
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Tuan besar menatap wajah bernett sebentar.
"Aku sudah memutuskan untuk membuat surat wasiat untuk memberikan saham dan hak perusahaan sepenuhnya padamu setelah aku meninggal"
"Kakek kamu jangan mengatakan kalimat itu, membuatku merasa khawatir" bernett sebenarnya tidak menginginkan saham di tangan sang kakek.
Kakek gong tersenyum."Pokoknya akan ada hari dimana aku akan pergi,ini hanyalah masalah cepat atau lambat, aku saja tidak khawatir, apa yang kamu khawatirkan?" kakek gong mengela nafas."Masalah ini bukanlah sebuah lelucon.
Demi keamanan aku sudah menyuruh orang untuk menyimpan wasiatku,setelah aku meninggal, dia akan mengeluarkannya.Masalah ini aku hanya memberitahu padamu saja"
Bernett mengerti kakek adalah orang yang sangat berhati- hati, ia berharap orang yang di percaya kakek adalah benar- benar orang terpercaya.
"Kakek,apa kamu yakin orang itu tulus padamu?"
Kakek gong mengangguk."Aku mempercayainya
, sampai waktunya tiba dia akan mengubungimu"
Dan saat ini telepon bernett berdering.
"Halo"
"Ceo gong, tuan muda kedua dan ketiga mereka sudah sampai di lobby, sekarang sedang menuju lift" kata asisten yan.
"Aku tahu" bernett menutup telepon.
Selesai bicara bernett duduk kembali ke samping kakeknya."Paman kedua dan paman ketiga datang"
"Untuk apa mereka kemari?" wajah tuan besar menjadi tidak senang.
"Aku tahu untuk apa mereka datang" bernett tertawa.
"Untuk apa lagi kedua anak tidak berbakti itu datang?aku saja masih belum membuat perhitungan kepada mereka berdua,Ingin pembagian saham gong's corp secara adil,apa mereka masih menghormatiku?"
Itu adalah kejadian enam tahun lalu.Setelah tuan besar sempat sakit parah, kedua abang beradik ini ingin membagikan kekayaan gong's corp kepada mereka berdua dan tuan besar yang mengetahui sangatlah marah.Kakek gong sudah mencoret mereka berdua dari pewaris, bahkan tidak ada hak untuk membuka mulut untuk urusan perusahaan gong's corp dan mencoret mereka dari dewan direksi perusahaan, membuat mereka berdua menjadi pengangguran.
"Kakek, jangan mengungkit masalah yang telah lalu,aku rasa paman kedua dan ketiga memahami masalah ini" bernett takut amarah sang kakek akan mengganggu kesehatannya.
Kakek gong meminum teh untuk menenangkan hatinya.
__ADS_1
Saat ini bella mengetuk pintu dan mempersilahkan kedua paman bernett masuk.
Bernett berdiri dari sofa."Paman kedua, paman ketiga, kalian sudah datang"
Bernard dan adrian hanya menatap sekilas bernett, langsung menatap wajah tuan besar.
"Pa, kenapa kamu keluar dari rumah?"
Adrian memberi tambahan kata- kata."Iya, membuat kami khawatir, sehingga datang kemari"
"Aku baik- baik saja, hanya ingin keluar bertemu dengan cucuku, untuk apa kalian datang kemari?" kakek melihat kedua anaknya yang mengecewakan.
Andrian tersenyum palsu."Aku hanya mengkhawatirkanmu"
Bernard bertanya pada yang lebih muda ."Bernett, papa tidak apa-apa kan?"
"Kakek jelas sehat, tentu tidak apa- apa?" bernett menjawab dengan tenang.
"Pa, kebetulan kamu keluar, sudah lama kita tidak makan siang bersama di luar?" kata bernard memberikan saran.
"Aku sudah ada janji dengan teman, kalian pergi sendiri saja"
"Pa, kamu ada janji dengan siapa? siapa tahu kami bisa bergabung.
"Tidak bisa" kakek gong langsung menolak tegas.
"Paman kedua, paman ketiga, selain menjenguk kakek,apakah masih ada hal lainnya?" bernett tersenyum sedikit mengejek.
"Kalau tidak ada apa- apa tidak bisa datang?kenapa? apakah kamu menganggap perusahaan gong's corp milikmu seorang? lalu kami tidak boleh datang kemari?" adrian berkata dengan marah, mengira bernett mengusirnya.
Bernett masih tersenyum, kakek gong memukul meja dengan keras, lalu menatap tajam andrian.
"Adrian,diam kamu!kamu masih berani mengungkit gong's corp?kalau tahun itu aku tidak menghentikannya,kalian berdua sudah membagi dua gong's corp dan merusak reputasi perusahaan"
"Pa, masalah ini sudah terjadi enam tahun yang lalu,apakah kamu tidak bisa melupakannya?"
Adrian merasa tidak adil.
Mengetahui sang adik tidak tahu batas, bernard tidak menghentikannya, kebetulan dia ingin mendengar sesuatu dari sang ayah.
"Lupa?aku akan membawa masalah ini sampai ke dalam peti mati, menceritakan pada ibu kalian memperlihatkan padanya dua anak tidak berbakti yang dilahirkan olehnya." kakek tidak akan memaafkan masalah ini sampai mati sekalipun.
Expresi adrian menjadi pucat,ia bisa memastikan kedatangan sang ayah kali ini adalah mengenai saham 30% dan hak perusahaan sepenuhnya di berikan untuk bernett gong.
Saat ini, adrian juga kehabisan kata- kata, ia hanya bisa bersabar dengan ayahnya, dengan mata memerah melihat ke arah bernett.
"Bernett, sebenarnya apa yang kamu berikan pada ayahku sampai- sampai ayahku membenci kami?
__ADS_1
Adrian ingin menyeret masalah ini sampai pada bernett.
Expresi bernett menjadi serius."Paman ketiga, apa maksud perkataanmu?"
"Apa maksudnya?kamu pasti ingin mengambil saham di tangan ayah,kamu ingin menguasai gong's corp sepenuhnya, jangan kira aku tidak tahu jalan fikiranmu" andrian sambil menunjuk bernett.
Bernett menjadi galak dan emosi."Paman ketiga,apakah aku sekarang belum berkuasa di gong's corp?"
Nadanya mendominasi dan penuh kekuatan.
Saat ini, adrian langsung marah, memang benar sekarang bernett sudah memegang 60% saham gong's corp dalam genggamannya dan berperan sebagai eksekutor.
Andrian tidak akan membiarkan generasi yang lebih muda begitu arogan di depannya.Ia menghela nafas."Bernett,bagaiman caramu berbicara dengan paman ketigamu?apakah kamu masih menganggap aku generasi yang lebih tua darimu?bahkan ayah masih ada disini, kamu masih berani searogan ini"
"Sebagai pewaris keluarga gong, tentu harus memiliki sifat seperti ini,aku menghargai sifat bernett yang seperti ini" kakek gong tidak mau melihat sang cucu di tindas dan melindunginya.
Saat ini, kakak beradik kehabisan kata- kata.
Jelas sekali posisi bernett di hati sang ayah, saat ini mereka berdua harus mengakui kekalahan.
"Pa, makanlah siang bersama kami, aku akan memesan tempat untukmu" kata bernard
"Tidak perlu, kalian pulanglah" kakek gong tidak memberi muka pada anaknya .
Setelah kedua anaknya pergi, kakek gong menghela nafas."Kamu lihatlah kelakuan kedua pamanmu,kamu yakin bisa menanganinya di masa depan?"
"Kakek, kamu tenang saja,aku tidak akan terlalu menyulitkan mereka" bernett berkata dengan serius.
"Aku khawatir mereka akan menyulitkanmu"
"Aku tidak mempermasalahkan masalah ini" Saat pertama kali memegang gong's corp, bernett mendapat banyak sekali kritikan, cacian, ancaman, namun bernett tetap berdiri di puncak, menginjak- injak generasi yang lebih tua dan tidak menghormati mereka.
Tuan besar kagum dengan kepercayaan diri sang cucu."Bagus kalau begitu" kakek melihat ke jam tangannya sudah jam sebelas kurang sepuluh menit."Sudah waktunya untuk mengajak gadis itu makan siang"
"Baik kakek, aku akan menyuruh asistenku menjemputnya" bernett tersenyum, tapi di dalam hatinya masih merasa khawatir dengan pertemuan kali ini.
Saat ini candice sedang di rumah menantikan telepon atau jemputan, pagi tadii bernett mengatakan akan mengajaknya makan siang.
Pagi tadi candice tidak sarapan, hanya memanaskan segelas susu dan makan roti sedikit, sekarang merasa cukup lapar.
Saat ini polselnya berdering..
"Halo"
"Aku sudah menyuruh asisten yan menjemputmu, kamu bersiap dulu"
"Baik" candice tersenyum bahagia, ia berganti pakaian dan sedikit berdandan.
__ADS_1