
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Candice mengangguk,pada saat yang sama ada beberapa kenangan buruk dalam ingatannya.Namun, orang-orang itu sudah jauh dari dunianya.Ia hanya bisa menghela nafas dan yang paling memprihatinkan adalah nasib andreas dan debby shen.
Bernett dapat melihat kesedihan di wajahnya dan menasehati."Cobalah untuk memikirkan hal-hal yang bahagia sebanyak mungkin, masa lalu yang tidak menyenangkan lebih baik kamu lupakan"
"Emmm! di dalam hidupku yang ingin aku ingat adalah mengenai kamu dan putraku, aku benar-benar tidak menyangka sudah mengalami banyak masalah"
Bernett mengelus-elus kepalanya."Mulai sekarang, hanya akan ada kebahagiaan dan keindahan"
Candice tersenyum."Aku sekarang sangat bahagia"
Makan malam romantis menjadi lebih romantis karena kenangan bersama sang pria telah kembali.Jadi perjalanan cinta mereka akan ada awal dan akhir.
Setelah makan malam bernett membawanya jalan-jalan dan malam ini memutuskan untuk kembali ke apartemen tengah kota.Karena tempat itu merupakan awal kisah cinta mereka dimulai dan malam ini ingin merasakan kembali manisnya cinta.
Anak-anak perlahan lebih patuh dan pengertian, jarang sekali mereka mempunyai waktu berdua dan harus memanfaatkan dengan baik.
Candice membuka pintu dan menyalakan lampu, semua yang masuk dalam matanya begitu familiar, apartemen sangat bersih karena ada orang membersihkan.Ini adalah tempat kenangan bersama bernett dan putranya.
Candice duduk di kursi dan menatap bernett.
"Apakah kamu masih ingat, kamu menyuruhku melukismu dan memberikan imbalan 400 juta?"
"Tentu saja ingat, malam itu aku hanya ingin menujukkan pesonaku untuk memikatmu"
"Tapi, apakah kamu tahu pikiranku pada saat itu?"
"Tentu saja tahu, kamu hanya ingin uang dan tidak menginginkanku" bernett merasa di perlakukan tidak adil.
Candice terkikik."Sungguh benar tebakanmu, aku memang tertarik dengan uangmu, malam itu, aku belum tertarik padamu"
__ADS_1
Bernett segera mendekat padanya dan kedua tangannya menghadap kedua pundaknya, menjebaknya diantara sofa dan tubuhnya." Lalu, sekarang? bagaimana perasaanmu padaku?"
Candice segera merasakan bahaya, dengan adanya ingatannya dulu, fikirannya semakin nakal, ia segera tersenyum dan ingin melarikan diri.
Namun sang pria lebih gesit menangkap tubuhnya dan menekannya di sofa, sebuah ciuman lembut di bibir.
Sebuah pergulatan cinta penuh gairah tidak bisa hindari, di rumah ini, kisah cinta mereka di mulai, malam ini, di rumah ini, jiwa mereka berdua akan bersatu.
Pagi hari di kementrian luar negeri.
Vivi sedang sibuk membaca dokumen dan telepon di ruangannya berdering."Halo"
"Aku daniel"
"Tuan presiden, apakah ada masalah?"
"Barusan ada kabar dari negara X, sekelompok penambang kita tertangkap oleh pihak sana, kita perlu membuka diplomasi segera mungkin, melakukan komunikasi agar melepaskan orang kita"
"Baik, aku akan segera menghubungi pihak sana"
"Baik, kamu lakukan penanganan dulu, komunikasikan dengan pihak sana, asalkan masih dalam batas persyaratan,kita bisa mengalah"
"Nona chu, kami sudah mencoba berkomunikasi, namun orang-orang itu sulit di hadapi dan tidak beradab, mengatakan orang-orang kita melukai seseorang, sekarang, situasinya sangat serius"
"Kamu berkomunikasi dulu, jangan sampai keadaan bertambah buruk, kami akan segera menghubungi petinggi negara X"
Vivi mengumpulkan bawahannya dan merundingkan masalah ini, setelah rapat, menghubungi petinggi negara X, Akhirnya, cara penyelesaiannya, harus mengutus petinggi dalam negeri untuk membicarakannya, persyaratan di sepakati, baru akan melepaskan orang.
Vivi tanpa takut mengajukan diri."Masalah ini, aku akan pergi sendiri untuk mengurusnya"
"Anggota parlemen chu, pada saat ini, kondisi disana sangat berbahaya, lebih baik kamu berada di dalam negeri saja"
"Melihat situasi disana, mereka menginginkan seorang petinggi, aku paling cocok, segera atur pesawat, rylan dan lydia ikutlah pergi bersamaku"
"Baik" asisten wanita dan pria segera berkata.
"Parlemen chu, pesawat akan terbang satu jam lagi, kita harus bergegas ke bandara"
__ADS_1
"Baik" vivi menyiapkan beberapa dokumen, ia bahkan tidak mempunyai waktu untuk pulang kerumah dulu dan menelepon orangtuanya waktu perjalanan ke bandara, memberitahu mereka, kalau pergi ke luar negeri dan tidak mengatakannya secara detail masalah apa.
Ia hanya ingin orangtuanya tidak merasa khawatir,jika mereka tahu akan mengurus masalah seperti ini, mereka pasti akan menghentikannya.
Tapi, ini adalah kewajibannya, ia tidak akan menghindar dari tanggungjawab.Walaupun di negara X ada bahaya besar sedang menunggunya.
Setelah satu jam vivi sudah di dalam pesawat, daniel baru mengetahui vivi pergi sendiri secara pribadi.Ia segera mengatur orang dan menghubungi presiden negara X ,agar melindungi personil dari negaranya.
Presiden juga menganggap serius masalah ini, di hadapan negara kuat, mereka tidak berani menyinggung.
Vivi di dalam pesawat mempelajari negara x, bagaimanapun ia menjabat belum lama, perlu berdiplomasi dengan banyak negara dan perlu berusaha keras untuk memahami suatu negara.
Kedua asistennya juga mempelajari tentang negara X, dan merasakan perjalanan kali ini tidak akan damai.
Bagaimanapun negara X sangat berantakan, partai politik cukup banyak, apalagi masih sering terjadi kerusuhan, namun sumber daya mineral disana sangat melimpah, berlian dan emas juga banyak disana, jadi banyak orang datang kesana untuk mencari kekayaan.
Tapi harus mempertaruhkan nyawa, banyak orang mati disana, vivi sedang mencari terobosan untuk menyelesaikan masalah ini.
Penerbangan selama sebelas jam, vivi berencana istirahat berharap sampai di negara x mempunyai semangat untuk mengurus masalah ini.
Sore hari
Clint adalah termasuk dokter pribadi daniel dan sering melakukan pemeriksaan rutin untuk tubuh daniel.
Di ruang istirahat clint melakukan serangkain pada badan daniel, setelah selesai menulis laporan, daniel berkata padanya."Clint, ada satu hal yang ingin aku katakan padamu"
"Masalah apa?" clint juga penasaran.
"Apakah kamu mengetahui vivi pergi ke luar negeri?"
Clint tertegun sejenak."Dia keluar negeri? apakah dinas pekerjaan?"
Daniel mengangguk."Iya"
'"Tidak terjadi apa-apa padanya, kan?" clint merasa khawatir.
Daniel berkata dengan serius." Di negara x terjadi beberapa masalah diplomasi, ada sekelompok penambang yang di tahan disana, vivi pergi ke sana untuk berkomunikasi dengan petinggi disana, berharap bisa menjemput dan mengantar pulang penambang kita"
__ADS_1
Begitu mendengar negara X raut wajah clint berubah."Kenapa bisa pergi ke negara itu? negara itu banyak kekerasan dan bahaya dimana-mana"
Nada bicara clint sedikit menyalahkan,namun teringat daniel adalah presiden dan vivi adalah anggota parlemen luar negeri.Itu adalah pekerjaannya, tidak perduli bahaya atau tidak, dia pasti akan pergi untuk mengurusnya.