Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Berhasil mendapatkan DNA


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Namun daniel malah menciumnya lagi dan sekarang tangannya memegang kepala keira.


Fikiran keira kosong tiga detik, ia masih teringat dengan ciuman terakhirnya saat masih hilang ingatan.


Namun saat ini mereka sadar dan mengetahui jelas identitas masing-masing.Salah satunya adalah presiden dan satunya adalah seorang pembunuh.


Lidah mereka saling bersentuhan dan air liur larut menjadi satu.


Keira sendiri tidak mampu untuk menolaknya, pria ini memang dicintai olehnya, bagaimana bisa mempunyai tenaga untuk mendorongnya?


Setelah berciuman beberapa menit daniel melepaskan ciuman dan menatap wajah merahnya yang imut.


Keira cukup malu dan bingung, lalu sengaja bertanya."Apakah sudah selesai diperiksa? apakah aku masih berbahaya?"


Daniel merapikan rambutnya dengan lembut.


"Bagiku, kamu tidak akan pernah bahaya! keira, aku sangat merindukanmu"


Keira menutup matanya."Sudah tidak ada maknanya sekarang"


Daniel menyentuh hidungnya."Apakah kamu tahu? aku bisa tidak menikah seumur hidup. untukmu"


Keira mengangkat kepalanya."Apa katamu?"


"Di dalam hatiku hanya ada kamu dan selalu ada kamu"daniel belum pernah mengungkapkan isi hatinya,Ketika yuna masih hidup, banyak hal yang harus ia tahan di dalam hatinya,jika dikatakan akan menjadi luka baginya.


Diluar ada orang yang sedikit panik dan bertanya pada pembantu."Apakah kamu melihat tuan presiden?"


Keira dapat mendengar kalaub itu adalah suara vivi, ia mendorong kuat tubuh daniel dan melotot padanya."Kamu harus kembali, jika kamu menghilang, seluruh keluarga chu akan berantakan"


Daniel sedikit manja"Aku ingin lebih lama denganmu"


"Cukup, cepat keluar, jika ketahuan oleh orang lain,kamu akan adalah presiden pertama yang turun karena berita seperti ini" keira bergegas mendorongnya dengan kuat, jika ketahuan oleh orang lain mereka berada dalam satu ruangan, lagipula keira tadi mengaku menjadi pacar sean.


Ini akan berdampak besar bagi identitas daniel.

__ADS_1


"Apakah kamu memberi perhatian padaku?" daniel tersenyum.


"Tuan presiden,kamu berada dimana?" suara vivi semakin mendekat.


Keira membuka pintu dan mendorong tubuh daniel keluar tanpa sungkan-sungkan dan menutup pintu kembali.


Vivi merasa senang melihat daniel berada di koridor."Tuan presiden,mengapa kamu berada disini sendirian?"


"Oh! tadi aku menerima sebuah telepon, ada apa? apakah acaranya sudah akan dimulai?"


"Iya, semua orang sedang menunggumu" vivi membuat gerakan mempersilakan.


Sementara keira di dalam ruangan jantungnya masih berdebar kencang.Ia tidak menyangka daniel akan mempunyai sisi yang ganas dan jahat.


Dan lelaki ini walaupun di dorong sejauh mungkin akan begitu cepat untuk mendekati dirinya.


Keira keluar ruangan dengan tenang, namun saat mau sampai pintu ruang utama terdengar suara panik."Keira,mengapa kamu pergi begitu lama? aku sudah mencarimu lama"


Keira tersenyum."Aku hanya sedikit tersesat, ayo masuk"


Saat sedang makan keira memperhatikan nyonya cantik yang berumur 50 tahunan yang sibuk bersama dengan pembantu, dari mata wanita itu lumanyan mirip dengannya.


Saat ini vivi berjalan mendekatinya sambil tersenyum."Bu,cepat pergi makan! kamu jangan sibuk dulu"


Keira kaget, Ternyata ibu cantik itu adalah ibu kandung Vivi.


Tatapan keira mengikuti arah vivi berjalan, ternyata dia duduk di samping daniel. Namun daniel malah menatapnya dengan tatapan aneh.


"Apakah setelah makan kita bisa tetap disini?" keira berkata pada sean.


"Tentu saja"


Setelah makan keira mulai beraksi,saat sean berbicara dengan teman kakeknya, keira pergi mengikuti ibu vivi.Nyonya chu sedang memberi arahan ke pembantu di halaman.


Keira tersenyum dan menyapa."Apa kabar, nyonya chu"


Nyonya chu melihatnya tersenyum,ia tercengang,mengapa alis dan mata gadis ini mirip dengan putrinya sendiri? tapi terlihat lebih muda dari vivi.


"Nona, siapakah namamu?"


"Namaku kiki"


"Lalu apa margamu?"

__ADS_1


"Margaku wang" keira berkata dengan sembarangan.


Saat ini seorang pelayan mendekat, lalu berkata."Nyonya, pengurus rumah mencari anda"


Nyonya chu bersiap untuk pergi.Keira langsung berkata."Nyonya, dirambut anda ada seekor serangga" Keira segera mengambil serangga dan mengambil sehelai rambut, setelah mencabut rambut keira buru-buru meminta maaf."Maaf, apakah aku membuatmu sakit?"


"Oh! tidak apa-apa,kiki pergilah ke ruang utama dan makanlah yang banyak, aku sibuk dulu"


"Iya, baik" keira tersenyum menatapnya pergi.


Keira memasukkan rambut ke kantong plastik kecil yang berada di tasnya.Demi mendapatkan Dna sekalipun harus sedikit melukainya, keira tetap harus melakukannya.


Keira masuk ke dalam dan melihat nyonya pertama berjalan ke arahnya,ia mengeluarkan jarum kecil dan menusukkannya ke punggung tangannya.Sang nyonya sedikit menjerit, keira menoleh kearah tangannya yang berdarah, ia bergegas mengeluarkan tisu dan menghapus darahnya.


"Maaf, nyonya, mungkin di tasku ada barang yang berduri dan melukai dirimu"


Nyonya yang ini juga baik,ia menggelengkan kepala."Tidak apa-apa! ini hanya luka kecil saja"


"Benar-benar maaf" keira meminta maaf dengan serius.Akhirnya mendapatkan sampel Dna yang kedua.Selanjutnya adalah nyonya ketiga.


Keira melihat nyonya ketiga sedang mengobrol dengan tamu undangan,ia memutuskan untuk bertindak sedikit tidak sopan.Keira berjalan ke arahnya dan saat akan mendekatinya, ia pura-pura keseleo dan menabrak bahu nyonya ketiga, jarinya bergegas menarik sehelai rambut dan tidak mengundang kecurigaan.


"Nona, apakah kamu merasa tidak enak badan?"


"Terima kasih, aku hanya keseleo ketika berjalan tadi" keira merasa senang mendapatkan rambut nyonya ketiga.


Keira mendekati sean, lalu berkata."Sean, aku sedikit tidak enak badan, bagaimana kalau kita pamit dan pulang dulu"


Sean juga merasa sangat bosan disini.


"Baik! kita beri salam kakek chu, baru kita pergi"


Keira tidak ingin berjumpa dengan daniel yang berada di sampingnya."Kamu pergi saja, aku akan menunggumu di depan pintu"


"Baik, tunggu aku"


Sean juga menyapa daniel setelah berpamitan dengan kakek chu."Tuan presiden,sangat senang bertemu dengan anda"


Mendengar sean akan pergi, ini juga menandakan keira akan pergi,daniel menoleh ke arah pintu utama dan melihat keira membelakangi dirinya.


Di tangan daniel masih ada arak dan langsung menghabiskan dalam satu tegukan.


Thomas juga mengerti kesedihan tuan presiden , walaupun dia adalah lelaki paling di hormati di negara ini, namun untuk urusan hatinya sangatlah kacau.

__ADS_1


Daniel bukannya tidak bisa menikah dengannya, namun identitas keira sangatlah sensitif , jika menjadi istrinya dan berdir di panggung internasional,semua orang yang pernah berhubungan dengan keira akan membocorkan identitasnya kapan saja.


Daniel sangat mengetahui ini dan tidak berani menikah dengannya,ia hanya bisa mencintainya untuk saat ini.


__ADS_2