
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Saat ini pembantu mendekati mereka berdua.
"Nyonya, mobil tuan muda sudah tiba, dia juga berkata,menyuruh membuat baju cople dengan ibu dan membuat beberapa baju musim panas"
"Baik, kita pergi ke toko langganan kita, nanti lihat-lihat apakah ada model baju baru di tahun ini" setelah berkata nyonya xi melihat putrinya.
"Kamu juga buat beberapa potong baju"
"Iya, aku akan menemanimu ibu" Candicr merasa senang mendapatkan perhatian dari ibunya.
Tiga mobil mewah sudah terpakir di depan rumah,mobil di lengkapi dengan keamanan khusus.
Di dalam mobil candice dan ibunya saling merangkul, walaupun mereka tidak berkata,tapi kontak batin sudah terlihat baik.
Mobil berhenti di toko kelas atas yang mewah, candice memegang tangan ibunya masuk ke dalam toko, pelayan menyapa dengan sopan.
"Selamat datang"
Ini adalah toko yang menyediakan berbagai macam usia.Para orang tua lebih memilih pakaian yang terlihat tradisional.
"Ini adalah model-model pakain tahun ini kah?"
Tanya nyonya xi.
Pelayan menjawab sopan, disini rata-rata yang datang adalah para orang kelas atas.
Dan ketua toko ini yang mengetahui status dari nyonya xi, karena ini merupakan hal yang harus dirahasiakan.
"Ibu, yang ini bagus, sangat cocok dengan ibu" candice melihat rok panjang warna jahe, terlihat cocok dengan kharisma ibunya.
"Iya bagus, aku juga suka" nyonya berkata pada pelayan."Tolong bantu aku mencatat model pakaian ini,nanti aku ingin membuat pakaian sesuai dengan tubuhku"
"Baik" kebanyakan pelanggan memesan model yang mereka suka dan membuat sesuai ukuran badan mereka.
Saat candice menunggu ibunya di luar kamar ganti, terdengar teriakan keras wanita.
"Pelayan" teriakan wanita paruh baya tanpa sopan santun.
Candice melihat ke arah sumber suara yang terdengar tidak asing.Ia terkekut, ternyata ibunya andreas.
Sherry sedang mencari pelayan melihat keberadaan candice."Aduh! siapa ini? kug bisa mencari baju sampai sini"
__ADS_1
"memangnya aku tidak boleh kemari?" candice menjawab dengan tenang.
"Tentu saja boleh! apakah kamu mampu membeli baju disini? lagipula kamu tidak cocok memaki baju semahal disini" Sherry menghina candice, nyonya xi yang mendengarnya terkejut.
Walaupun nyonya xi sudah berumur, namun penampilannya masih terlihat muda, karena perawatan yang bagus.
Sherry terkejut, melihat wanita yang hampir mirip dengan candice, terlihat nyonya ini tidak berstatus rendah.
Nyonya xi kesal menatap sherey."Apa yang barusan kamu katakan?"
"Yang aku katakan mungkin kamu tidak tahu, tapi nona di sampingmu,aku tahu dengan jelas masa lalunya".
Nyonya menoleh ke arah anaknya."Apakah kamu kenal dia?"
"Tidak kenal" candice menggelengkan kepala.
"Waduh! sekarang pura-pura tidak kenal, kamu dulu memanggilku ibu, sekarang kamu kurang ajar ya" suara sherry yang keras menjadi tontonan.
"Candice, apakah kamu beneran tidak kenal?"
"Dia adalah mantan ibu mertuaku"
"Kamu pernah menikah?" nyonya xi merasa terkejut.
"Pernah, lima tahun yang lalu dan sudah lama bercerai" candice tersenyum.
Candice memberikan peringatan."Sherry, masa lalu aku sudah melupakan,kalau kamu berani mengungkitnya,aku tidak akan melepaskan kamu dengan mudah"
"Waduh! kamu berani melakukan, namun tidak memperbolehkan orang lain mengungkitnya, apa yang dilakukan oleh manusia di ingat oleh tuhan" sherry merasa angkuh.
Candice menjadi marah."Pada saat itu sebenarnya salah siapa? kamu masih berani mengungkitnya?"
"Tentu saja, salah kamu" sherry ingin membuat hubungan candice dan nyonya ini renggang.
"Candice, sebenarnya apa yang terjadi?" nyonya xi merasa khawatir dengan anaknya.
"Nyonya,aku beritahu kamu! dulu dia adalah menantuku, dia menikah dengan anakku belum ada setengah tahun sudah berselingkuh dan melahirkan anak dengan pria lain, aku sebagai ibu mertuanya,apakah bisa menahan kekesalan seperti ini?" sherry berkata seolah-olah menjadi korban.
"Sherry chen, kamu jangan tidak punya malu, kalian merebut saham ayahku sebesar 15 % dariku, kenapa kamu tidak menceritakan masalah ini?"
"Kamu memberikan kepada anakku dengan sukarela, hitam diatas putih sudah menjelaskan dengan detail dan kamu menandatangani surat perceraian dengan tidak membawa apa-apa, bukannya ini menandakan kamu merasa bersalah?Dasar wanita murahan, kamu tidak diajarkan oleh ibumu" sherry semakin bangga.
Candice mendengar perkataan ini sangat kesal, ia berjalan mendekat dan memberikan tamparan keras.
"Plakkk"
Bahkan nyonya xi ingin memberikan tamparan, namun sudah anaknya duluan yang menampar.
Candice tidak merasa takut dengan sherry,ibunya membawa beberapa pengawal dan pengasuh.
__ADS_1
Sherry memegang wajahnya."Kamu berani menamparku?"
"Kamu berani ucapkan kata sembarangan,aku akan memukulmu lagi"
Sebelum sherry membalas sudah ada dua wanita berdiri di depan candice dan ibunya.
"Kalian ini siapa?" sherry tidak bisa membalas candice.
Nyonya xi segera melihat tangan anaknya.
"Candice, kamu tidak apa-apa? apakah tanganmu merasakan sakit?"
"Ibu, aku tidak apa-apa" candice tersenyum.
Saat sherry ingin menyingkirkan kedua pengawal ini merasa terkejut."Apa? kamu adalah ibunya candice"
Nyonya sangat kesal, anaknya dihina."Iya benar, aku adalah ibunya, jika kamu berani menghina anakku lagi,aku tidak akan segan-segan padamu"
Seumur hidup ini, sherry belum pernah diancam, apalagi anaknya sekarang sangat hebat, sherry tersenyum sinis karena peringatan nyonya xi.
"Duh! anak perempuanmu ternyata! tapi aku dengar ibunya sudah meninggalkannya saat kecil,kamu munculnya darimana?"
"Jaga ucapanmu" pengawal langsung memberikan peringatan.
Sherry benar-benar tidak merasa takut lagi, tamparan candice masih terasa panas di wajahnya,Dia hanya anak muda beraninya menampar wajahnya.
"Kalian siapa? aku tidak takut dengan kalian?" sherry mendorong salah satu pengawal.
"Beliau adalah nyonya kami yang terhormat, aku tidak akan membiarkanmu menghina"
Pelayan toko yang disebelahnya juga membujuk."Nyonya lu, kamu jangan marah lagi, baju yang kamu inginkan,aku segera mengambilkan"
"Kalian mengira aku masih ingin berbelanja" sherry marah pada pelayan toko.
Nyonya xi merasa kesal, apakah wanita ini gila?
"Maaf" pelayan tidak berani menyinggung pelanggan tetap toko ini.
Dan terhadap nyonya xi yang sudah lama tidak berkunjung merasa asing.
Sherry menatap tajam nyonya xi."Sepertinya kamu bukan perempuan baik-baik dan melahirkan anak perempuan yang tidak baik"
Sebelum candice bereaksi, tamparan lebih keras dari salah satu pengawal nyonya.
Sherry berteriak kesakitan, candice hanya merasa pukulan yang bagus.
Nyonya juga tidak melarang pengawal, wanita ini memang pantas di pukul.
Pelayan toko meminta bantuan ke ketua toko, keributan ini mereka tidak sanggup untuk melerai.
__ADS_1