
Setelah mengantar bryan ke sekolah bernett menagajak sarapan."Ayo pergi sarapan"
Candice hanya diam di kursi penumpang,ia seperti banyak masalah." Jangan pikirkan masalah ayahmu,serahkan saja padaku, aku akan menyelesaikannya" bernett berusaha menghibur.
Candice menatap wajah bernett, dia memancarkan rasa percaya diri, lagipula ia sendiri tidak mampu menyelidiki masalah ini, sekarang tergantung dengan pria di hadapannya ini.
"Haruskah kita membuat perjanjian?" candice merasa pasrah.
Bernett merasa cukup terkejut." Apakah kamu akan menyerahkan tubuhmu kepadaku sebagai bayaran?"
Candice mengangguk." Apakah kamu setuju dengan perjanjian ini?"
"Kalaupun kamu tidak menyerahkan tubuhmu padaku,aku akan tetap mencari tahu apa yang terjadi dengan ayahmu dan memberikan ia ketenangan" bernett berkata dengan sungguh- sungguh.
"Tapi, aku tidak mau berhutang budi padamu?"
candice menggigit bibirnya.
Bernett menyadari kalau dia mau menyerahkan tubuhnya, ia satu langkah ke depan untuk menikahi candice.
"Baiklah, ini adalah perjanjian, saat aku memberikan jawaban ayahmu, kamu harus menyerahkan tubuhmu padaku" bernett meresponnya untuk membuat candice lebih nyaman.
"Baiklah" candice menjawab lemah.
Setelah selesai makan sarapan, dalam perjalanan ke kantor candice teringat sesuatu.
"Hadiah ulang tahun apa yang kamu inginkan?"
"Mmmm, belikan aku ****** *****, aku akan mengganti celana dalamku"
Wajah candice langsung memerah, apakah pria ini begitu mesum, mengapa meminta hadiah ****** *****?
"Aku ingin ****** *****, kamu harus tahu ukurannya?"
Candice merasa beruntung mobilnya sudah sampai di depan perusahaan, harusnya ia tidak tanya hadiah, ia bisa membelikan dasi atau jam tangan.
Bernett langsung menginjak pedal gas, ia harus menyelesaikan masalah candice.
__ADS_1
Sampai di ruangan ceo, bernett menelepon no yang jarang di hubungi, ia memerintahkan untuk menyelidiki kematian ayah candice.
Saat candice menggambar desain telepon di hpnya berdering ia melihat no debby.
"Halo"suara candice dingin.
"Candice , apakah kamu begitu kekurangan pria?" suara emosi debby
"Apa maksudmu?"
Apakah kurang jelas wanita jalang, kemarin kamu masih menemui andreas, apa maksudnya ini?"
"Aku ada urusan dengannya, tidak ada urusannya denganmmu"
"Jelas ada urusan denganku, aku istrinya, kamu harus jauh- jauh dari kehidupan andreas"
"Ya" candice langsung mematikan telepon, tidak ada untungnya berbicara dengan wanita gila seperti debby.
Debby merasa kesal dan marah, wanita jalang ini semakin berani saja.
Selang beberapa saat telepon candice berdering lagi, telepon dari andreas.
"Ada apa" jawab candice judes.
"Apakah kamu tidak butuh bantuanku untuk menyelidiki tentang ayahmu?"
"Kamu tidak usah mengurusi tentang ayahku, lebih baik urusi istrimu, dia barusan menelepon marah- marah" candice langsung mematikan telepon.
Siang harinya candice pergi ke mall terdekat untuk membelikan ****** ***** untuk bernett.
Membeli barang seperti ini adalah pertama kali baginya, dulu bahkan membelikan baju andreas saja tidak pernah.
Candice berjalan memasuki toko pria bermerek, ketika masuk pelayan menyapa dengan ramah.
"Halo, nona ada yang bisa saya bantu?"
"Apakah ada ****** ***** pria?" wajah candice terasa panas.
__ADS_1
"Ada, sebelah sini" pelayan membawanya ke bagian ****** ***** ..
Pelayan bertanya dengan sopan."Ukuran apa yang dipakai suami anda?"
Wajah candice bertambah merah, ia hanya menjelaskan singkat." Aku belum menikah"
"Oh, kalau begitu ini pasti untuk pacar anda, ukuran apa yang sering di pakai pacar anda?"
Bagaimana candice tahu? setiap hari pengurus rumah tangga yang mencucinya.
Pelayan melihat expresi wajahnya yang tidak tahu,ia bertanya dengan malu."Kalau begitu anda rasa pacar anda memiliki ukuran apa?"
Rasa? candice merasa yakin bernett tidak di ukuran small dan big size.
Candice mengigit bibirnya."Aku rasa, aku ambil ukuran medium saja"
"Bahan ****** ***** ini dapat melebar, tidak usah mencemaskan karet bagian pinggang, celana ini di desain untuk memuaskan pemakainya.
Mengapa pria ini menyuruhnya membelikan ini.
Membayar, harganya cukup mahal,candice buru- buru pergi tidak bertahan lagi menahan malu.
Candice kembali ke ruangannya wajahnya masih terasa panas, ia menuangkan segalas air putih untuk menghilangkan dahaga..
Pukul setengah lima bernett menjemput anaknya dan kembali ke kantornya, masih ada rapat sore ini.Bernett mengajak bryan ke ruangan rapat, ia memberikan buku untuk anak- anak untuk di baca.
Candice menerima telepon dari bella bahwa anaknya sudah di jemput dan berada di kantor gong's corp.
Pukul setengah enam candice menerima telepon lagi dari bella." Nona candice, ceo gong menyuruhmu untuk menunggu di tempat biasa, dan pengawal akan menjemputmu ke tempat makan"
"Dimana dia?"
"Di ruang rapat"
" dimana Anakku?"
"Tuan kecil sedang bermain di ruang rapat"
__ADS_1
Candice mendengarkannya merasa lucu, bernett benar- benar bermaksud untuk mendidik anaknya menjadi pewaris perusahaan mulai dari sekarang?Bryan baru berusia tiga setengah tahun, bukankah ini terlalu cepat.