Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Menjaganya untuk semalam


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Andre juga berharap harry mau melepaskan dirinya yang kalah telak, bagaimana mungkin harry yang sudah seperti binatang buas bisa berhenti, lagipula veren adalah wanita yang ingin dilindunginya.Tentu saja harus memberikan hadiah yang besar pada andre.


Harry bisa saja membalasnya dengan berbagai cara, namun memukulnya secara langsung adalah hal yang sangat memuaskan.


Wajah andre sudah babak belur dan sulit untuk di kenali,tangannya meraba-raba dan memegang patung hiasan,lalu memukul kepala harry.


Harry mundur satu langkah, darah segar keluar dari kepalanya dan menetes ke lantai..


Andre ketakutan melihat banyak darah keluar dari kepalanya,tubuhnya gemetar takut, ia tidak boleh menjadi pembunuh.


Andre segera berlari meninggalkan apartemen, veren langsung menghampiri harry yang terluka.


Veren langsung menelepon panggilan darurat.


"Cepat duduk di sofa, aku akan mencari sesuatu untuk menghentikan pendarahanmu" veren sangatlah cemas.


Harry sendiri tampak tenang."Ambilkan aku handuk kering, cukup berikan itu saja"


Veren masuk ke kamarnya dan mengambil handuk terlembut yang di milikinya,ia melipat menjadi persegi dan memberikan pada harry untuk menekan lukanya yang masih mengeluarkan darah.


"Sebaiknya kita turun sekarang, sebentar lagi ambulan akan segera tiba" veren langsung memegang lengannya dan membantu berjalan.


Harry terkekut, veren memapahnya berjalan ke bawah, sepertinya lukanya tidak terlalu buruk karena bisa menggerakkan hati veren yang selalu cuek dan kasar padanya.


Setelah menunggu sepulih menit ambulan tiba dan dikuti oleh pengawal harry, mereka terkejut melihat tuan mudanya terluka, mereka mengikuti ke rumah sakit menggunakan mobil lain.

__ADS_1


Dokter melakukan pertolongan pertama saat di dalam ambulan untuk menghentikan pendarahan.Namun lukanya terlalu besar dan harus dilakukan penjahitan di rumah sakit.


Rumah sakit hanya berjarak limabelas menit dari apartemen veren, harry segera di dorong ke ruang perawatan.Veren yang berdiri di depan pintu, akhirnya menghela nafas lega,namun rasa terkejut dan masih merasa takut,ia tidak menyangka andre yang dikenalnya bisa berubah menjadi orang seperti itu.


Ia tidak berani berfikir, kalau harry tidak datang tepat waktu,veren masih sedikit gemetar badannya.


"Jangan khawatir,mari minum airnya" seorang suster memberikan air putih.


"Terima kasih" veren tersenyum.


"Sama-sama" suster pergi melajutkan tugasnya.


Harry terbaring di kasur dan seorang dokter sedang menjahit kepalanya yang terluka, untungnya lukanya tertutup rambutnya, walaupun meninggalkan bekas tidak akan kelihatan.


Dalam hal ini harry kehilangan cukup banyak darah,meskipun tidak menimbulkan hal kritis, namun membuatnya pusing dan lemas, saat keluar ruangan kepalanya sudah terbungkus perban, noda darah masih menempel ke bajunya yang biru gelap.Suster yang mendorong kasurnya menjadi merah wajahnya, ia melihat pria campuran yang ganteng.


Veren segera menghampiri dokter dan bertanya dengan cemas."Dokter, bagaimana keadaannya?"


"Tidak apa-apa,hanya saja kehilangan banyak darah,akan lebih baik beristirahat untuk beberapa hari ke depan dan rawat baik-baik pacarmu" ucap dokter wanita paruh baya.


"Dia bukan pacarku"


Veren segera meihat wajah harry yang pucat dan tidak seperti biasanya yang cerah dan penuh semangat.Luka ini disebabkan karena menolong dirinya dan hatinya merasa bersalah.


"Maafkan aku, aku membuatmu terluka seperti ini" veren meminta maaf dengan tulus, pria ini adalah penyelamatnya.Jika pria ini tidak datang, ia tidak akan mampu melawan tenaga andre.


Harry tersenyum."Cukup kamu baik-baik saja sudah cukup"


"Untuk malam ini, dia harus menginap di rumah sakit dan besok pagi baru boleh pulang" saran dari dokter


"Baiklah, aku akan menjaganya" veren menganggukkan kepala.


Harry masuk ke kamar vip,suster menyiapkan botol infus untuk harry, setelah selesai memasang infus kedua suster segera keluar.

__ADS_1


Veren segera memindahkan kursi mendekat tempat tidur harry, harry melihat samar-samar bekas ciuman di lehernya segera kesal."Aku akan membuat bajingan itu menyesal"


Veren segera menutupi lehernya dengan tangannya, tadi andre hanya sempat mencium lehernya.


"Rawat dulu dirimu, lukamu saja belum sembuh" veren lebih mengkhawatirkan kondisi harry.


Harry yang sudah lelah langsung menutup matanya dan tertidur dengan pulas.


Sekarang sudah jam dua pagi, veren sudah menjaganya selama lebih dari tiga jam dan veren masih belum tertidur saat suster mencabut jarum infus."Pacarnya ganteng sekali mbak, pasti blasteran,kan?"


Veren wajahnya langsung memerah, ia bingung menggelengkan atau menganggukkan kepala, karena pria ini bukanlah pacarnya, namun dia adalah orang blasteran.Akhirnya veren hanya tersenyum.


Veren memegang dagunya dan melihat wajah tampan harry,pria di depannya membuat perasaannya bercampur aduk, saat pertama kali bertemu jahat dan sekarang begitu baik padanya.


Ia menundukkan kepala dan melihat jam tangan emas di pergelangan tangannya.Jam tangan itu terlihat mahal dan berkelas.Namun pria ini pasti memiliki banyak jam tangan yang mahal dan bagus,namun selalu memakai jam tangan emas ini, apakah jam ini memiliki arti khusus di dalam hatinya?


Sampai-sampai marah besar saat jam tangannya di curi,dan meskipun yang mencuri bukanlah dirinya, namun pria ini menuduhnya dan membuatnya marah besar.


Semenjak itu veren membenci pria ini dan yang kedua adalah saat bertabrakan di lobby hotel dan menumpahkan sebaian besar kopi ke tubuhnya, saat itu sang pria menghina dirinya dan kata-katanya tidak begitu kelewatan.


Karena itu adalah kesalahan dirinya.


Veren menyipitkan matanya dan melihat wajahnya dengan serius, saat tertidur pria ini menanggalkan sifat arogan dan sombongnya, wajahnya saat tertidur begitu lembut dan ketampanan terlihat sempurna.


Ketika waktu menunjukkan hampir pukul tiga pagi,veren mulai mengantuk berat dan mulai menempelkan kepalanya ke tepi ranjang harry dan tertidur pulas.


Harry terbangun lebih dulu dan langit sudah berubah terang, ia melihat wanita yang sedang tertidur di tepi ranjangnya dan harry tidak banyak bergerak, ia takut akan membangunkan sang wanita,ia juga tidak mengetahui berapa lama veren menjaganya semalam, tetapi tidurnya sangat pulas dan wajahnya menampilkan kelelahan.


Ini adalah kesempatan harry untuk melihat wajahnya dengan serius.Wanita ini selalu menampilkan wajah permusuhan pada dirinya.


Wajahnya yang cantik dan polos membuat hati harry bergetar.


Harry mendengar suara langkah kaki dari luar dan pengurus rumah tangga mengetuk pintu dengan pelan, harry memberikan isyarat dengan jarinya agar tidak masuk terlebih dahulu.

__ADS_1


Pengurus rumah tangga sebenarnya sudah tiba di rumah sakit kemarin malam, namun tidak ingin mengganggu tuan mudanya dan nona Ye.


Ia memutuskan berada di luar ruangan dan beberapa pengawal.Barusan hanya mengecek, apakah mereka berdua sudah bangun?


__ADS_2