Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Menemukan petunjuk


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Andreas percaya candice akan mendorongnya, karena candice masih memiliki dendam dengan keluarga lu dan saham ayahnya masih di tangannya.


Andreas mengepalkan tangannya." Dimana dia sekarang?"


"Andreas, apa yang akan kamu lakukan?" debby pura-pura takut.


"Tentu saja bertanya padanya, mengapa begitu kejam?" andreas menggertakkan giginya.


"Suamiku, kamu harus membalaskan anak kita yang belum lahir padanya, dia masih sangat kecil dan belum sempat melihat dunia"


Linda bergegas kembali ke perusahaan dan candice mengurung diri di ruangannya, candice memikirkan kejadian tadi, namun semakin di pikirkan ia merasa ada yang salah, ia takut andreas pergi mencarinya, ia memutuskan untuk memberitahu bernett.


Bernert yang diberi informasi oleh bella, ia segera mengambil kunci mobil dan bergegas ke perusahaan candice.


Begitu melihat bernett masuk candice langsung berkata."Aku tidak mendorong debby, aku tidak membunuh anaknya, dia sendiri yang menjantuhkan diri ke lantai."


Bernett menatapnya,ia sangat percaya dengan kata-kata candice.


Ia merangkul pundaknya."Jika bukan karena kamu, kamu tidak perlu menyalahkan diri sendiri"


"Aku tidak menyalahkan diri sendiri,aku hanya tidak percaya, debby menggunakan anaknya untuk menjebakku"


"Menurutmu,kenapa debby melakukan ini?" bernett merasa bingung


Candice menghela nafas."Ya, karena debby selalu berpikir, aku masih mencintai andreas, makanya menggunakan anaknya untuk membuat andreas membenciku"


Saat ini andreas masuk ke ruangan candice, ia melihat bernett sedang memeluknya.


Andreas dengan amarah menatap candice.


"Candice cheng,jika kamu membenciku karena mengambil saham ayahmu,mengapa kamu membalas dengan membunuh anakku, mengapa kamu begitu kejam?"


Candice dengan tenang mendengarkan ocehannya,ia dengan tenang menatap andreas.

__ADS_1


"Andreas, aku tidak membunuh anakmu dan aku juga tidak mendorong debby"


"Kamu ingin berdebat?sekarang debby masih terbaring lemah di rumah sakit,dia baru saja selesai operasi, kamu juga seorang ibu, mengapa begitu kejam membunuh anak?" adreas semakin marah.


Bernett berkata dengan dingin."Aku percaya candice tidak membunuh anakmu,dalam hal ini, kamu sebaiknya bertanya pada istirmu"


"Bernett gong,ini masalahku dengan candice, kamu jangan ikut campur" andreas mengingatkan.


Bernett tersenyum."Siapa bilang aku tidak bisa ikut campur? candice adalah wanitaku, aku bertanggung jawab atas urusannya"


Suara ini tegas dan kuat.


Candice merasa bahagia dan Hatiny menghangat, pria ini melindunginya seperti malaikat pelindung.


"Jangan berpikir aku takut padamu! candice telah membunuh anakku,aku tidak akan membiarkan candice pergi dengan mudah" andreas kehilangan anaknya, sekarang menggila.


"Jika kamu berani mengganggunya, kamu akan menjadi musuku, coba saja lakukan" bernett meremehkannya.


"Kita lihat saja nanti" andreas tahu,hari ini ada bernett, jadi tidak bisa melakukan apapun pada candice,ia pergi dengan perasaan benci dan marah.


Di rumah sakit debby sengaja menelepon ibu mertua dan adik iparnya. Sherry hampir pingsan karena menangis,ia sudah lama menantikan cucunya dan sekarang di sangat sedih kehilangan cucunya.


Debby sedikit tersenyum diam-diam,ia merasa bangga dengan aktingnya berhasil.


Sekarang semua keluarga lu sudah sangat membenci candice.Ini begitu menyenangkan di mata debby.


Anggie juga sangat kesal dan marah."Wanita itu adalah wanita yang berbisa, bahkan anak yang belum lahir pun dia bunuh, sungguh wanita yang sangat kejam"


Pada saat andreas sampai di rumah sakit, ia mendengar ibunya menangis hebat sampai pingsan dan sekarang masih dirawat di kamar sebelah, andreas memukul dinding dengan keras, ia sangat marah dan ingin segera bertarung dengan bernett.


Candice sudah menyuruh bernett kembali ke perusahaan, jika terjadi masalah akan meneleponnya. Linda masuk ke ruangan candice.


"Untungnya bernett datang tepat waktu, kalau tidak aku takut andreas akan melukaimu" linda merasa khawatir.


"Kak linda, kamu tenang saja"


Saat ini vera datang dengan dua cangkir teh untuk candice."Kak candice, silahkan minum teh, kamu tenang saja, aku percaya padamu"


Kemudian vera memberikan secangkir kepada linda, Linda menyuruhnya untuk meletakkan dulu di meja.Saat vera meletakkan di teh di meja, ia melihat noda darah di sofa warna cream.


Vera menghela nafas berat,candice dan linda menatapnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu?" linda bertanya.


Vera berkata dengan malu."Kak linda, aku tidak tahu siapa yang membuat noda darah disini"


Candice dan linda berjalan mendekat, mereka melihat noda darah yang masih segar.


Linda berkata."Ini terlihat seperti noda darah yang segar" setelah berkata linda menoleh ke arah candice."Apakah ini punyamu?"


Candice menggelengkan kepala."Masa menstruasiku sudah lewat"


"Ini bukan milikku,aku seharusnya sudah waktu menstruasi, tapi aku telat datang"


Candice tiba mengingat kejadian saling tarik menarik dengan debby,tadi sepertinya debby sempat terduduk sebentar,apakah darah ini punya dia?


"Ya tuhan, apakah ini darah punya debby? jadi dia datang untuk mencelakaiku" candice seketika mengeluarkan isi kepalanya.


"Apa yang kamu katakan?" linda bertanya dengan terkejut.


"Hari ini yang datang di ruanganku hanya debby shen,ketika dia menarikku, aku sempat mendorongnya dan terduduk sebentar di kursi ini,seharusnya ini noda darah milik debby"


"Jika begitu, dia sejak awal sudah berdarah?" vera berkata cerdas.


Candice menatap noda, ia mengangguk.


"Aku menduga debby sudah keguguran sebelum hari ini dan sengaja datang untuk mencelakaiku"


"Sekarang kita harus memastikan, apakah darah ini milik debby?candice apakah kamu merasa yakin? linda bertanya.


"Aku yakin" candice mengangguk


Linda berfikir sebentar."Sekarang semua anggota keluarga lu membencimu,bahkan jika kamu menjelaskan dari awal debby sudah kehilangan anaknya,dan sengaja datang untuk mencelakaimu,mereka tidak akan percaya padamu"


Vera bertanya dengan suara pelan."Apakah ini darah milik debby shen?"


Linda berfikir selama satu menit."Tadi terlalu kacau,kita harus memastikan dulu ini darah milik debby atau bukan.Aku rasa sisa darah yang ob bersihkan masih ada di kantong sampah,kita bisa bandingkan kedua darah tersebut,maka hal itu bisa membuktikannya."


Candice mengerutkan keningnya."aku tadi sempat menangis di kamar mandi,dan tidak tahu apakah ada orang yang masuk ke ruanganku tidak,semoga saja ini darah punya debby."


Linda menepuk-nepuk pundak candice."Jika kita ingin tahu, sekarang suruh vera ke rumah sakit dan memeriksanya, lagipula hanya memeriksa jenis darah, ini bukan hal sulit." Linda menatap vera."Vera kamu cari ob yang bertugas membersihkan darah tadi, ambil sampel darahnya dan periksa ke rumah sakit"


"Baik kak linda, aku akan melakukan pekerjaan ini dengan baik" vera keluar dari ruangan pergi mencari ob

__ADS_1


__ADS_2