Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Kabur


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


Pagi hari


Daniel membuka matanya dan melihat sepasang mata sedang menatapnya.


Gadis dalam pelukannya sedang mengagumi wajah tampannya.Ia merasakan tersipu malu


"Bangunlah"


"Tidak mau! pelukanmu begitu hangat,aku ingin tidur lebih lama sedikit" sang gadis kembali menutup mata.


Daniel meringis."Aku harus pergi bekerja dan kamu harus pergi ke rumah sakit"


"Aku tidak ingin pergi ke rumah sakit"


"Tidak, kamu harus pergi"


"Aku tidak mau"


"Kamu tidak ingin mengembalikan ingatanmu"


"Tidak, aku rasa masa laluku sangat buruk, aku mimpi buruk terus"


"Lalu,bagaimana dengan masa depanmu?"


"Aku akan. mengurus diriku sendiri"


Tapi, daniel merasa khawatir gadis lemah seperti ini, jika bekerja akan di manfaatkan oleh kaum pria yang nakal.


"Kalau kamu mempercayaiku, aku akan mencarikan kerja untukmu"


"Benarkah? pekerjaan apa?" Florencia merasa penasaran.


"Kamu punya keahlian apa?"


"Aku tidak tahu,tapi,aku pasti akan bekerja dengan giat"


Daniel sadar mereka berdua masih selimutan berdua,saat ini tubuh bagian bawah daniel terbangun.Ini adalah reaksi wajar pria di saat pagi hari.


Ia tidak ingin reaksi ini di sadari olehnya dan buru-buru bangun menyibakkan selimut.


Begitu daniel selesai mandi dan berganti pakain, Florencia bertanya."Bolehkah, malam ini aku menginap disini?"


"Tidak boleh"


"Kenapa?"


"Aku hanya bisa membantumu kali ini,kamu harus mencari tempat tinggal dan aku akan mencarikan tempat pekerjaan untukmu"


Florencia menjadi sedih dan menahan tangis.


"Cepatlah bangun"


"Aku tidak punya pakaian"

__ADS_1


"Aku akan menyuruh orang membawakan pakaian kesini"


Setengah jam kemudian,asistennya datang dan menatap daniel curiga."Tuan xi, pasti semalam kamu sangat bahagia"


Daniel menatapnya dengan garang."Kamu jangan berkata sembarangan"


Ia sendiri tidak tahu semalam senang atau tidak?


Ia menyerahkan pakaian ke lantai atas."Pakailah! aku akan menunggumu di lantai bawah"


Sepuluh menit kemudian sang gadis turun dengan pakaian yang bagus dan terlihat kecantikannya.


"Aku akan mengantarmu ke rumah sakit, nanti kamu bisa sarapan di kantin rumah sakit"


"Aku tidak ingin pergi ke rumah sakit"


"Lalu, kamu ingin pergi kemana?"


"Aku ingin ikut denganmu" gadis memohon menatap wajahnya."Biarkan aku ikut denganmu, aku tidak punya tempat tinggal lain"


Wajah daniel menjadi suram."Tidak, mulai sekarang kamu harus menjalani kehidupan sendiri, aku akan memberimu uang 200 juta dan bisa untuk keperluanmu untuk sementara"


Florencia menggelengkan kepala."Jika kamu tidak ingin aku disini, aku akan pergi"


"Sebenarnya kamu ingin pergi kemana?"


"Aku tidak tahu"


"Aku akan menyuruh asistenku memberikan kamu uang dan mengantarkan kamu pergi ke manapun?"


Ini adalah bantuan terakhir untuknya dan merupakan jalan perpisahan terbaik.


Daniel mengejar dan kehilangan jejak, fikirannya di penuhi sosok gadis itu dan khawatir padanya.Seorang gadis muda hilang ingatan, tidak punya ponsel, tidak ada uang.Apakah gadis itu berencana menjual dirinya?


Saat daniel merasa pusing ponselnya berdering."Halo paman"


"Bergegaslah ke istana presiden untuk rapat, kamu sudah terlambat" sang paman sedikit gelisah.


"Baik,paman"


Mobilnya segera bergegas ke istana kepresidenan dan mencoba berfikir positif.


Semoga saja gadis itu bisa menjalani kehidupan yang baik dan jalan mereka tidak akan bertemu lagi.


Di rumah sakit keluarga gong.


Candice di temani bernett melakukan check up, candice selesai melakukan usg, bayinya terlihat sehat dan berumur sebulan lebih.Dokter memberikan nasehat untuk menjaga kesehatan dan memperhatikan beberapa hal yang bisa membahanyakan bayi.


Hamil muda membuat candice harus sangat hati-hati.


Kemanapun pergi semua orang akan memperlakukannya dengan baik.


Padahal saat hamil anak pertama,ia baru mengetahui saat usia kandungan 2 bulan dan masih menangis hampir setiap hari.


Saat keluar dari rumah sakit bernett memegang tangannya."Hati-hati"


Candice tersenyum,ia merasa bahagia di perhatikan oleh sang pria.


Saat berada di dalam mobil ponsel bernett berdering."Halo bernice"

__ADS_1


"Kak, aku hanya ingin memberitahumu, aku dan nickson akan pergi tamasya nanti siang,aku sudah membeli tiket, aku hanya ingin mengabari kalian"


"Kenapa tiba-tiba ingin pergi tamasya?"


"Kami ingin mengelilingi dunia, mungkin butuh waktu yang cukup lama"


Bernett tertegun sebentar."Baiklah, kalian berdua harus hati-hati,aku akan mengirim uang ke kartu atmmu"


Bernice tertawa."Tidak perlu, di kartuku masih banyak uang"


Bernett tersenyum."Aku akan tetap mengirimkan ke kartumu, mau kamu gunakan atau tidak,itu tidak masalah"


"Baik kak"


Bernett menyerahkan ponsel ke candice.


"Bernice,aku iri dengan kalian berdua,aku juga ingin berkeliling dunia"


Bernice tertawa."Kak candice, kamu baru saja hamil, setelah melahirkan kita bisa bicarakan lagi"


"Memang harus begitu, setelah melahirkan aku memang berencana untuk berkeliling dunia" candice sudah memutuskan.


Bernett berjanji dalam hatinya, setelah melahirkan akan Menemaninya untuk berkeliling dunia.


Setelah mematikan teleponnya bernett meliriknya."Benarkah, kamu ingin pergi?"


"Mau"


"Baik, setelah usia kandunganmu lebih dari tiga bulan, kita bisa pergi jalan-jalan bersama bryan"


Mata candice berbinar,ia merasa sangat bahagia."Baik, kamu harus berjanji"


"Aku akan memegang omonganku"


Bernett teringat sesuatu."Selama liburan yang akan datang, kedua orang tuaku akan membawa bryan ke peternakan selama satu bulan,kamu tidak keberatan kan?"


"Bagaimana dengan bryan?"


"Dia sangat senang"


"Selama dia menyukai,aku tidak akan merasa keberatan,biarkan dia belajar tinggal di pedesaan"


Berada disisi pria ini,ia telah melupakan semua kepahitan masa lalunya,kini,hanya ada bahagia, menikmati hidup dan merasa bersyukur.


Bahkan jika andreas dan debby muncul di hadapannya, ia tidak akan terpengaruh dan tidak akan perduli.


Sekarang debby sudah mengalami karmanya sendiri, keluarga bangkrut,pasti dia mengalami tekanan yang luar biasa.


Andreas sendiri sekarang sibuk mendekati emily,mereka sering keluar bersama untuk makan malam dan berbelanja.


Andreas merasa senang emily tidak menolak pendekatan dirinya,lalu berusaha untuk menikah dengannya.Kekuatan orang tuanya cukut kuat, jika di gabungkan dengan kekuatan keluarga lu, maka kedepannya bernett akan sulit untuk menghancurkannya.


Namun ada satu hal,yang mengganjal di dalam hatinya dan membuatnya tidak nyaman, yaitu, debby bersikeras tidak mau untuk bercerai.


Siang hari


Andreas mengundang emily untuk makan siang bersama, ia menceritakan masalah kedua pernikahan terdahulu dan mengatakan dirinya adalah korban.Ia ingin bebas dari debby dan segera menjalankan kehidupan yang bebas.


Setelah mendengarkan emily tidak membencinya, ia malah bersimpati dan menghiburnya.

__ADS_1


__ADS_2