Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Hanya mencintainya


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Nickson menggandeng tangan bernice menariknya ke sudt ruangan."Kita berbincang disana"


Bernice merasa nickson memegang tangan lumanyan kuat,tentu saja,ini bukan sikap sang pria seperti biasa,namun,sekarang nickso sedang kesal.


"Mengapa kamu tidak mengundangku?"nickson menekankan kata-katanya.


Bernice menggigit bibirnya,lalu menjawab dengan canggung."Aku mengira kamu tidak ada waktu,jadi,aku tidak meneleponmu, apakah kamu sekarang sedang menyalahkanku?"


"Jika aku tidak datang, apakah kamu akan membiarkan pria tadi menjadi teman


dansamu?" kebetulan tadi nickson mendengar darren berkata mengajaknya berdansa.


Bernice benar-benar tidak menyangka, nickson akan menanyakan hal ini,kini wajahnya seperti ingin menangis."Aku akan menolaknya"


Nickson matanya yang tajam terjatuh di gaun hitam yang dipakai bernice."Kepada siapa kamu ingin memperlihatkan dirimu,hingga memakai gaun sexy seperti ini?"


Bernice merasa malu, ia hanya meminta toko untuk mengirimkan gaun pesta,ia tidak menyangka toko akan mengirim gaun seseksi ini,gaun v, dan pres dengan body bernice.


Namun,gaun ini tidak jauh berbeda dengan pakaian wanita di perjamuan kali ini.


Namun,pria ini merasa,ia sengaja memamerkan bentuk tubuhnya..


Nickson mencubit perutnya,ia merasa kesal dan gemas.Bernice tersenyum melihat tingkah sang pria.


"Kamu masih berani tersenyum?" nickson benar-benar ingin membawa bernice pergi dari ruangan ini.


Bernice masih tersenyum."Apakah kamu sedang cemburu?"


"Menurutmu" nickson yang kesal langsung mencium bibirnya sebentar.


Bernice semakin malu,di depan teman-temannya di cium oleh sang pria.


Pemandangan ini dilihat oleh julie,semenjak kedatangan nickson matanya selalu memandang ke arahnya,melihat kemesraan mereka berdua Hatinya terbakar cemburu dan amarah.


Darren juga memperhatikan kedekatan bernice dan nickson, ia bahkan sudah menghabiskan dua gelas anggur.


Pada saat ini ketua dari departemen kementrian luar negeri baru saja datang,sang pria segera menggenggam tangan bernice.

__ADS_1


"Temani aku menyapa teman"


Bernice tidak berani menolak, ia berjalan di sampingnya,ketua merasa senang dengan kedatangan nickson,mereka berdua saling bersalaman dan menyapa.


Bernice menyadari ternyata nickson begitu terhormat di kemiliteran,bahkan ketua disini merasa segan padanya.


Selesai berbicara nickson mengajak ke arah meja makanan, mereka berdua mengambil makanan yang disukai kemudian duduk di kursi yang kosong.


Banyak para lelaki yang memandang ke arah bernice, namun begitu di tatap oleh nickson, mereka semua mengalihkan pandangan.


Nickson merasa senang, untung saja ia datang malam ini, kalau tidak para kaum pria akan memandang terus ke arah tubuh bernice. Nickson harus sampai di pangkalan besok pagi untuk menghadiri rapat, namun ia tidak mengeluh harus kelelahan di perjalanan.


Bernice menatap wajah menakutkan pria di sampingnya."Kenapa kamu bisa datang kemari?siapa yang menyampaikan padamu bahwa malam ini ada perjamuan makan?"


"Pamanku"


"Mengapa kamu tidak meneleponku terlebih dahulu? kamu seharusnya meneleponku terlebih dahulu" bernice menggigit bibirnya.


"Begitu mendapat kabar, aku langsung pergi ke bandara,tidak sempat meneleponmu, mengapa kamu tidak memberitahuku kemarin malam saat kita bertelepon?"


Bernice baru pertama kali melihat kemarahan sang pria,ia mengulurkan tangan memegang wajahnya."jangan marah lagi! apakah kamu tidak bisa menerima permintaan maafku?"


Nickson sebenarnya tidak marah,ia hanya sedikit kesal."Kamu tidak boleh menyembunyikan apapun lagi padaku"


"Baik" bernice tersenyum.


"Tentu saja hingga selesai"


"Namun,aku hanya punya waktu tiga jam, apakah kamu tidak ingin berbincang


denganku?" tanya nickson.


"Kamu ingin membawaku kemana?"


"Kamu ikut saja"


Selesai makan mereka berdua berpegangan tangan meninggalkan aula pertemuan, saat bernice keluar merasa kedinginan, nickson dengan sigap melepas mantelnya untuk menutupi tubuh bernice.


Bernice merasakan tubuhnya dan hatinya hangat secara bersamaan.


Ia mengangkat kepalanya dan tersenyum manis.


Diluar gedung sedikit gelap dan tidak orang, nickson segera mencium bibirnya dengan mesra, seperti memberi hukuman kecil untuk bernice.


Di dalam mobil bernice merasakan jalan yang asing, Ia menatap wajahnya, lalu bertanya.

__ADS_1


"Kemana kita pergi?"


"Rumahku" nickson tersenyum sambil melirik ke arahnya sebentar.


Nickson membawa ke villa kelas menengah miliknya.


Bernice merasa jatuh cinta dengan tempat ini, disini jauh dari keramaian kota, villa sedang ini ada taman di depan dan kolam ikan.


"Ini mungkin akan menjadi rumah kita setelah menikah,apakah kamu menyukainya?" nickson menatap wajahnya.


Bernice tahu, para tentara tidak akan mempunyai harta yang melimpah seperti keluarga gong.Dia juga tidak akan bisa memberikan pakaian mewah, namun bernice sudah bahagia asal bisa hidup bersama dengan sang lelaki.


Bernice berkata dengan hati-hati,agar jangan sampai menyinggung nickson."Sangat suka! aku menyukai ketenangan tempat ini"


Bernice memegang lengannya."Ayo lihat-lihat bagian dalam"


Setelah berjalan di dalam rumah nickson bertanya."Jika kamu tidak menyukai tempat ini, aku akan merenovasi ulang sesuai keinginanmu"


"Jangan,jangan,aku menyukai dekorasi seperti ini"


Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu.


"Mengapa kamu tidak memberitahuku lebih awal,kalau kamu sudah memiliki rumah?"


"Aku sebenarnya masih ingin membeli apartemen,aku takut kamu tidak terbiasa di tempat pinggiran seperti ini" nickson mengela nafas, jika wanita ini orang biasa, ia tidak akan mengkhawatirkan masalah ini,namun bernice adalah putri keluarga gong,tentu saja ia perduli dengan masalah ini.


Bernice berdiri."Jangan, aku menyukai tempat ini,aku berkata yang sebenarnya"


"Namun.. apakah ini sangat menyedihkan bagimu?"


"Aku tidak akan sedih, tidak sedih sedikitpun, nickson aku bukan wanita yang haus akan kemewahan dan kekayaan"


Tentu saja, nickson juga mengetahui,wanita ini bukan orang seperti itu, namun karena benar-benar mencintai gadis ini,ia akan memberikan kehidupan yang paling baik, namun, semua yang ia berikan ada batasannya,oleh pekerjaan yang ia miliki.


"Seperti gaun malam yang kamu gunakan malam ini,mungkin aku tidak bisa membelikanmu di masa depan" jika wanita ini menikah dengannya harus menurunkan standar kehidupannya.


Bernice segera menundukkan kepala melihat gaun yang ia kenakan,tangan mungilnya menarik kain v di dada dengan kuat, hingga terlihat bra di dalamnya.


Selesai merobek bernice berkata."Kalau begitu, aku tidak akan memakainya lagi, aku juga tidak akan mengenakan pakaian seperti ini di masa depan"


Nickson tercengang ia segera berdiri menahan tangan bernice."Jangan robek"


Bernice sekarang tidak perduli dengan bra yang yang kelihatan, ia sudah ingin segera menikah dengan nickson,ia juga akan menyerahkan tubuhnya pada sang pria.


"Nickson, aku benar-benar tidak perduli, aku hanya ingin menikah denganmu saja"

__ADS_1


Nickson mencubit hidungnya pelan."Dasar bodoh"


__ADS_2