Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Berdebat dengannya


__ADS_3

Bibi mei sedang menemani tiga anak kecil makan,dengan penasaran terus bertanya dengan briyan tentang masalah kembali dalam negeri,bertanya tentang pertemuan dengan daddy,dan bagiamana hubungan bernett dengan candice.


Bryan dengan lancar mengatakan masalah ini, bibi mei sangat terkejut, anak ini sungguh pintar,hanya saja memeliki wajah mirip, anak ini berani menemui ayahnya sendiri dan masih menawarkan mommy untuk menjadi pacarnya.


"Kamu yakin dia adalah daddymu?"


"Nenek kamu tenang saja, kami berdua sudah melakukan tes Dna,dia adalah daddyku" bryan percaya diri.


Bibi mei tidak curiga lagi,hanya saja masalah candice datang kesini,apakah ada masalah dengan pria ini?apakah mereka berdua berantem?


Bryan juga mengatakan mereka sudah tinggal bersama selama dua bulan,pasti hubungan mereka sudah erat.


Ai sudahlah! hubungan anak muda pasti ada banyak masalah.


Bibi mei juga tidak mengganggu bernett dan candice di kamar atas, ia menidurkan anak- anak karena sudah jam sembilan malam.


Candice tertidur selama dua jam lebih, ia terbangun dan merasakan sebuah tangan memeluk tubuhnya..Ia membalikkan badan terkejut melihat bernett tidur di kamarnya, ia reflek mendorong tubuhnya karena sekarang sedang marah dan benci pada pria ini.


Bernett sampai terjatuh dari kasur di dorong candice.Ia memegang bagian perutnya, menaikkan bajunya ada noda merah sedikit di kain kasa, ia meringis menahan sakit.


"Pergi dari sini, aku tidak mau melihatmu lagi"


candice emosi.


"Ayo kita bicara"


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan"


"Perkataan kakekku kamu jangan percaya, walau aku pernah berjanji padanya, aku tidak berencana merebut bryan"


"Kamu berjanji di depan kakekmu, di depanku kamu hanya bisa akting"


"Jika kamu tidak percaya, aku kita membuat janji dengan pengacara,satu tahun kemudian aku tidak akan membawa bryan"


Candice tidak percaya kata- katanya." Kalau kamu tidak pergi, aku yang pergi dari rumah ini"

__ADS_1


Bernett mengalah saat ini bukan waktu yang pas untuk menjelaskan, wanita ini masih marah padanya."Baiklah, aku akan pergi, jaga bryan dengan baik"


Candice tidak menjawab ia berdiri di depan jendela menunggu kepergian bernett.


Saat ini bibi duduk di ruang tamu menunggu kepulangan putri dan menantunya, ia melihat bernett turun dari kamar candice..


"Bernett, kamu tidak makan dulu?"


"Terima kasih bibi, lain waktu aku akan datang lagi"


Saat ini candice melihat sosok lelaki tampan berjalan menaiki mobilnya.


Walaupun ia tergoda dengan bernett, tapi pria ini ingin merebut anaknya.Makanya candice marah dengannya.


Ia tadi sebenarnya merasa khawatir saat bernett kesakitan,namun ia tidak menunjukkan padanya.


Setelah bernett turun pergi candice pergi ke ruang tamu menemani sang bibi.


"Candice,kamu jujur padaku ada masalah apa dengan bernett?" bibi bertanya.


"Jangan bohong lagi, aku sudah menganggap kamu sebagai anakku,aku tau kamu punya masalah"


Candice jadi teringat ibunya."Bibi mei,kamu tahu ibuku sekarang ada dimana?"


"Aku tidak tahu"


"Kamu pernah bertemu dengan ibuku"


Bibi mei mengangguk."Tentu saja pernah,tapi tidak sering bertemu,Aku hanya tahu dia dulu wanita cantik.


"Mengapa dia tidak menginginkan aku?" candice marah.


"Rahasia ini hanya ayahmu yang tahu"


"Kelihatannya dia kejam, meninggalkan aku saat begitu kecil"

__ADS_1


"Candice jangan sedih lagi, mungkin dia punya alasan yang tidak kamu ketahui" mei berusaha menghibur, lalu bertanya."Ceritakan masalahmu dengan bernett! aku lihat dia bukan pria sembarangan"


Candice hanya bisa menceritakan semua kejadian beberapa masalahnya selama ini.


"Candice,kamu jangan berfikir mendengar dari satu pihak, dengarkan juga bernett, kalian berdua adalah kedua orang tau bryan,kalau kalian terus bertengkar, ini akan mempengaruhi pertumbuhan anakmu" bibi mei menasehati.


"Baik, kami akan berperilaku baik di depan bryan, dan membuat keputusan yang terbaik"


"Candice kamu bisa tinggal disini, kamu bisa membantu di restoran!Aku akan menyuruh Lex untuk memberimu gaji".


"Terima kasih bibi"


Jam sepuluh candice merasa lelah kembali ke kamarnya untuk tidur, anaknya sudah tidur bersama di kamar max.


Sementara mobil bernett menuju ke rumah sakit, ia memeriksa lukanya ternyata hanya lecet sedikit.Ia juga mengganti perban dan kembali ke hotel.


Berbaring di tempat tidur hotel,bernett masih memikirkan cara untuk membuat wanita ini percaya atau biar tetap disisinya.


Sekarang zack lu sudah di penjara seumur hidup, bernett berencana untuk menggunakan kesempatan ini, Ia dan candice masih ada kesepakatan melakukan hubungan badan.


Walaupun wanita ini masih marah,ia pasti akan setuju dengan syarat ini,dia sangat perduli dengan kasus kecelakaan ayahnya..


Bernett tersenyum sendiri di atas kasur, ia berencana besok akan kembali membujuknya dengan cara halus dan sedikit paksaan kalau wanita itu menolak.


Jam setengah sebelas malam lex dan nadya pulang ke rumah,Bibi mei senang putri dan menantunya sudah pulang,Mereka mengobrol sebentar baru ke kamar masing- masing untuk tidur.


Pagi hari..


Saat sarapan lex dan nadya senang melihat sosok candice, mereka sudah seperti keluarga. Mereka mengobrol sebentar karena lex dan nadya harus pergi ke restoran.


Seharian candice bermain bersama dengan tiga anak kecil di rumah..


Pada sore hari setangah jam sebelum makan malam bernett datang di kawal 1 mobil.


Ia mengetuk pintu yang membuka adalah bryan.

__ADS_1


"Mommy, daddy datang" bryan berteriak keras


__ADS_2