Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Putri kecilnya


__ADS_3

Haloo semuanya! terima kasih banyak yang mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Terima kasih


"---"


Jam setengah duabelas lewat lima veren sudah turun ke lantai bawah.


Harry mengeluarkan senyuman yang manis.


"Veren, naiklah ke mobil"


Veren tidak menjawab hanya duduk di sebelahnya dan memandang ke arah jendela.


Setengah jam kemudian sampai di restoran yang mewah, veren turun dari mobil dengan wajah datar, sementara harry tersenyum.


Suasana di restoran sangat diam.Orang-orang disana mengira harry dan veren adalah sepasang kekasih yang sedang berantem.


Harry hanya memandang wajah cantiknya sambil tersenyum tipis.


"Kamu bisa tidak jangan melihatku lagi" veren melotot ke arahnya.


"Kamu sangat enak untuk dilihat" harry berkata dengan jujur.


"Walaupun aku enak untuk dilihat,apa urusannya denganmu, kamu jangan lihat lagi" veren yang biasanya lemah lembut, namun di depannya sangat kasar.


"Maaf atas kesalahanku sebelumnya,aku tidak sengaja membuatmu marah"


Veren tersenyum dingin."Setelah kamu mengetahui aku adalah wanita yang kamu cari, kamu baru mengerti minta maaf,jangan berpura-pura baik disini"


"Aku sadae kita baru kenal,aku tidak berharap kamu memaafkanku sekarang, tetapi beri aku kesempatan bisa tidak?"


Saat ini ponsel berdering."Halo, kak andre"


Veren berjalan ke tempat yang tidak ada orang untuk menerima telepon.


Harry sebagai pria mengerti, kalau veren menyukai andre.Dia terlihat bahagia menerima telepon darinya.

__ADS_1


Harry menjadi cemas.


Selesai menelepon veren duduk dan melihat ke arah luar, harry memandang wajahnya yang cantik,ia telah bertemu dengan banyak wanita cantik, selain candice yang ia bohongi, sekarang mulai ada perasaan terhadap veren.


"Kita berbincang sesuatu,bisa kan?"


"Aku tidak ada mood" veren berkata dengan cuek.


"Baiklah, aku akan menceritakan tentang diriku sendiri,keluargaku adalah keluarga hemarld yang sudah terkenal.Ibu dan ayahku sudah meninggal,setelah kakekku meninggal ,aku menjadi penerus utama keluarga"


"Aku pria campuran dan wajahku ganteng, tinggi badanku 190cm, zodiak aquarius,aku mengerti enam bahasa negara dan hobbyku sangat banyak"


Harry tidak menegaskan apa yang ingin dibicarakan,ia hanya mengikuti apa yang ada di fikirannya.Veren tidak ada respon apa-apa dan malah terdengar empat wanita yang berada di meja sebelahnya.


Veren terkejut dengan status pria ini, di dalam hatinya ingin tertawa,pria ini sungguh tidak punya malu, berani-beraninya berkata ganteng.


"Hei, kamu ingin mendengar apa lagi?"


"Aku ingin kamu diam"


"Oh, kalau begitu aku akan diam"


Veren hampir tertawa oleh perkataannya, ia melototinya, melihat makanan diatas meja, diam-diam menelan air liurnya.


Dari kecil ia adalah orang yang biasa dan kehidupan kaya seperti ini tidak pernah dialaminya.Ia juga menyukai makanan manis dan kue.


Namun akhir-akhir jarang pergi ke toko makanan manis, ia tidak mempunyai banyak uang,walaupun pria di depannya adalah orang yang dibenci, namun banyak makanan lezat dan beberapa kue sangat menggodanya.


Dan pria ini memesan delapan makanan ringan, ini benar-benar tidak bisa di tolak.


"Makanlah! makanlah yang kamu suka, anggap saja aku adalah bayangan" harry berbicara tahudiri.


Veren yang baru makan satu suapan tersedak karena ingin tertawa.


"Kalau ingin tertawa,kamu tertawa saja" harry ingin menciptakan kedekatan dengannya.


Veren melotot ke arahnya."Kamu bicara lagi, aku akan pergi"


"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu makan" harry tersenyum.

__ADS_1


Empat wanita di sebelahnya merasa iri dengan veren.Ada pria begitu ganteng dan kaya, namun wanita itu tidak bersyukur dan masih berbicara kasar.


Selesai makan harry berkata."Kamu ingin kemana, aku antar saja"


"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri" setelah berkata veren pergi.


Harry hanya bisa menghela nafas, untuk saat ini jangan terlalu memaksanya.


Ia mulai pusing untuk pertemuan selanjutnya, hari ini makan bersama karena ancaman, selanjutnya akan susah untuk mengajaknya pergi bersama.


Wanita ini tidak tertarik dengan uangnya.


Sepertinya untuk mendapatkan respons baik darinya harus menghabiskan banyak waktu dan banyak usaha.


Di kantor Gong's corp


Biasanya akan ketat dan sunyi di kantor direktur, di atas karpet bayi mungil perempuan sedang merangkak dan bernett menjaganya terhindar dari benturan.


Candice duduk di kantor memandang putrinya, sekarang seminggu sekali harus membawa anaknya ke perusahaan, anaknya menangis waktu ayahnya berangkat bekerja, biasanya di rumah sering bermain bersama.


Candice yang kehabisan ide,akhirnya membawanya ke perusahaan.


Setelah bertemu dengan ayahnya masih menangis di pelukannya,anak perempuan yang baru sembilan bulan,sudah mempunyai sifat keras kepala.


Candice selesai membuat susu memanggil anaknya."Beatrix, ayo minum susu dulu"


Bernett menggendong anaknya ke sofa dan memberikan botol susu ke putrinya,anak kecil juga memegang botol dengan keduanya tangannya, ia menyedot botol susu dengan cepat.


Candice akhir-akhir ini sibuk dengan persiapan pernikahan,gaun pengantin sudah dipilih dan perhiasan sudah siap, semua persiapan pernikahan sudah selesai dan hanya tinggal melaksanakan pernikahan dua minggu ke depan.


Bernett merangkul candice,putrinya masih sibuk minum susu, kalau putranya tidak perlu di khawatirkan lagi, ia sudah bisa mandiri.


Waktu selanjutnya adalah pengambilan foto pernikahan,keluarga akan berlibur bersama dan candice akan mengambil foto di resort dengan pemandangan yang indah.


Bernice juga ikut bersama dengan putrinya, sementara nickson tidak bisa menemani karena sedang bertugas.


Pagi-pagi mereka naik pesawat pribadi dan langsung menuju tempat tujuan, bryan harus bolos sekolah,mereka tidak perlu khawatir dengan akademik bryan yang jenius,walaupun bolos sekolah akan dengan mudah mengikuti pelajaran.


Ini adalah penerbangan pertama bagi beatrix dan cherlyn, kedua anak perempuan terlihat senang,sementara candice dan bernice sibuk mengganti popok dan menjaga putri mereka.

__ADS_1


Bernett melihat kedua bayi perempuan yang imut tersenyum bahagia, sementara bryan sibuk membaca komik kesukaannya.


__ADS_2