nickson terdapat luka bakar yang besar, ledakan tadi sangat dekat dan kuat.
Nickson berdiri memegang tangan bernice menjauh dari lokasi kejadian, bernice dapat melihat seragam militer belakang nickson sudah hangus bekas kebakar, bernice menangis dengan sedih.Ledakan tersebut membuat penghuni hotel berlari keluar.Setelah berjalan cukup jauh bernice bertanya dengan khawatir.
"Apakah kamu baik- baik saja?mana yang terluka? perlihatkan padaku"
Sebenarnya dalam ledakan kaki bernice juga mendapat luka bakar, sekarang kakinya merasakan hawa panas, tetapi sang pria melindunginya pasti mendapat luka berkali- kalii lipat dibanding dirinya.
"Aku tidak apa- apa" nickson langsung mengeluarkan ponsel menghubungi bawahannya untuk datang kemari.
Ledakan yang terjadi membuat orang- orang terkejut, bahkan bingung harus berbuat apa?
Bagaimana mobil khusus hotel bisa meledak secara tiba- tiba?
Nickson sangat peka terhadap hal berbahaya.Ia langsung mengingat kejadia malam tuan putri di serang oleh tiga pembunuh.
Lalu saat ketiga orang ini dikalahkan oleh nickson, mereka pasti menandai nickson, pasti ledakan barusan ada hubungannya dengan kejadian malam itu.
Mungkin ia sudah menjadi target mereka membalas dendam.
Luka bakar dan organ dalam yang terkena hantaman dengan keras membuat tubuh nickson tegang, menjadi tameng dari jarak sedekat itu tidak terpental, ini sudah membuktikan betapa kuat tubuh nickson.
Nickson tidak mau lengah sedikitpun, siapa tahu orang yang ingin membunuhnya ada di sekitar sini, ia bisa menyamar menjadi siapapun, bahkan petugas hotel.
Sekarang bawahannya sedang menuju kesini, nickson memutuskan untuk menunggu di lantai atas.
"Ayo ikut aku ke atas"
Nickson masuk ke lift naik ke lantai sepuluh, ia tidak akan mengambil resiko dengan kembali ke dalam kamarnya.
Ia mendobrak kamar yang terkunci, lalu mengajak bernice masuk dan menunggu bawahannya sampai disini baru keluar.
__ADS_1