
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Di kantor presdir
Candice mengetuk pintu dan langsung masuk kedalam, ia melihat pria yang sedang memeriksa dokumen.Begitu melihat candice langsung tersenyum."Mengapa kamu datang tiba-tiba"
Bernett berdiri dan merangkul pundaknya. Begitu mendekat candice melemparkan tubuhnya ke tubuh bernett.
Ia menatap wanita yang tersenyum manis yang sedang memeluk tubuhnya.Bernett bertanya dengan sedikit khawatir."Kenapa?apakah ada masalah?"
Candice menggelengkan kepala, lalu mengatakan perkataan yang bodoh."Tidak, aku hanya ingin memelukmu tiba-tiba"
Bernett terpesona dengan senyumannya, ia menundukkan kepala dan mencium lembut bibirnya.
Saat bernett ingin melakukan lebih, ia menelepon bella melarang semua orang masuk ke ruangan selama dua jam kedepan.Ia juga tidak lupa mengunci ruangan dan menutup gorden.
Pergulatan mereka semakin panas, bernett menekan tubuh candice ke dinding.
Candice pada awalnya malu melakukan ini di ruangan bernett, mereka berdua berpindah dari meja kerja bernett ke ruang istirahat.
Setelah saling memuaskan mereka berdua berpelukan."Katakan yang sebenarnya,mengapa kamu hari tiba-tiba menginginkan aku?"
Candice tertawa kecil."Siapa yang menginginkanmu? aku hanya ingin memelukmu, jelas kamu yang mulai duluan"
"Tapi, diatas tempat tidur kamu lebih berenergi dari biasanya! aku sangat puas dengan penampilanmu hari ini" bernett memuji.
Candice segera menyembunyikan kepalanya di dada bernett, sekarang sangat malu melihat bernett,walaupun hanya ingin membuat bernett puas.
Akhirnya mereka berdua tertidur.
Malam hari
Bryan tidur di kamar bersama hannah, ketika jam sebelas malam hannah terbangun dan melihat wajah bryan memerah dan mengeluarkan keringat.Setelah menyentuh keningnya ternyata bryan demam.
Hannah yang baru pertama kali melihat cucunya demam segera panik dan membangunkan derick. lalu mengetuk kamar bernett.
Candice segera mengambil termometer dan mengukur suhu badan bryan ,ternyata 39 derajat.
Mereka berempat gugup, namun candice sedikit tenang mengambil alkohol untuk membasuh badannya.
Saat menggosok alkohol bryan terbangun dan menangis keras,ia takut apa yang dilakukan maminya padanya.
__ADS_1
"Nurut, bryan mami sedang menggosok badanmu untuk mengurangi demammu yang tinggi" Candice menghiburnya.
Bryan masih menangis pelan, ia merasa tidak nyaman di tubuhnya dan merasa pusing.
Bernett sendiri memanggil dokter keluarga.
Setelah dokter datang menyarankan untuk meminum obat penurun panas, karena bryan takut di suntik.
Setelah meminum obat bryan tertidur di pelukan ibunya.
"Mama dan papa tidur dulu saja, ini sudah jam 1 malam, biarkan aku dan candice yang menjaganya" kata bernett
"Tidak, kami ingin menemaninya" hannah bersikeras.
"Paman, bibi, ini hanya demam biasa,bryan juga sudah meminum obat sebentar lagi demamnya akan turun, kalian istirahatlah dengan tenang"
Candice ikut membujuk.
Hannah dan derick memutuskan untuk tidur, besok pagi mereka akan menggantikan untuk menjaga bryan..
Melihat lelaki kecil tertidur pulas, bernett menatap candice serius dan candice tersenyum."Apa yang kamu lihat?"
"Dulu, kamu sendiri yang merawatnya saat sakit, kamu pasti kesusahan" bernett tahu anak kecil mudah terserang demam dan pilek.
Candice memang kesusahan,dia sering begadang sampai pagi untuk merawat bryan, kadang juga tengah malam mengantarkan ke rumah sakit, itu dilakukan untuk kesehatan anaknya.
"Untuk apa kamu membahas masalah yang sudah berlalu? kesehatan putra kita adalah yang terpenting dan itu bukan masalah serius" candice berkata santai.
Candice juga tahu bernett merasa sedih."Oke"
Pagi hari
Sekitar jam 7 candice memegang kening anaknya dan demamnya sudah turun.Sekarang anak di awasi oleh hannah dan derick, candicr yang lelah kembali ke kamar untuk istirahat.
Ia berpikir bernett akan menemaninya tidur, namun malah melihat sang pria berganti baju formal.
"Mengapa kamu masih ingin pergi ke perusahaan?" candice memeluk pinggangnya.
"Aku bisa beristirahat di kantor,kamu istirahat saja dengan tenang, aku sudah memanggil dokter untuk menjaga anak kita"
"Tapi, aku mengkhawatirkanmu"
"Aku akan pulang lebih awal sore ini" bernett mencium keningnya."Tidurlah, wajahmu terlihat pucat"
Akhirnya candice terpaksa tidur sendirian
Gong'S corp
__ADS_1
Bernett baru sampai di kantor meminta bella untuk mengantarkan secangkir kopi, Kemudian membuka komputer dan memeriksa email.
Sekitar pukul sepuluh telepon di mejanya berdering.
"Ceo gong, resepsionis baru saja menelepon tuan muda kedua datang ke perusahaan"
Bernett tahu pasti paman keduanya akan mencarinya.Setelah beberapa saat bella mengetuk pintu dan bernard masuk ke dalam.
Bella menutup pintu dan merasa sedikit khawatir pada ceo gong.
"Paman kedua, mengapa kamu punya waktu untuk datang kesini?" sebenarnya bernett sudah tahu pamannya datang untuk apa?
Melvin berhutang pada kasino, pihak kasino pasti akan datang ke perusahaan segera mungkin.
"Apakah kamu tahu tentang masalah melvin?"
"Masalah apa yang di bahas paman kedua?"
"Dia bilang telah meneleponmu dan kamu tidak mau membantunya"
"Yang dimaksud paman kedua adalah masalah dia kehilangan kekayaan dan menggadaikan perusahaan pada kasino?tentu saja aku tahu dia meneleponku"
Wajah berard langsung tidak senang."Dia masih di tahan di kantor polisi saat itu dan kamu bahkan tidak perduli"
"Aku sedang sibuk saat itu dan tidak bisa pergi dan aku percaya pihak melvin bisa mengurusi masalah tersebut,Melvin, hanya memintaku untuk mengeluarkan uang 900 milyar untuk menyelamatkan perusahaannya"
"Lalu, kenapa kamu tidak mengeluarkan uangnya?" bernard sudah emosi.
"Paman kedua, kenapa aku yanh harus mengeluarkan uangnya?" bernett berkata dengan santai.
"Karena kamu memegang gong's grup dan sepertiga uang perusahaan milikku dan anakku"
bernard memhuat argumen yang kuat.
Bernett mendengus dingin."Mengapa kamu berani berkata, bahwa perusahaan ini milik kalian juga?"
"Kamu pikir aku tidak tahu, kamu merayu kakek untuk menyerahkan semua saham padamu"
"Paman kedua, jika kamu ini datang kepadaku untuk meminta pertolongan,bersikap dengan baik, jika kamu hanya Meminta keadilan,aku tidak berniat membantumu"
Bernard memang tujuannya datang adalah untuk menyelamatkan perusahaan, namun sebagai orang tua tidak pantas memohon pada yang lebih muda,ia benar-benar tidak bisa melakukan memohon bantuan.
"Bernett,900 milyar bukan apa-apa bagimu, mengapa kamu tidak membantu kami kali ini?" bernard menundukkan kepala untuk putranya.
Bernett menjadi suram."Paman kedua, aku berpikir harus memberimu uang atau memberi pinjaman? bagaimana dengan paman ketiga nantinya?"
"Paman ketiga akan menjadi urusanku, kamu hanya perlu meminjamkan uang padaku" bernard mengepalkan tangan.
__ADS_1
Tetapi bernett tidak bisa tenang."Hal yang baik adalah mendiskusikan masalah ini dengan paman ketiga,pendapat apapun aku akan menyetujuinya"
Bernard segera marah, jika masalah ini menyebar, mukanya akan dikubur oleh masalah putranya.