
Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
.........
Istana sangat besar koridor barat dan timur cukup jauh, candice kembali merasakan ketenangan.
Selesai mandi candice berdiri di balkon teras kamarnya, ia memandang hutan yang indah di sinari cahaya bulan.
Saat ini kamarnya diketuk, ia juga sudah tahu siapa yang datang.
Sang pria sudah mandi, ia mengenakan pakain tidur dan terlihat sexy.
Bernett berjalan ke sampingnya ,ia memandang wajah wanita dengan senyuman.
"Malam ini, tidurlah denganku" kata bernett.
Candice menggelengkan kepala." Tidak bisa"
Bernett tertawa pelan."Tenang saja aku tidak akan melakukan kedua kalinya pada tubuhmu, seperti saat kamu mabuk"
Candice merasa malu, apakah pria ini tidak ada malu membahas hal seperti itu?
"Lebih baik kita tidur terpisah"
"Ikutlah ke kamarku" bernett memegang tangannya.
Begitu masuk ke kamar, bernett mendoronnya ke dinding menempel pada tubuhnya.
"Bagaimana kalau malam ini?"
Candice mendorongnya."Aku tidak mau"
Candice takut melakukan disini akan terdengar.
Bernett tersenyum menggendong tubuhnya, menaruh di kasur pelan."Bernett, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Tidur" bernett memeluknya.
Bernett tidak akan melakukan kalau sang wanita menolak, ini jelas bukan yang menyenangkan.
Candice merasakan barang sang pria menempel di badannya mengeras. Bernett berbisik pelan."Sabtu ini aku akan menitipkan bryan disini, kamu tidak boleh melarikan diri?"
Jantung candice berdegup kencang, pertama kali sakit luarbiasa, kedua pertama- tama sakit selanjutnya enak.. Ia tersenyum memikirkan bernett hanya bisa berhenti di tengah, saat lukanya kembali berdarah..
Di apartemen laura, ia saat ini belum tidur dan mengambil dua botol obat dari dalam tasnya, ia melihat di bawah cahaya lampu kedua botol itu berisi dua cairan warna putih.
__ADS_1
Komposisi obat, walaupun dua tetes, bisa membuat pria terbakar gairah,melihat perempuan akan langsung menidurinya.
Bahkan pria selevel bernett akan terpengaruh oleh obat ini, dia pasti tidak akan menolak.
"Bernett gong, bukankah kamu menyukai anak kecil?bagaimana kalau aku melahirkan satu untukmu?" laura berbicara sendiri, sambil memandang kedua botol obat.
Ia sudah mencari jadwal bernett, pada hari sabtu akan menghadiri acara jamuan bisnis, pasti bernett akan hadir, selama dapat mencari kesempatan ,bernett tidak akan bisa melarikan diri.
Laura menanti kesempatan itu datang.
Pagi hari
Kediaman keluarga lu, andres hari ini dari villa langsung menuju rumah ibunya.
Sherry yang sedang sarapan menyambut putranya dengan senyuman.
"Andreas,apakah kamu sudah sarapan?ayo makan bersama dengan ibu"
"Ma,aku tidak makan,aku datang kesini ingin meminta sesuatu hal padamu" andreas menatap ibunya.
"Oh! hal apa?" sherry cukup terkejut, mengapa putrnya serius berbicara?
"Empat tahun lalu,foto- foto canice yang kamu potret itu, apakah kamu masih menyimpannya, aku akan meminta fotonya"
Sherry langsung tidak senang."Candice mencarimu?"
Sherry menatapa anaknya tidak percaya, dia berani berbicara seperti ini.
"Andreas,apakah otakmu rusak?kenapa kamu berbicara untuk wanita ****** itu? dia tidak sengsara,aku lihat kemarin masih baik- baik saja"
"Ma,berikan foto itu padaku"
"Apa yang ingin kamu lakukan pada foto- foto itu?"
Andreas mengela nafas menahan emosi.
"Ma, kamu berikan saja fotonya, tidak usah mengurusi buat apa?"
"Aku tidak akan memberikan padamu, candice meminta padamu kan?kenapa kamu menggubrisnya?kamu sekarang adalah suami debby,untuk apa memperdulikan candice lagi?"
Sherry berkata dengan marah.
"Ma, berikan saja padaku! aku tidak ingin memaksamu untuk mengambil foto itu"
"Andres,apa kamu makan banyak cabe?kamu demi candice berbicara pedas pada ibumu"
"Ma,tolong berikan foto itu" terpaksa andreas memohon
Namun ini malah membuat sherry makin marah, anaknya demi candice malah mengemis padanya.
__ADS_1
"Aku tidak akan memberikan foto, kamu bilang sama candice jangan bermimpi mendapat foto itu kembali" selesai berkata sherry berjalan ke kamarnya.
Andras yang sudah berjanji pada candice, ia mengejar mamanya..
"Ma, berikan saja fotonya padaku"
"Kalau mau foto suruh dia datang mengemis padaku" sherry jarang ada kesempatan kesenangan membully candice.
"Kamu jangan seperti itu, empat tahun lalu kita yang berhutang padanya"
"Siapa yang berhutang padanya?nak,walaupun kita bersalah,kita tidak harus mengakui, kalau saat ini kita menunjukkan kelemahan, bukankah ini menunjukkan kita bersalah?"
"Tapi, kita benar- benar berhutang padanya"
andreas dengan raut muka penyesalan.
"Andreas, aku memperingatkan padamu,jangan lembut hati pada candice,dia sendiri yang menandatangani surat cerai sendiri" sherry takut anaknya akan mengembalikan saham 15% saham pada candice.
Andreas tidak berdaya,ia bergegas pergi untuk menghadiri pertemuan,Ia akan mendiskusikan kembali masalah foto dengan ibunya.
Istana gong
Saat candice terbangun pagi- pagi, ia menyelinap pergi ke kamarnya sendiri,agar mereka mengira aku tidur bersama dengan bernett.
Setelah sarapan pagi, bernice pergi bekerja dan bernett mengantar candice dan sikecil baru pergi ke perusahaan.
Sampai di kantor candice merasa bingung, tidak ada yang bisa di kerjakan, perusahaan sekarang selangkah demi selangkah mendekati penutupan, di ruang rapat linda memimpin rapat membahas pemecatan karyawan dll, perusahaan sekarang sudah sulit dipertahankan.
Selesai rapat candice pergi ke ruangan linda, ternyata linda sedang berkomunikasi dengan nyonya carmen,expresi linda murung,selesai bicara menoleh ke arah candice.
"Duduklah! aku baru saja berbicara dengan nyonya carmen,karyawan lain mendapat tanggungan uang sesuai kontrak, namun kamu mendapat enam bulan gaji, meskipun ini tidak banyak, tapi ini adalah maksud baik nyonya carmen"
"Kak linda, kirimkan saja padaku sesuai kontrak" candice tidak ingin di perlakukan secara khusus.
Linda mengela nafas."Aku sepertinya harus bersantai sejenak,aku sudah lama tidak bertemu dengan putraku"
"Apa rencana kamu selanjutnya?"
"Aku lihat nanti, aku juga tidak kekurangan uang dalam waktu dekat, aku ingin bepergian ke luar negeri, kalau kamu menikah dengan bernett, kamu harus memberi kabar padaku"
"Kami belum ada rencana menikah" candice mengelengkan kepala.
"Cepat sedikit,,jangan ragu dengan pria baik yang berkualitas seperti bernett, dia juga ayah dari bryan."
Candice tersenyum kecut." Untuk sementara waktu, kami hidup bersama juga sudah baik"
Setelah makan malam candice membawa sikecil pulang ke apartemen, besok adalah hari sabtu, bernett sendiri benar- benar akan mengirim sikecil ke istana, ia cuma takut sikecil akan rewel tinggal jauh dengan kedua orang tuanya.
Setelah membujuk anak tidur, candice masuk kamarnya, ia masih memikirkan nasib perusahaan yang akan segera tutup, Ia sendiri tidak khawatir kehilangan pekerjaan,karena bernett sudah berjanji mencarikan pekerjaan, Ia cuma khawatir karyawan lain,apakah bisa seberuntung seperti dirinya?
__ADS_1