
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Daniel memegang tangan ibunya."Ibu, ayo masuk ke dalam,sudah waktunya makan"
Bryan memegang tangan ibunya."Mommy,kamu jangan menangis lagi"
Candice tersenyum,ia menangis bukan karena sedih, ia terharu dengan pertemuan dengan ibunya."Baiklah, ayo masuk ke dalam.
Bernett menggendong anaknya dan satu tangan memegang tangan candice mengikuti mereka ke dalam.
Candice tidak merasa terkejut dengan dekorasi yang mewah, ia pernah datang kesini sebelumnya, Nyonya xi beberapa kali menoleh ke belakang dan tersenyum indah."Daniel, kamu harus jaga baik-baik adik perempuanmu"
"Ibu, aku tahu" daniel mengangguk, di dalam hidupnya orang yang paling dicintai adalah ibunya, ia juga akan mencintai yang ibu cintai, lagipula ia tidak pernah merasa tidak suka pada candice.
Setelah nyonya duduk, ia menetap anak kecil di dalam pelukan bernett,ia melambaikan tangannya."Sini, datanglah kesini kesisi nenek"
Bernett menurunkan bryan, bryan segera berlari ke hadapan nyoya Xi, lalu memanggil sopan.
"Nenek"
"Iya" nyonya merasa bahagia, ia selalu berharap putranya melahirkan seorang cucu,tapi, anaknya sampai sekarang belum mempunyai seorang pacar, namun sekarang merasa senang bisa melihat cucunya.
Ia mengelus kepala cucunya dengan gemas.
"Wahhh! kamu tampan sekali" nyonya menoleh ke arah pembantu."Ambilkan hadiah kesini"
Pembantu membawakan sebuah kotak, nyonya xi membuk kotak, di dalam ada dua emas yang dibuat menjadi kalung umur panjang,sepasang gelang perak, lalu berkata pada cucunya."Ini adalah hadiah dari nenek, kamu suka kan?"
"Suka" bryan mengangguk,kakek juga memberikan hadiah seperti,ia sangat suka, mereka orang tua menyukainya,baru memberikan hadiah ini.
Candice masih terdiam, mau memanggil ibu, namun terhenti di tenggorokan.
Bryan berlari sambil memeluk kotak merah ke samping ibuny."Mommy,Ini pemberian dari nenek"
"Kamu simpan dengan baik, jangan sampai hilang"
__ADS_1
"Iya! aku akan menyimpannya dengan baik" bryan memeluk kotak dengan senang.
Pembantu mengambil satu kotak lagi, nyonya Xi membuka dan mengeluarkan satu gelang giok ,warna giok bercahaya,giok ini pasti langka dan mahal.Ia memegang tangan candice.
"Putriku,Sudah sangat lama tidak bertemu, ibu merasa bersalah,aku tahu sekarang tidak menutupi kesalahan ini, hadiah ini harus kamu ambil"
Selesai berbicara nyonya memakaikan gelang giok ke pergelangan tangan candice dan terlihat cocok dengan kulit putihnya.
Candice berkata dengan pelan."Terimakasih ibu"
Nyonya matanya kembali pedih, ia merasa bersalah dengan putrinya,yang membuatnya lebih sedih adalah tidak ingat waktu melahirkan seorang anak.
"Anakku, aku mendengar ayahmu sudah meninggal,dia meninggal dengan baik kan?" nyonya xi waktu dua tahun bertemu dengan pria itu sudah tidak ada ingatan,Namun ia harus mengingatnya sekarang, mereka berdua telah memiliki seorang anak perempuan.
"Dia.... " mata candice langsung memerah..
Bernett yang di sebelahnya membantu berbicara."Ayahnya meninggal karena kecelakaan"
Nyonya xi langsung terkejut, di dalam hatinya muncul kesedihan,meninggal karena kecelakaan,pasti dia merasakan kesakitan.
"Aku kasihan padamu" nyonya merasa kasihan beberapa tahun ini, putrinya tanpa kedua orang tau, pasti sangat kesepian.
Candice tahu ibunya pasti merasa bersalah dan membujuknya."Ibu, kamu tenang saja, aku tidak pernah merasakan sedih"
Daniel habis mengecek ke ruang makan."Ayo makan dulu"
Mereka berjalan ke ruang makan."Bryan, sini duduk dekat paman"
"Iya, baik" bryan juga suka dengan pamannya yang baik.
Suasana di ruang makan sangat hangat, ditambah ada anak kecil yang aktif meramaikan suasana.
Tatapan nyonya menatap candice dan bryan, untuk bernett sendiri, ia sudah mengetahui statusnya dan dapat melihat kebahagiaan putrinya.
Selesai makan nyonya xi mengajak candice berbincang di ruang tamu, bernett dan daniel juga berbincang di taman, sedangkan bryan berkeliling rumah di temani pembantu.
Bernett bertanya dengan penasaran."Tuan muda xi, kenapa ibu kamu bisa terkena amnesia? apakah karena bagian kepalanya pernah terluka?"
Daniel menggelengkan kepala, ia meras khawatir dengan ibunya."Bukan, kepala ibuku tumbuh tumor, sehingga memorinya ada yang kurang"
"Jadi, tidak pernah memikirkan untuk melakukan operasi?"
__ADS_1
"Kata dokter ini adalah tumor yang tidak berbahaya,selain menyebabkan amnesia,tidak akan menyebabkan kematian, dan operasi memiliki resiko yang besar" daniel menghela nafas."Aku sedang meneliti obat, tidak ingin menggunakan cara operasi,membantu ibu untuk menghilangkan tumornya"
Bernett mengangguk."Jika ada yang perlu di bantu, bilang saja"
Daniel menatap serius bernett."Bernett,tidak tahu ini pantas atau tidak bilang padamu, juga tidak tahu akan terjadi atau tidak, tapi, aku ingin kamu ada persiapan"
"Ada masalah apa?"bernett merasa khawatir ini berhubungan dengan candice.
Daniel dengan expresi tertekan berkata. "Penyakit amnesia ibuku adalah keturunan,dan kemungkinan besar bisa menurun ke anaknya, dokter sudah meneliti,hanya akan menurun pada anak perempuan saja"
Bernett langsung khawatir."Maksud kamu adalah di kepala candice ada tumor?"
"Tumor ini selain menyebabkan amnesia, tidak akan menyebabkan gejala lain, Juga tidak akan mempengaruhi kesehatannya,tapi, amnesia adalah hal yang menyakitkan,nenek aku juga pernah mengalami kejadian ini, namun yang paling parah pada ibuku"
Bernett dengan panik bertanya."Obat yang sudah kamu teliti bagaimana? apakah sudah ada hasil?"
"Sedang dalam tahap penelitian,mungkin butuh sedikit waktu lagi"
Bernett menghela nafas."Apakah masalah ini pernah kamu bicarakan dengan adikmu?"
"Waktu itu aku sudah pernah bilang, tidak tahu dia masih ingat atau tidak? apakah kamu khawatir jika candice tahu masalah ini akan menyebabkan beban?"
"Iya, aku berharap tidak ada beban di hatinya, aku berharap obat yang kamu teliti secepatnya sempurna, ini untuk berjaga-jaga"
"Aku akan menyuruh tim untuk mempercepat membuat obat itu"
Di dalam ruang tamu, nyonya xi mendengarkan cerita anaknya tentang ayahnya,saat ini muncul rasa penyesalan.
Candice juga tahu ibu bersama dengan ayahnya selama dua tahun,tuan besar xi juga tidak mempermasalahkan ke dalam hati,ia merasa ibunya adalah perempuan paling bahagia, bisa mempunyai suami yang begitu perhatian dan memiliki putra yang mencintainya.
Saat ini candice seperti tidak ada dendam, hanya berharap ibunya bisa sehat dan bahagia selamanya.
Karena ibunya adalah orang baik hati dan sebenarnya tidak ingin meninggalkannya.
"Putriku, jika kamu ada waktu bawa aku bersembahyang di kuburan ayamu, ya" nyonya memegang tangannya.
Candice berfikir sejenak, lalu berkata."Seminggu lagi adalah hari meninggalnya ayah,saat itu, aku akan temani kamu ke kuburan"
"Baik, aku selalu berharap mempunyai anak perempuan,tidak disangka aku mempunyai anak perempuan sebaik kamu."
Candice bersandar di bahu ibunya,ia ingin merasakan kasih sayang dari seorang ibu, walaupun terlambat ini sudah membuatnya merasa bahagia.
__ADS_1
Nyonya xi memeluk dan mengelus rambut putrinya. Ia merasakan anaknya juga menyukainya.