Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
kehangatan keluarga


__ADS_3

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


.........


Bernice yang malu langsung memegang lengan candice."Kak candice kamu sudah datang?"


Nickson tersenyum ke arah candice, candice juga membalas dengan senyuman, bernett baru keluar langsung memukul ringan lengan nickson.


"Ayo masuk,kita mengobrol di ruang tamu saja" hannah bicara.


Ketika sudah duduk di ruang tamu, bernett mulai bercanda."Nickson, adikku ini sangat suka cari masalah, jadi kamu harus bersabar"


"Kak, mana ada seperti itu" bernice sedikit cemberut.


Nickson tertawa."Tenang saja, aku ini adalah prajurit terbaik,kalau soal kesabaran, aku sangat mengerti"


Candice mengerti, bernett memang suka usil dan iseng dengan orang- orang dekatnya.Ia hanya tersenyum.


Bernice langsung kesal, ia bertanya pada nickson."Apa aku adalah orang yang merepotkan di matamu?"


Nickson langsung menghiburnya, melihat bernice cemberut."Tentu saja tidak, kamu sangat baik"


Bernice dengan bangga melihat kakaknya.


"Kak, dengarkan itu, aku orang yang baik"


Semua orang langsung tertawa, tingkah bernice cukup lucu, mereka tertawa bersama.


Tidak berapa lama, bryan masuk dengan membawa anak anjingnya, ketika mau melewati penghalang pintu, anjingnya terjatuh lagi dan membuat semua orang tertawa.


Bernice sudah mendengar kabar bryan punya anjing kecil, baru kali ini melihatnya langsung, bernice berjalan mendekat."Lucu sekali"


Nickson melihat tingkah kekanak- kanakan bernice tersenyum senang.


Hannah meras senang dengan nickson, ia tampan, punya karier bagus, orangnya baik, ia malah takut putrinya tidak cocok dengannya.


Petang hari, dedrick pulang ke rumah, ia habis dari rumah ayahnya, sebenarnya ia ingin makan malam di rumah ayahnya,namun mendengar semua orang berkumpul di istana, ia buru- buru pulang.


"Kakek, kamu sudah pulang?" Bryan berlari ke arahnya, dedrick menggendong cucunya penuh kasih sayang.


Candice melihat anaknya di sayang di keluarga ini cukup senang, bahkan fikiran membayangkan kalau dirinya menikah dengan bernett.


Namun candice buru- buru menghilangkan fikiran itu, ia masih takut dengan kegagalan pernikahan pertama.


Setelah makan malam, semua orang berada di ruang tamu, bernice dan nickson saling menatap sebentar, akhirnya bernice buka suara.


"Ayah,ibu, ada sesuatu yang akan aku bicarakan, ini tentang pekerjaanku"


"Ada apa dengan pekerjaanmu?" dedrick bertanya penuh perhatian.

__ADS_1


"Karena ada tugas ke luar negeri, aku pergi ke sana dalam waktu seminggu paling singkat dan paling lama satu bulan" bernice masih belum berani berkata negara tujuan.


"Pergi ke negara mana?" bernett sedikit khawatir.


"Pergi ke negara x, tapi kalian tenang saja, daerah yang aku tuju bukan daerah peperangan"


Mendengar negara itu semua orang merasa khawatir dan takut.


Bernett mengerutkan alisnya."Bisakah tidak pergi?"


"Benar sekali, negara itu cukup berbahaya"


candice ikut berkata.


"Aku sudah berusaha bertanya, tapi nama bernice sudah di kumpulkan, tapi tidak bisa diubah lagi" nickson berkata dengan serius.


Bernice terkejut, langsung menatapnya."Kamu, pergi mencari atasanku?"


Nickson sedikit tersenyum."Iya! semua sudah aku cari"


Perasaan hati bernett sangat rumit, sebenarnya adiknya tidak perlu bekerja,tapi dia tahu adiknya bekerja bukan demi uang, ia melakukan itu untuk mengabdi pada negara, adiknya ini memiliki hati yang polos dan baik.


"Om, tante, kalian tenang saja,aku akan menemani keberangkatan kali ini, aku akan menjaga sekuat tenagaku" nickson berusaha menenangkan keluarga ini dan berjanji menjaga bernice.


Candice dapat melihat ketulusan hati nickson kepada bernice, walaupun mereka baru menjalani hubungan, dapat terlihat keseriusan cinta mereka.


Semua orang merasa tersentuh, nickson mau menemani bernice ke negara x.


Bernice mengangguk."Ayah, ibu, kalian tenang saja, aku kesana bersama enam penerjemah termasuk aku,kami berada di daerah militer, jadi sangat aman"


"Bernice, kamu mendengarkan omongan nickson, jika ada masalah langsung hubungi aku" bernett berkata pada adiknya.


Bernice merasa senang, ini yang dinamakan kasih sayang dan kehangatan keluarga.


Saat ini sudah pukul setengah sepuluh, bryan yang berada di pangkuan sang kakek sudah menguap beberapa kali.


Hannah yang melihatnya menyuruh menginap di istana saja, awalnya candice ingin membawa pulang anaknya, namun melihat kakek dan neneknya begitu menyanyanginya, ia menyetujuinya, lagipula anaknya merasa senang tinggal disini.


Nickson mengantar bernice ke hotel,bernett dan candice kembali ke apartement, dua mobil meninggalkan istana gong.


Bernice diam saja di dalam mobil, ia hanya beberapa kali melihat ke arah nickson.


"Ada apa?" nickson bertanya dengan lembut.


..."Sebenarnya kamu tidak perlu memohon pada seseorang, ini adalah pekerjaanku" bernice berkata jujur....


"Aku tidak memohon pada seseoranh, aku hanya bertanya pada mereka, lagipula aku kenal dengan mereka" nickson tersenyum


"Benarkah?" bernice mengedipkan matanya menggoda.


"Apakah kamu menyukaiku?"


"Iya" bernice berkata pelan, wajahnya memerah

__ADS_1


Nickson menepikan mobilnya, ia menarik rem tangan.


Bernice menjadi gugup, kenapa nickson berhenti di tempat sepi.


Apa yang dia lakukan?


Nickson menatap wajah imutnya, ia menarik tangan bernice pindah ke kursi belakang yang luas.


Ia mendukkan bernice di atas pahanya, mereka saling memandang. Bernice menunduk karena malu.


Nickson membelai wajahnya yang mulus, mengecup keningnya.


"Bernice" panggil nickson mesra.


Begitu bernice mendongak ke atas bibirnya dicium oleh nickson, tangan nickson masuk ke rambutnya, memegang kepalanya, ciuaman mereka semakin dalam.


Walaupun ini bukan ciuman pertama kali, bernice merasa sedikit takut, mereka melakukan di pinggir jalan.


Karena hatinya gugup bernice menggerakkan badannya beberapa kali, akibat gesekan ini barang sang pria membengkak besar.


Nickson menjadi semangat memasukkan lidahnya ke mulut bernice..


Bernice merasa takut barang nickson yang duduki akan kesakitan, ia mendorongnya agar melepas ciuman.


"Kenapa?" nickson bertanya.


"Barangmu aku duduki membesar"


"Abaikan saja" nickson kembali mencium bibirnya..setelah beberapa saat.


"Ayo, aku antar kamu pulang"


"Apa kamu tidak kesakitan aku duduki?" bernice perhatian.


Nickson tersenyum."Kamu tidak perlu, khawatir padaku"


Nickson bisa menahan hasrat dalam tubuhnya, ini untuk menghormati sang wanita.


Mereka kembali duduk di kursi depan, nickson mengendarai mobil dengan stabil.


Setelah sampai hotel, nickson mengantar sampai depan kamar bernice.


"Apa kamu tidak masuk dulu, sekedar minum teh?" bernice masih mau menghabiskan waktu bersama dengan nickson.


"Aku masih ada urusan, sampai jumpa besok" nickson menghidari bernice, takut dirinya tidak mampu menahan diri lagi.


Bernice sedikit kecewa, namun tidak memaksa sang pria untuk masuk.


"Baiklah, hati- hati di jalan"


"Selamat malam, malam ini tidurlah lebih cepat" nickson mengingatkan.


"Baik, selamat malam"

__ADS_1


__ADS_2