Bayi Ceo Tampan

Bayi Ceo Tampan
Makan bersama


__ADS_3

Pukul lima sore sosok laura sudah datang ke kediaman keluarga gong,ia tadi pagi di undang tuan besar gong untuk makan malam bersama.


Laura paham tuan besar ingin mempertemukan bryan dan bernett padanya dan memupuk hubungan agar mereka cepat dekat laura.


"Kakek, aku sudah datang" laura tersenyum.


"Sudah datang" kakek besar puas dengan penampilan laura.


"Kakek,aku sedikit khawatir dengan pertemuan pertama kali dengan bryan, apakah bisa langsung akrab dengannya"


"Takut apa,tidak akan susah dekat dengan anak- anak.Jika kamu bersikap baik dengannya, anak kecil pasti suka."


"Oh baiklah,aku pasti memperlakukan bryan dengan baik" laura menjadi lebih baik medapat dukungan dari tuan besar dan ia juga sudah menyiapkan hadiah.


Sekitar jam enam mobil bernett sampai di kediaman keluarga gong.Anjing pesto yang sudah melihat tuannya di dalam mobil, ia menggonggong dan mengitari mobil.


Sikecil begitu turun memeluk pesto.Ia cukup senang bertemu dengan pesto.


Pesto begitu melihat bernett turun dari mobil bermanja di kakinya."Bryan, bermainlah dengan pesto dulu di taman sana"


"Baik" bryan berlari ke arah taman diikuti oleh pesto.


Bernett masuk dalam, melihat kakek dan laura sedang berada di ruang tamu.


"Tuan muda gong, apa kabar" sapa laura dengan senyum.


Tuan besar merasa tidak senang dengan panggilannya."Panggil saja bernett, jangan panggil tuan muda"


"Kakek kami baru bertemu beberapa kali,bagaimana bisa memanggilnya begitu"


"Untuk apa segan panggil bernett ,begini terasa lebih dekat"kata tuan besar.


"Bagaimana kabarmu kakek?" tanya bernett


"Baik- baik saja,dimana bryan?" tuan besar tidak melihat anak kecil itu.


"Dia bermain dengan pesto di taman"


"Anak ini"tuan besar tersenyum


"Bernett duduklah, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"


Bernett duduk di sebelah laura agak menjauh.


Tuan besar merasa puas melihat mereka berdua cukup serasi.


"Bernett, seharusnya kamu sudah tahu keinginan kakek,kamu dan laura segera mendekatkan hubungan, agar kalian berdua cepat menikah."


Detak jantung laura berdetak kencang, ia melirik ke arah bernett.


Wajah bernett tenang tanpa expresi, tidak jelas apakah ia menolak atau menerima."Kakek, hal ini terlalu cepat di bicarakan"


"Aku memang memberimu waktu satu tahun, tapi hal ini tidak bisa menghalangi mendekatkan hubungan kalian.Kamu juga harus memikirkan masalah pernikahan"


"Baik" bernett mengalah.

__ADS_1


Laura merasa senang mendapat jawaban bernett,akan mendekatkan hubungan..


"Kakek, aku akan pergi lihat bryan dulu" kata bernett.


"Kakek ,bolehkah aku menemani?" laura bertanya.


"Pergilah, kalian berdua"


Laura tersenyum mengikuti bernett ke taman.


Di taman bunga sikecil sedang menendang bola diikuti pesto berlari di sebelahnya.


"Anak yang lucu sekali,mirip sekali denganmu" laura memujinya.


"Tentu saja mirip denganku" bernett datar.


Bryan melihat bernett datang ia berteriak.


"Daddy" bryan juga melihat wanita di belakang sang daddy.


"Daddy, temani bermain bola"


"Bryan, sudah waktunya makan, kamu harus cuci tangan"


"Bryan apa kabar?" Laura tersenyum."Kamu inget aku gak"


Bocah kecil mengedipkan matanya, ia tidak ingat menggelengkan kepala.


Laura merasa terkejut,jelas- jelas waktu di pesta bocah ini melihat ke arahnya.Tentu saja bryan tidak ingat, wanita ini tidak penting.


"Tidak apa- apa, aku adalah teman daddymu" laura menyembunyikan ketidak senangannya.


"Bibi huo, apa kabar"


Laura tersenyum, ia mengulurkan tangan ingin mengusap kepala bryan, namun bocah kecil malah mundur dua langkah."Maaf ya,aku hanya mengizinkan mommy dan daddy yang menyentuh kepalaku."


Tangan laura menggantung di udara.Ia menarik kembali tangannya dan berfikir anak ini sungguh tidak sopan.


Wajah bernett terlihat senang,sepertinya anak ini mengerti dengan siapa harus dekat.Bernett tidak perlu menjauhkan bryan dengan lauara, anak ini sudah tidak suka dengan laura.


"Bryan, tidak boleh seperti itu" bernet pura- pura menegur.


"Ini sungguhan, aku tidak suka orang lain menyentuh kepalaku"bryan membalas.


Bernett menggandeng tangan anaknya untuk cuci tangan.Laura tidak mengikuti mereka berdua, sepertinya ia harus mengeluarkan hadiah mainan untuk mendekati bryan. Ia berjalan ke mobilnya..


Laura membawa mainan ke ruang tamu, mereka sudah berkumpul disana.


Tuan besar sedang memuji bryan yang mendapat juara kelas.


"Kakek,kalau kamu memujinya seperti itu, dia akan menjadi sombong" bernett tertawa.


"Persis sekali denganmu,pintar dan punya rasa ingin tahu yang tinggi, waktu kamu kecil aku juga sering memujimu, bukankah kamu menyukainya?" tuan besar tertawa.


Kali ini laura laura mengeluarkan hadiahnya.Ia tersenyum ke arah bryan."Bryan,kemarilah, bibi huo membawakanmu hadiah, lihatlah apa kamu menyukainya?"

__ADS_1


Tuan besar menurunkan bryan yang berada di pangkuannya."Pergilah, bibi huo membawakan hadiah"


"Terima kasih hibi huo"bocah ini masih tau aturan, tapi, bryan melihat gambar mainan di atas meja, ia menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak main ini"


"Mengapa? bukannnya kamu suka robot- robotan" tuan besar bertanya.


"Tapi ini,robot- robotan yang dimainkan anak kecil,aku sudah tidak memainkan lagi" bryan memanyunkan bibirnya...


Laura tersenyum."Ini robot- robotan untuk anak seusiamu,anak umur 3 sampai 6 tahun boleh memainkannya."


Bernett tersenyum."Kecerdasan anakku sudah seperti bocah 10 tahun"


Tuan besar tertawa memecahkan suasana canggung."Laura,kamu mungkin tidak tahu, maianan cucu buyutku sudah setara dengan anak berumur 10 tahun, mainan seperti ini sudah tidak menarik dengannya"


Laura merasa kikuk."Aku tidak menyangka, bagaimana kalau berikutnya bibi belikan mainan yang lebih besar?"


"Tidak perlu, mommy mengatakan tidak boleh menginginkan barang- barang dari orang lain"


"Aku teman daddy,bukan orang lain" laura mncoba bersabar menghadapi anak ini.


Laura merasa hampir gila, bocah kecil ini sulit sekali di hadapi.


Bryan menundukkan kepala.


"Bryan, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya tuan besar.


"Kakek buyut,pernahkah kamu menemui mommy? dia wanita yang sangat cantik" bryan tiba- tiba memuji ibunya.


"Betulkah?lain kali jika kakek buyut ada kesempatan akan pergi melihatnya"


Bryan mengangguk."Mommy dirumah sedang sakit,kasihan sekali.Oleh karena itu habis makan aku dan daddy akan pulang.


Tuan besar melihat ke arah bernett."Benarkah? dia sakit?"


Bernett menganggukkan kepala, ia membiarkan anaknya berbicara sembarangan.Mungkin penampilan bryan yang menggemaskan meluluhkan hati kakek.


Laura merasa seperti di kucilkan.


"Ya daddy, hari ini tidak bekerja menjaga di rumah"


Bernett tegang, anak ini terlalu banyak membocorkan informasi.


Senyum di wajah laura sudah menghilang.


"Kalau begitu bawa mommymu ke rumah sakit biar mengobati"kata tuan besar.


"Tidak perlu, mommy hanya perlu istirahat dua hari akan sembuh"


"Kalau begitu mommy sakit apa?" tanya laura.


"Aku juga tidak tahu, tapi mommy cukup kesakitan"


"Ada apa dengan ibu bryan?" kakek bertanya pada bernett.

__ADS_1


"Dia masuk angin dan flu lebih berat"


Setelah makan malam bersama bernett dan bryan pamit pulang.


__ADS_2