Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Ruang pribadi


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Ketika putrinya tertidur candice membuka ipadnya dan membuka internet tentang ibu muda,bagaimana menghilangkan bayang-bayang melahirkan dan bagaimana berbagi kamar dengan sang suami.


Candice masih takut untuk melakukan hubungan suami istri dengannya.


Ia sudah menetapkan tekad untuk melayani bernett malam ini.


Bernett datang dari belakang dan membaca artikel yang di buka candice.


Bernett duduk disebelahnya dan memegang tangannya."Apakah kamu perlu pergi ke psikolog?"


Candice malu-malu menggelengkan kepala." tidak perlu"


"Tidak apa-apa,kita bisa pelan-pelan untuk saling mendekat hubungan lagi" bernett sabar menanti sang wanita siap.,


"Malam ini bisakah kita pergi ke suatu tempat? aku ingin tidur selain di istana"


Bernett seperti mendapat angin segar."Apakah kamu sudah berpikir?"


"Aku.. aku hanya ingin ganti suasana" candice masih malu membicarakan hubungan intim.


"Oke, aku tahu suatu tempat yang bagus" bernett tersenyum.


"Hotel?"


"Bukan, itu adalah rumah kita yang dulu, berada di pusat kota,malam ini aku akan lembur, kamu harus menemaniku"


Candice tertawa."Oke"


Sore hari hannah dan dedrick pulang sehabis menjemput bryan di sekolah,bernett mengatakan pada mereka ingin jalan-jalan dan meninggalkan sang putri dan bryan di rumah.


Bryan juga tidak membuat masalah,ia berharap sang daddy membawa mommy ke tempat yang indah,lalu bisa menyembuhkan penyakitnya, lagipula dirumah ada adik perempuannya yang lucu.


Setelah naik ke mobil, wajah cantik candice menjadi kaku,ia merasa sangat canggung berduan dengannya.


"Ada apa denganmu? apakah kamu merasa tidak bahagia?"


"Tidak ada, aku hanya merasa sangat canggung" candice tertawa kecil.


"Kita semua sudah dewasa, mengapa setelah hilang ingatan, kamu seperti anak dibawah umur?" bernett tertawa.


Candice melihatnya tertawa terus-menerus membuatnya merasa malu."Kamu jangan tertawa lagi"

__ADS_1


Bernett menahan tawanya dan malam ini berencana membuatnya pingsan.


Untuk makan malam bernett membawa ke restoran romantis, candice membuka mantelnya dan menaruhnya di kursi.


Bernett melihat wanita di depannya, semakin dilihat semakin cantik, wanita ini adalah cinta pertamanya.


Bernett menuangkan dua gelas anggur merah dan mereka mengangkat gelasnya bersama.


"Mari bersulang"


Bernett melihat wajahnya yang memerah dengan seksama."Setelah kita bersama, kamu belum pernah mengatakan dengan serius, aku mencintaimu"


"Benarkah? bukankah aku sudah memberitahumu" candice mengedipkan matanya.


"Tidak, cepat katakan, aku ingin mendengarkan" bernett tersenyum.


"Apakah kamu sedang mengerjaiku karena sedang amnesia?" candice sedikit kesal.


"Kalau begitu, aku yang berkata dulu, candice cheng, aku mencintaimu"


Candice tersenyum senang dan membalas lelucon dari sang pria."Ya, aku juga mencintaimu"


Bernett hatinya merasa hangat menerima pernyataan cintanya.


Saat ini pelayan mengetuk pintu dan membawa beberapa hidangan yang lezat,mereka berdua makan dengan tenang, sesekali mendongakkan kepala saling memandang dan tersenyum. Kehangatan,cinta memenuhi ruangan ini.


Setelah makan malam selesai bernett langsung bergegas ke apartemen yang mereka tinggali dulu,memasuki apartemen candice merasakan suasana yang akrab.


Saat melihat beberapa hasil karyanya mata candice melihat sebuah lukisan yang indah dan tampak asli, itu adalah lukisan bernett.


Bernett tertawa melihat candice menatap lukisan dengan serius."Ini adalah lukisanmu, aku membeli darimu"


Candice masih melihat lukisan, bernett mengenakan kemeja putih,wajahnya terlihat tampan dan menggoda.


"Aku membeli lukisan itu seharga 400 juta"


"Aku masih menagih uangmu?" candice terkejut, apakah sebelumnya ia begitu miskin?


"Pada saat itu kamu masih membenciku,aku hanya bisa mencoba membuatmu jatuh cinta padaku,dan aku membeli lukisanmu seharga 400 juta untuk menarik hatimu"


"Jadi,kamu lebih dulu jatuh cinta padaku?" candice tersenyum sedikit bangga.


Bernett memegang tangannya."Tentu saja, aku jatuh cinta padamu duluan, kamu sangat menarik dan membuatku hampir pingsan"


Candice merasakan suhu panas di tangannya, apakah pria ini benar-benar mencintainya?


Ia merasakan gairah sang pria mulai memanas, sebuah ciuman tiba-tiba menyerang bibirnya.


Gairah dan kerinduannya, malam ini harus melampiaskan semuanya.

__ADS_1


"Yah"candice sampai hampir kehabisan nafas dan sang pria masih menciumnya dengan ganaas.


Bernett sudah lepas kendali dan harus melakukan olahraga dengannya.


Candice mengalami percintaan yang luar biasa kali ini,hingga tubuhnya lemas dan sulit untuk di gerakkan.


Pagi hari


Saat candice membuka mata melihat wajah tampan di depannya, semalam terlalu lelah dan tertidur sangat pulas.Sepertinya bernett juga kelelahan hingga jam segini masih belum terbangun.


Candice merasa nyaman tidur dengannya dan seperti dijaga olehnya sepanjang malam.


Ia melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah sembilan, candice ingin memasak sarapan untuknya.


Candice memberikan ciuman di dahi sebelum beranjak bangun dari tempat tidur.


Ia berjalan ke dapur dan menuju ke lemari es, untungnya masih ada bahan makanan, mungkin bernett sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkannya.


Candice masih memiliki potensi untuk memasak dan tidak merasakan kesulitan sama sekali.


Ia memasak nasi,sayuran dan udang untuk sarapan.


Bernett terbangun,rasa kantuknya menghilang melihat wanitanya sudah tidak ada di tempat tidur, dan rasa was-was menjadi kebiasaan setelah sang wanita pernah menghilang.


Ia mengambil mengikat mantel tidur dan. berjalan menuju dapur,melihat sang wanita sedang memasak, pemandangan ini adalah yang terbaik untuk menghibur hatinya.


Bernett memeluknya dari belakang dan dagunya di letakkan di pundaknya."Mengapa harus memasak, kita bisa pesan makanan di luar"


Candice tersenyum."Aku suka makan dirumah"


Meskipun makanan diluar enak dan beraneka ragam,tapi tidak bisa membeli kehangatan di dalam rumah,lagipula makan masakan sendiri memberikan rasa kepuasan.


"Aku tidak ingin kamu merasa repot"


"Kalau hanya memasak membuatku repot, aku tidak ingin dimanjakan seperti anak kecil olehmu" candice mencubit pinggangnya."Cepat gosok gigi dan cuci mukamu"


"Apakah priamu tadi malam hebat?" bernett mencium lehernya.


Candice langsung memerah wajahnya dan tidak ingin menjawabnya."Anggap saja nilainya lulus"


"Lulus sudah bagus, aku akan membuatmu lebih puas malam ini" bernett tersenyum mesum.


Candice mendorong tubuhnya pelan."Baiklah, kita bicarakan nanti lagi"


Bernett membalikkan tubuhnya dan pergi ke kamar untuk mencuci muka.


Candice masih sibuk untuk memasak hidangan sarapan.


Ketika bernett keluar dari kamarnya, makanan sudah di letakkan di atas meja makan, masakan tidak terlalu banyak dan pas untuk dua porsi makan.

__ADS_1


Mereka makan dengan tenang,selesai makan bernett bertugas untuk membersihkan peralatan makan.


Candice berjalan ke kamarnya untuk melihat hasil karyanya sebelum hilang ingatan,ini dilakukan untuk merangsang otaknya agar cepat sembuh.


__ADS_2