
Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Terima kasih
"---"
Di dalam villa daniel sedang menandatangani dokumen,thomas sang asisten berdiri di sebelahnya,walaupun jadwal hari ini telang di kosongkan, namun harus melihat beberapa dokumen.
Selesai melihat dokumen daniel berdiri di dekat jendela,satu tangannya di masukkan ke dalam saku celananya.Setelah menjadi presiden sudah jarang berdiri di dekat orang-orang, selama ini ia di kelilingi oleh penjaga di sekitarnya.Akhir-akhir ini ibunya mendesaknya untuk segera menikah,mungkin sebentar lagi pernikahannya akan segera terjadi, ia akan memilih wanita yang mendukung karirnya, ia berharap istrinya baik hati sehingga bisa mencintai masyarakat.
Sebelumnya daniel pernah tertarik dengan seorang wanita,namun sayang wanita itu meninggal atau hilang.
Ia menyipitkan matanya melihat sang ibu berjalan dengan seorang wanita muda, daniel menghela nafas, wanita itu adalah wanita yang akan dikenalkannya hari ini.
Penampilan fisik wanita itu bagus,matanya melihat ibunya dengan kasih sayang dan dari sikapnya sepertinya berasal dari keluarga yang baik.
Saat nyonya xi mendekat pengawal memberikan hormat dan thomas membukakan pintu."Nyonya, selamat datang"
Nyonya menatap kearah daniel yang berjalan mendekat."Yuna, perkenalkan ini adalah anakku bernama daniel"
Yuna tersenyum."Halo, tuan presiden"
"Hei.. sekarang dia bukan seorang presiden,dia adalah anakku, panggil saja daniel" nyonya langsung menyingkirkan rasa sungkan yuna.
Daniel mengulurkan tangannya."Halo, aku daniel Xi"
Wajah yuna memerah dan mengulurkan tangannya."Halo, namaku Yuna yang"
Nyonya xi merasa senang melihat momen tersebut, lalu melihat ke arah thomas."Thomas, temani aku untuk jalan-jalan"
Thomas begitu pintar melihat situasi, ia mempersilakan dengan isyarat tangan."Nyonya, menemanimu jalan-jalan adalah suatu kehormatan,silahkan"
Nyonya xi mengedipkan matanya sebelum berbalik ke arah daniel.
Daniel tersenyum dan merasa tidak berdaya.
"Ibu, kamu pergilah untuk berjalan-jalan"
Nyonya memang ingin pergi dan membiarkan anaknya lebih banyak berbincang dengan yuna.
__ADS_1
Thomas juga merasa terkejut dengan sikap presiden, apakah dia sudah siap untuk menikah?
Yuna menundukkan kepala, ia tidak berani menatap ke arah wajah orang yang mulia.
"Duduklah, kita bisa mengobrol" daniel punya kesan wanita di depannya tidaklah buruk, Yuna memang bukan wanita yang haus akan tahta dan uang.
"Menurut presiden, apakah aku cantik?" yuna mengangkat kepalanya.
"Dimataku penampilan luar tidaklah penting, yang paling adalah masalah hati"
Yuna bertanya dengan sedikit berani."Kalau begitu, apakah kamu tahu tujuan ibumu membawaku kemari?"
"Tahu, dia berharap aku segera menemukan wanita untuk menikah" daniel tersenyum.
"Apakah kamu sudah menemukan wanita yang dicintai untuk segera menikah?"
"Belum"
"Apakah kamu memiliki persyaratan khusus untuk pasanganmu?"
"Menurutku selama dia baik hati saja sudah cukup"
Hati yuna sedikit bergetar dan terguncang, pria yang berada di posisi tinggi memiliki sikap yang toleran,yuna merasakan pria ini memilih istri hanya untuk memenuhi tanggung jawab terhadap ibu dan negara.
Kenapa dia melepaskan cintanya saat berusia muda? atau dia benar-benar sibuk dengan karirnya dan melupakan untuk mencari seseorang wanita?
"Kalau begitu, apakah kamu dan istrimu membutuhkan cinta?"
"Jika ada, tentu akan sangat baik" Daniel saat ini tidak mempunyai cinta, kecuali wanita itu bisa hidup kembali.
Daniel sudah membuat keputusan."Apakah kamu bersedia untuk bersosialisasi denganku? saling memahami satu sama lain, kalau cocok kita bisa lanjut menikah"
"Baik, aku bersedia untuk mencobanya" yuna sendir sudah tertarik dengan ketampanan daniel.
Walaupun nyonya xi tidak ingin mengganggu anaknya,tapi,acara pernikahan akan segera dimulai dan harus membawa yuna untuk menghadiri,saat mengetuk pintu melihat mereka berdua masih duduk saling berhadapan.
Daniel ingin menenangkan pikiran ibunya."Aku akan mengundangmu minum kopi ketika aku punya waktu"
"Baik" yuna merasa malu dan bahagia
Nyonya merasa lega anaknya tidak mempermasalahkan yuna."Daniel, kamu tunggulah disini, aku akan membawa yuna untuk menghadiri upacara pernikahan"
__ADS_1
"Ibu, kamu pergilah, aku akan melihat siaran langsung pernikahan adik dari sini"
Saat mereka berdua berjalan nyonya xi bertanya pada yuna."Yuna, apa pendapatmu tentang anakku?'
Yuna tersenyum malu."Dia sangat baik"
"Dia memang bagus dalam hal politik,aku khawatir dengan masalah percintaannya"
"Dia berkata akan mencoba untuk bersosialisasi denganku" yuna berkata dengan jujur.
Nyonya tersenyum."Aku tahu kamu adalah wanita yang baik"
Yuna merasa bahagia, ia mempunyai kesempatan untuk bersosialisasi dengan sang presiden.
Masih ada dua puluh menit lagi sebelum momen bahagia tiba, para tamu sudah duduk di dalam aula yang ramai,keramaian terus meningkat untuk menyaksikan pernikahan yang megah ini.
Saat ini candice sudah duduk di kereta kuda dan tersenyum bahagia, di belakangnya ada 3 mobil yang mengiringi, di dalam mobil ada nyonya xi, mantan bapak presiden dan beberapa staf pernikahan.
Kereta sudah sampai di depan gedung pernikahan,di depan pintu para staff merapikan gaun pernikahan dan candice juga menurunkan kain kasa penutup wajahnya, tuan zhan mengulurkan tangannya."Candice, mari"
Nyonya xi di gandeng oleh clint masuk ke aula pernikahan dengan air mata kebahagiaan.Saat musik pernikahan berbunyi, semua tamu menjadi diam dan menatap ke arah pintu menunggu kehadiran pengantin wanita.
Dan diatas panggung bernett sudah menunggu dengan elegan, ia menunggu pengantin wanita dengan kasih sayang.
Di atas panggung ada 99999 mawar merah dibentuk menjadi gambar hati.
Saat pawai sakral pernikahan dilaksanakan terlihat dua sosok kecil yang berjalan di depan, mereka adalah bryan dan angela,ini membuat orang-orang kagum terlebih dahulu,ini merupakan sepasang anak kecil yang indah, kemudian diikuti oleh sosok langsing candice yang memegang tangan pamannya berjalan diatas karpet merah,disekitar karpet terdapat manik-manik yang tergantung, semua orang tertarik dengan kecantikan pengantin wanita.
Di balik kain kasa ada kecantikan yang sangat misterius,tapi wajah cantiknya tetap terlihat oleh orang-orang,namun yang lebih mengejutkan adalah orang yang membawa pengantin wanita adalah tuan mantan presiden, ternyata pengantin wanita adalah anggota keluarga kerajaan dan identitas ini mengejutkan sebagian tamu undangan.
Tatapan candice menembus kain kasa melihat sosok tampan diatas panggung,jantunnya berdetak dengan kencang, air matanya juga telah menetes, namun wajahnya tersenyum lebar.Bernett berjalan selangkah demi selangkah ke arah calon istrinya.
Bernett menatap pengantin wanita dengan penuh gairah dan kasih sayang, saat hampir tiba di depannya bernett mengulurkan tangannya.
Sepasang anak berjalan ke samping untuk memberikan jalan untuk candice, bryan merasa sangat bahagia bisa melihat dengan dekat pernikahan mommy dan daddynya.
Suami istri dedrick dan hannah sedang menggendong anak kecil bernama beatrix, putri kecil mereka berteriak cukup keras.
"Daddy... mommy"
Candice menoleh kearah putrinya dengan tersenyum lebar,bernett sudah memegang tangan candice dan mengucapkan terima kasih pada tuan zhan."Terima kasih paman Zhan"
__ADS_1
"Semoga kalian bisa saling mencintai hingga tutup usia" tuan zhan menepuk pundak bernett dan berjalan turun panggung.